Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
31 May 2022
Dua tahun memimpin, Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech., telah resmi melepas Jabatan sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan mendapatkan promosi sebagai Direktur Air Tanah dan Baku (ATAB) dan kini digantikan oleh Maryadi Utama, S.T., M.Si., yang sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII. Acara Pisah Sambut di Gedung Perum Jasa Tirta I dilaksanakan dengan tetap mematuhi prokes pencegahan Covid-19, Selasa (31/05/2022) dan dihadiri oleh pejabat dan karyawan di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf jika selama dua tahun memimpin sebagai Kepala BBWS Bengawan kadang kala ada hal yang kurang berkenan. Agus Rudyanto juga menyampakain bahwa seluruh perjalanan selama di BBWS Bengawan Solo akan selalu terkenang di hati. “Saya menyampaikan permohonan maaf jika selama dua tahun memimpin terkadang ada hal yang kurang berkenan. Saya mohon doa restu dan semoga BBWS Bengawan Solo bisa terus kompak, guyub, dan rukun,” paparnya. Dalam sambutan sekaligus perkenalan Maryadi Utama, S.T., M.Si., mengucapkan Kulo Nuwun dan mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan. Maryadi Utama juga menceritakan kembali kisahnya yang dulu sempat menjabat sebagai Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo di tahun 2016. “Terima kasih atas sambutannya dan kami akan terus memberikan support kepada Bapak Dr. Ir. Agus Rudyanto M.Tech., atas tugas yang baru. Semoga kedepannya kita semua kompak dan berkah selalu di BBWS Bengawan Solo,” paparnya. Selamat Datang Bapak Maryadi Utama, S.T., M.Si.,! (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar kegiatan Pembahasan Hasil Uji Coba Pengaliran bersama di kantor BBWS Bengawan Solo Pabelan, Kartasura, Sukoharjo pada Rabu, (28/04/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan sehubungan pelaksanaan Audit Teknis Neraca Air Wilayah Sungai Bengawan Solo khususnya Bendung Gerak Sembayat oleh Direktorat Kepatuhan Intern pada beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, neraca air atau water balance merupakan bagian dari keilmuan hidrometorologi yang menggambarkan hubungan antara inflow (aliran masuk) dengan outflow (aliran keluar) pada suatu wilayah selama periode tertentu. Dengan adanya Audit Teknis Neraca Air dapat diketahui apakah jumlah air pada suatu wilayah mengalami kelebihan (surplus) atau kekurangan (defisit) sehingga neraca air dapat diatur sebaik-baiknya. Audit Teknis Neraca Air dapat mengetahui kondisi penggunaan air atau kebutuhan air dibandingkan dengan jumlah air yang tersedia yang hasilnya dapat digunakan untuk informasi sumber daya air bagi masyarakat atau berbagi instansi. Kegiatan pembahasan Hasil Uji Coba Pengaliran dihadiri oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si, dan Feriyanto Pawenrusi,ST., MT. dari Direktorat Air Tanah dan Air Baku (ATAB) yang mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo untuk memimpin acara beserta Tim Audit Teknis Neraca Air. "Balai Besar Wilayah Bengawan Solo sangat dibantu untuk mengetahui bagaimana metode atau hasil analisis yang sudah dilakukan sehingga diketahui apabila nanti memang diperlukan perbaikan di masa datang,” papar Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si papar Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si, Lebih lanjut, Feriyanto Pawenrusi, ST., MT. menambahkan jika kegiatan Hasil Uji Coba Pengaliran tersebut berlangsung dengan Tim Neraca Air yang menyampaikan hasil di lapangan. Kemudian, dilanjutkan oleh diskusi yang nantinya data-data yang diterima akan memperkuat hasil yang ada di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Karena menurutnya, ada beberapa hal yang harus disinergikan bersama-sama dari hasil awal dan hasil akhir. Di akhir acara, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si, menuturkan kesimpulannya terkait kegiatan Hasil Uji Coba Pengaliran tersebut. “Dengan kegiatan ini yakni dengan adanya masukan, saran, dan diskusi akan menjadi sarana untuk perbaikan,” paparnya. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Percepatan Pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 di Ruang Rapat R.A. Dandang Watjono, Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (09/04/2021). Rakor tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam pertemuan ini, membahas rencana pengelolaan dan pengembangan sumber daya air di Kabupaten Tuban seperti rencana percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke, Avour Kuwu, dan Waduk Jadi. Rakor tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pejabat dan staf BBWSBS, serta jajaran pejabat kedinasan di lingkungan Provinsi Jawa Timur. Luapan air dari Sungai Bengawan Solo yang terjadi hampir menyebabkan kerugian sosial-ekonomi bagi masyarakat terutaman di bagian hilir. Salah satu solusinya, adalah pembuatan ring dyke (tanggul keliling) di wilayah Kabupaten Tuban dan Lamongan, Jawa Timur. Lokasi proyek Jabung Ring Dyke berada di Kecamatan Widang, Tuban, yakni Desa Mlangi dan Kujung. Dan lokasi yang berbatasan langsung di daerah hilir, yakni Desa Jabung, Kecamatan Laren, Lamongan dengan luas waduk sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km. Sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., Sekda Tuban, menyampaikan terkait ada 