Inspeksi Pasca Hujan Lebat, Bendungan Rukoh Dipastikan Aman dan Terkendali

Berita Balai

Pengecekan inti bendungan setelah hujan lebat di Bendungan Rukoh
Pengecekan inti bendungan setelah hujan lebat di Bendungan Rukoh

Setelah wilayah sekitar mengalami curah hujan dengan intensitas sangat tinggi selama beberapa hari, tim pemantauan Bendungan Rukoh kembali melakukan inspeksi visual pada 28 November 2025. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya kerusakan yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem yang terjadi secara berturut-turut. Langkah cepat ini menjadi bagian penting dari prosedur pengawasan rutin dalam menjaga keamanan infrastruktur dan keselamatan masyarakat di hilir bendungan. Tim bergerak menelusuri seluruh area yang berpotensi terdampak peningkatan debit air.

Dari hasil inspeksi visual, alhamdulillah secara umum konstruksi Bendungan Rukoh dinyatakan aman dan tidak ditemukan indikasi kerusakan yang dapat mengganggu fungsi operasional bendungan. Pemeriksaan dilakukan pada tubuh bendungan, saluran pelimpah, area tebing rawan erosi, dan fasilitas pendukung lainnya. Meski intensitas hujan tinggi menyebabkan kenaikan muka air, seluruh komponen bendungan tetap bekerja sesuai standar. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem keamanan bendungan berada dalam keadaan terkendali.

Selain memeriksa struktur utama, tim juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem di hari-hari berikutnya. Beberapa titik rawan diperiksa lebih detail untuk memastikan tidak terjadi perubahan kondisi secara signifikan. Petugas di lapangan melaporkan bahwa seluruh instrumen pemantauan berfungsi normal dan mencatat peningkatan volume air dalam batas aman. Kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan stabilitas waduk tetap terkontrol.

Per 28 November 2025 pukul 19.00 WIB, elevasi Muka Air Waduk (MAW) tercatat berada pada angka 86,044 Mdpl dengan volume tampungan sebesar 6.998.168,85 m³. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 4.025.659,85 m³ dibandingkan volume tampungan pada 6 November 2025 yang tercatat 2.972.509,00 m³ pada elevasi 79,000 Mdpl. Meski terjadi kenaikan signifikan, kondisi tersebut masih berada dalam batas desain bendungan dan tidak menimbulkan risiko operasional.

Dengan hasil inspeksi yang menunjukkan kondisi aman, Bendungan Rukoh tetap beroperasi normal dan siap menghadapi potensi perubahan cuaca ke depan. Tingkat keterisian waduk pada pukul 19.00 WIB tercatat 5,439% dari total kapasitas tampungan 128 juta m³, yang berarti masih sangat jauh dari batas maksimum. Tim pemantauan akan terus melakukan observasi rutin untuk memastikan keamanan bendungan terjaga dan fungsi vitalnya sebagai pengendali banjir serta penyedia air baku bagi masyarakat tetap berjalan optimal. (zr)

Berita

berita/66a4e372-4cfa-4e8d-9410-280d93076b82/1764489534.jpg

BWS Sumatera I Salurkan 800 Selimut dan Kasur Lipat untuk Pengungsi Pasca Bencana

berita/e409bf29-0e3f-42e9-a685-444c59eb4537/1764487415.jpg

BWS Sumatera I Serahkan 100 Geobag Tahap Awal untuk Penanganan Banjir di Kabupaten Pidie

berita/a5cf036e-c404-4c60-b90d-9c21722d1047/1764487629.jpg

BWS Sumatera I Lakukan Pembersihan Longsor di Akses Masuk Pintu Gerbang Bendungan Keureuto

berita/346dbdbf-07a4-41c5-af2a-442bd64ab913/1764487832.jpg

Inspeksi Pasca Hujan Lebat, Bendungan Rukoh Dipastikan Aman dan Terkendali

berita/7a953945-5bac-47b2-9e00-661a17fe64c9/1764397316.jpg

Kementerian PU Gelar Rapat Virtual Bahas Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh

berita/acacc28a-a90f-4715-9257-0cca98e17246/1764396732.jpg

BWS Sumatera I Lakukan Normalisasi Sungai di Kutacane Lama