Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Rantau, Percepat Pemulihan Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang

Berita Balai

Menteri PU meninjau Tempat Pemrosesan Akhir Rantau di Aceh Tamiang
Menteri PU meninjau Tempat Pemrosesan Akhir Rantau di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 21/1 — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (20/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur sanitasi pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah fasilitas sanitasi terdampak banjir sehingga memerlukan penanganan cepat dan terukur. Menteri meninjau kondisi bangunan, unit pengolahan, serta akses operasional di kawasan TPA dan IPLT. Pemerintah menargetkan layanan sanitasi dapat kembali berfungsi optimal dalam waktu sesegera mungkin.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa sanitasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terhenti terlalu lama. Gangguan layanan sanitasi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemulihan infrastruktur sanitasi menjadi salah satu prioritas utama pascabencana. Menteri juga meminta seluruh jajaran teknis untuk bekerja cepat namun tetap mengedepankan aspek keselamatan. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mempercepat proses pemulihan.

Selama sepuluh hari terakhir, Kementerian PU melalui  Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh melaksanakan pembersihan intensif di kawasan TPA dan IPLT Rantau. Kegiatan tersebut melibatkan program padat karya dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pembersihan difokuskan pada pengangkutan sedimen, sampah, serta material sisa banjir yang menghambat operasional. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan fungsi dasar fasilitas sanitasi secara bertahap. Kehadiran masyarakat dalam program padat karya turut mempercepat proses pemulihan di lapangan.

TPA dan IPLT Rantau menjadi prioritas penanganan melalui sejumlah langkah teknis yang terukur. Penanganan meliputi pembersihan area utama, perbaikan akses masuk, serta rehabilitasi unit pengolahan lumpur tinja. Selain itu, dilakukan pengecekan struktur bangunan dan sistem pendukung agar kembali beroperasi secara aman. Langkah rehabilitasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan akibat bencana. Pemerintah memastikan setiap tahapan penanganan berjalan sesuai standar teknis yang berlaku.

Menteri Dody menekankan pentingnya keberlanjutan layanan sanitasi pascapemulihan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Infrastruktur sanitasi yang berfungsi dengan baik berperan penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau progres pemulihan hingga seluruh fasilitas kembali beroperasi normal. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan pascabencana. Dengan percepatan pemulihan ini, diharapkan risiko dampak lanjutan akibat bencana dapat diminimalkan.

Berita

berita/0a4dd830-ae78-4cba-97a6-337ae3feb28c/1768896158.jpg

BWS Sumatera I Identifikasi Pendangkalan Sungai Krueng Meureudu Melalui Pengukuran Tampang Sungai

berita/62a2a9af-fad4-4714-bb66-c80c625977c3/1768984057.png

Generasi Muda Kementerian PU Hadir di Lokasi Bencana, Menyemai Harapan dari Reruntuhan

berita/db27cb85-0155-4dc8-84a0-5bed446dd866/1768983436.png

Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Rantau, Percepat Pemulihan Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang

berita/1a4f477d-fd9c-49f4-bb86-4971162b3178/1768879323.jpg

Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Aceh Terus Dipercepat

berita/9eba5723-199d-4728-b776-4aeeeb58061c/1768807344.jpg

BWS Sumatera I Bersihkan Bendung Krueng Aceh di Seulimeum untuk Kurangi Risiko Banjir dan Jaga Irigasi

berita/e345f16f-a194-41a1-b5d8-466d17ef4abf/1768793104.png

Kementerian PU Dorong Pemulihan Lingkungan Pascabanjir melalui Rehabilitasi TPA dan IPLT di Aceh Tamiang