13 kegiatan terkait Percepatan Pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 di Tuban, dan empat diantaranya menjadi kewenangan BBWSBS, namun untuk saat ini akan dilaksanakan pembahasan tiga proyek penanganan banjirnya. “Semoga melalui pertemuan ini dapat diinvetarisasi dan monitoring-evaluasi oleh seluruh stakeholder di Pemkab Tuban, sehingga dapat menjelaskan progres-progres Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk penanganan banjir, kepada masyarakat,” ujarnya. Wakil Bupati Tuban, Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si., memohon agar proyek Jabung Ring Dyke dan Avour Kuwu segera dapat dipercepat pelaksanaannya, terutama yang menyangkut masalah hukum, karena dua proyek tersebut saling berkaitan dan masyarakat petani yang paling terdampak. “Selain itu, proyek Waduk Jadi kami harap juga dapat segera terlakasana. Sebab, permasalahan banjir di kawasan sebelah barat Tuban, yang menggenangi area persawahan dan permukiman, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gagal panen pada ratusan hektar lahan pertanian,” harapnya. Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.M., M.D.M., memaparkan bahwa penyebab banjir di Avour Kuwu disebabkan oleh adanya sedimentasi (sampah) di pintu banjar Avour Kuwu, sedimentasi pada saluran Gendong di sepanjang Jabung Ring Dyke serta kondisinya yang belum dapat digenangi. “Dengan adanya Jabung Ring Dyke, nantinya akan memberikan manfaat sebagai penyediaan air baku sebesar 30,5 juta m3 untuk potensi perikanan tangkap. Untuk jumlah area irigasi yang dapat dialiri dengan air waduk pada saat musim kemarau bisa mencakupi sekitar 5.000 Ha dengan debit sebesar 1 lt/dt/Ha melalui 29 pintu air, sehingga diharapkan hasil panen meningkat dengan ketersediaan air sepanjang tahun,” paparnya. Selain itu, Jabung Ring Dyke juga dapat menampung sementara debit banjir besar (Q50 tahunan) untuk mengurangi resiko dampak banjir terhadap pemukiman, jalan dan bangunan infrastruktur di daerah kabupaten Lamongan, Tuban, dan sekitarnya sebagaimana pernah terjadi banjir pada tahun 2007, 2008, dan 2009. Terkait manfaat sosial-ekonominya, yakni pemenuhan keperluan air minum dan industri kecil yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. Serta, berpotensi pariwisata air yang akan menumbuhkan usaha baru masyarakat sekitar. BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan Pemkab Tuban dalam hal pengelolaan sumber daya air (SDA) agar masyarakat di sekitar Tuban dapat merasa aman dan terpenuhi kebutuhan airnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Diskusi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) Wilayah Sungai Bengawan Solo di Gedung Jasa Tirta, Sukoharo, Sabtu (10/04/2021). Acara ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diskusi ini selain diikuti oleh Komunitas Peduli Sungai dan Komunitas Peduli Waduk, juga diikuti oleh akademisi dan mahasiswa yang nantinya akan terjun dan terlibat langsung dengan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keberlangsungan lingkungan wilayah sungai harus djaga dan dipelihara bersama. Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si selaku Kepala Bidang O & P SDA Benagwan Solo menyampaikan bahwa kegiatan GN-KPA yang sudah dilaksanakan BBWS Bengawan Solo dalam rangka memperingati Hari Air Dunia Tahun 2021 yaitu bekerja sama dengan Komunitas Peduli Waduk melakukan penanaman pohon di greenbelt bendungan secara bertahap yaitu di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar 100 pohon; Waduk Pacal, Kabupaten Bojonegoro 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 25.000 ekor; Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 5000 ekor; serta Waduk Ketro, Kabupaten Sragen 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 5000 ekor. “Nah pohon yang sudah kita tanam ini sekitar 600 pohon, nantinya secara bertahap akan kita laksanakan dan tentunya diikuti dengan monitoring dan evaluasinya,” sambungnya. Ketua Sekretariat GN-KPA Kementerian PUPR Ir. Sumudi Kartono, SP1 menyampaikan arahan Menteri PUPR bahwa semua infrastruktur PUPR itu harus dihijaukan dengan tanaman-tanaman yang memiliki nilai ekonomis terutama buah-buahan agar nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Jangan hanya membudayakan menanam tanaman saja, tetapi menumbuhkan, sehingga pohon yang sudah ditanam harus dirawat agar tumbuh besar dan mengasilkan buah tersebut. “Mari kita kelola dan jaga air ini, kita manfaatkan dan selamatkan air ini bersama agar kelestarian sumber daya air dapat terjaga sampai generasi yang akan datang, saya berharap acara seperti ini bisa sering dilakukan dengan komunitas-komunitas, dan tentunya kalangan akademisi agar nantinya bisa disosialisasikan kepada generasi-generasi muda,” tutupnya. Akhmad Ramdhon S.Sos, MA selaku Akademisi sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) mengaku sangat senang bisa diajak dalam diskusi ini. Dengan acara seperti ini diharapakan terjadinya sinergitas antara instansi pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Untuk diketahui, kegiatan GN-KPA ini sesuai dan selaras dengan misi ke-lima dari Kementerian PUPR yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan kedaulatan energi guna mendukung sektor-sektor domestik dalam rangka kemandirian ekonomi di seluruh Indonesia(BBWSBS/kharis).
Baca Selengkapnya