Pastikan Manfaat Infrastruktur bagi Masyarakat BWS Kalimantan I Tinjau Bangunan Pengaman Pantai Kinjil Pesisir

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak melaksanakan Kunjungan Lapangan ke Bangunan Pengaman Pantai Kinjil Pesisir (Pantai Pecal), Desa Kinjil Pesisir, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Kamis (30/07). Kegiatan ini bertujuan memastikan keberlanjutan fungsi infrastruktur yang telah dibangun sekaligus mengevaluasi manfaatnya bagi masyarakat pesisir melalui peninjauan langsung terhadap kondisi fisik dan keandalan bangunan dalam melindungi garis pantai dari abrasi serta ancaman gelombang.

Selain melakukan evaluasi teknis, tim BWS Kalimantan I juga memastikan keberadaan bangunan pengaman pantai memberikan perlindungan dan manfaat nyata bagi aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Kunjungan ini turut dimanfaatkan sebagai ruang dialog dengan warga Desa Kinjil Pesisir untuk menyerap aspirasi, masukan, dan kebutuhan terkait pengelolaan serta pemanfaatan infrastruktur sumber daya air.

Melalui kegiatan ini, BWS Kalimantan I menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap infrastruktur yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan rasa aman dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Evaluasi lapangan yang dilakukan secara berkala diharapkan menjadi dasar dalam menjaga keberlanjutan fungsi bangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

BWS Kalimantan I Dampingi Reses DPR RI Tinjau P3-TGAI untuk Dukung Penanganan Kekeringan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak mendampingi kunjungan lapangan Anggota DPR RI Komisi V, Syarief Abdullah Alkadrie, dalam rangka masa reses ke lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Sungai Itik, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (29/07). Kegiatan ini bertujuan meninjau langsung kondisi serta manfaat infrastruktur irigasi dalam mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di tengah musim kemarau.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau jaringan irigasi hasil Program P3-TGAI yang dibangun melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan layanan irigasi dengan memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih lancar, efisien, dan sesuai kebutuhan petani.

Keberadaan jaringan irigasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian, khususnya saat menghadapi tantangan kekeringan. Melalui program ini, masyarakat juga dilibatkan secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para petani.

BWS Kalimantan I menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air. Kegiatan reses ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pengembangan irigasi ke depan, guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Reses Komisi V DPR RI di Kapuas Hulu, BWS Kalimantan I Perkuat Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Kementerian Pekerjaan Umum melalui Kepala Balai beserta jajaran mendampingi kegiatan reses Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, yang dilaksanakan di Dusun Nanga Erak, Desa Cempaka Baru, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Senin (27/7). Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat.

Kegiatan reses turut dihadiri oleh seluruh Kepala Balai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum di Provinsi Kalimantan Barat, yakni Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK), Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PS), serta Balai Pengadaan Jasa Konstruksi (BP2JK). Kehadiran seluruh UPT tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan reses ini, berbagai aspirasi masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran. BWS Kalimantan I berkomitmen untuk terus bersinergi bersama Komisi V DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh UPT Kementerian Pekerjaan Umum dalam menghadirkan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Perlindungan Kawasan Pesisir BWS Kalimantan I Dukung Inovasi Perlindungan Pantai dengan Teknologi GEO MANGROVE RB-5 Dalam Momentum Hari Mangrove Sedunia 2026.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I mengapresiasi pengembangan GEO MANGROVE RB-5, inovasi pemecah gelombang berbahan limbah ban bekas yang dipadukan dengan penanaman mangrove, pada kegiatan Penanaman Mangrove dalam rangka Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Sekretariat Daerah dengan tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" tersebut menjadi momentum memperkenalkan inovasi lokal sebagai solusi mengurangi abrasi pantai, mempercepat rehabilitasi kawasan pesisir, serta mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim.

GEO MANGROVE RB-5 yang dikembangkan oleh Rudi Hartono, S.Pd. (Rudi Bacok) bekerja dengan meredam energi gelombang sehingga mampu melindungi garis pantai sekaligus menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan mangrove. Selain membantu mengurangi abrasi, inovasi ini juga berpotensi meningkatkan penyerapan karbon biru (blue carbon) serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan pesisir melalui kolaborasi berbagai pihak.

Pada kesempatan tersebut, BWS Kalimantan I menilai konsep GEO MANGROVE RB-5 memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas karena memadukan perlindungan fisik pantai dengan rehabilitasi ekosistem mangrove. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, inovasi ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan pesisir di Kalimantan Barat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Penanganan Karhutla BWS Kalimantan I Salurkan Dukungan Pompa Air dan Masker di Desa Limbung

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (27/07). Kebakaran dipicu oleh kondisi lahan gambut yang mengering akibat musim kemarau sehingga api mudah menjalar.

Sebagai bentuk respons di lapangan, BWS Kalimantan I menurunkan mesin pompa air untuk membantu proses pemadaman titik api serta membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap guna mengurangi risiko gangguan kesehatan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi BWS Kalimantan I bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai pihak terkait dalam memperkuat pengendalian karhutla.

BWS Kalimantan I mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau ketika lahan gambut sangat rentan terbakar. Kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencegah karhutla, melindungi lingkungan, serta menjaga keselamatan bersama.

Perkuat Penanganan Karhutla, BWS Kalimantan I Turunkan Dukungan Sumber Air di Kubu Raya

Dalam rangka mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satgas Bencana melaksanakan kegiatan monitoring dan mitigasi pada Minggu (26/07) di tiga lokasi rawan karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yakni Kecamatan Sungai Raya di kawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Jalan Sungai Raya Dalam Perumahan Taman Bumi Serdam Indah, serta Desa Limbung. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya air yang dapat dimanfaatkan dalam proses pemadaman serta mendukung upaya penanganan karhutla di wilayah terdampak.

Selama kegiatan berlangsung, Tim Satgas Bencana BWS Kalimantan I meninjau langsung kondisi lapangan di ketiga lokasi guna mengidentifikasi potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai pasokan air untuk mendukung operasi pemadaman. Selain itu, tim juga melakukan koordinasi dan diskusi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya mengenai strategi pemanfaatan sumber daya air agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan terpadu.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya penanggulangan karhutla, BWS Kalimantan I menurunkan pompa air di lokasi-lokasi rawan kebakaran guna mendukung proses pemadaman apabila sewaktu-waktu diperlukan. Untuk memastikan operasional pompa air tetap berjalan optimal, BWS Kalimantan I turut memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada petugas di lapangan sehingga proses pemompaan air dapat berlangsung secara berkelanjutan selama kegiatan penanganan karhutla.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BWS Kalimantan I dalam mendukung penanggulangan bencana melalui penyediaan layanan sumber daya air yang andal. Melalui sinergi lintas sektor, BWS Kalimantan I terus berupaya memperkuat dukungan terhadap penanganan karhutla agar berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi, sehingga mampu melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya.