Berita Balai


Berita Balai,

Kesiapsiagaan Infrastruktur Sumber Daya Air Hadapi  Godzilla El Nino

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

20 April 2026

<div>#KoncoBengawan, menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang, BBWSBS terus memperkuat langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan air untuk mendukung aktivitas masyarakat.<br><br></div><div>Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air di tengah ancaman “Godzilla” El Nino. Dengan pengelolaan yang terencana dan kolaboratif, distribusi air tetap terjaga demi mendukung kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian.</div><div><br></div><div><strong>Apa itu "Godzilla" El Nino ?</strong><br>Istilah "Godzilla" digunakan untuk menggambarkan kondisi fenomena El Nino dengan kekuatan yang jauh lebih besar dengan dampak jangkauan yang lebih luas.</div><div><br></div><div>El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengan dan timur yang berdampak pada perubahan pola iklim global.<br><br></div><div>Sementara itu, El Nino juga bakal diperkuat dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut di dekat Sumatera dan jawa, sehingga menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.<br><br></div><div>Secara sederhana, kondisi ini menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan panjang dari biasanya di tahun ini yang di prediksi akan terjadi sejak April hingga Oktober 2026.<br><br></div><div>Source : BKMG dan BRIN<br><br></div><div><strong>Dampak El Nino</strong><br>-Kekeringan<br> -Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)<br> -Suhu udara yang lebih panas<br><br></div><div>Source : BRIN<br><br></div><div><strong>Infrastruktur SDA di WS Bengawan Solo untuk antisipasi musim kemarau yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur<br></strong><br></div><div>39 Bendungan<br>91 Embung<br>982 Sumur JIAT<br>64PAH dan ABSAH<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Cerita Petani Desa Demakijo - Petani Semakin Mandiri dan Produktif

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

13 November 2025

<div>Dalam rangka mendukung tercapainya swasembada pangan nasional, BBWSBS terus berupaya meningkatkan infrastruktur irigasi melalui berbagai program strategis. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat petani di wilayah kerja BBWSBS.<br><br>Kegiatan P3-TGAI di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi bukti nyata kontribusi Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWSBS dalam memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat sekitar. Melalui peningkatan ketersediaan air irigasi, produktivitas pertanian semakin optimal, lapangan kerja baru terbuka, serta ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat kian meningkat.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

15 February 2021

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021). Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato. Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik. Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras. “Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya. Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana

10 October 2018

Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahan kepada masyarakat terkait dengan antisipasi musim kemarau yang akan berlangsung hingga bulan November 2018 dan persiapan memasuki musim hujan tahun 2018-2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Diskusi tentang Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana di Pintu Masuk Pasar Gede Surakarta, Selasa (09/10/2018). Dalam keiatan tersebut dihadiri oleh Dinas PUSDATARU Prov. Jateng, Kalakhar BPBD Prov. Jateng, Staklim Semarang BMKG Jateng, PPK O&amp;P SDA I BBWS Bengawan Solo Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MT, serta masyarakat Kota Solo. Bencana yang paling umum terjadi saat musim pancaroba adalah angin puting beliung. Musim pancaroba biasanya suhu udara berubah menjadi lebih panas dan gerah, disertai datangnya angin kencang, terjadinya awan gelap yang relatif singkat serta hujan deras. Hal tersebut sangat memberikan potensi besar terjadinya angin puting beliung dan banjir. Pengenalan tentang mitigasi kebencanaan menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat untuk antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan  apabila terjadi bencana(DATINBBWSBS)

Baca Selengkapnya