Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Balai Teknik Bendungan melaksanakan Diskusi Teknis Pembahasan Uji Model Fisik Hidraulik Bendung Gerak Karangnongko secara virtual, Selasa (09/03/2020. “Model Test Saluran Pengelak Bendung Gerak Karangnongko telah melalui berbagai tahapan pengujian yaitu Running Test, Original Design dan Development Test” Jelas Ali Rahmat ST, MT selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA). Pada kesempatan kali ini Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya berkesempatan melakukan presentasi Uji Model Test Pola Operasi Pintu Bendung Gerak Karangnongko secara virtual yang terdiri dari Operasi Pintu dengan Q20, Q50, Q1000 dan QPMF. Dari hasil pengujian laboraturium pada Q20 tidak direkomendasikan pintu dioperasikan secara seri bersama untuk 3 buah pintu, sebagai contoh untuk pintu 4,5,6. Karena secara hidrolik dari hasil pengujian model test terjadi sirkulasi aliran melingkar di peredam energi ke arah kiri dan kanan membentur dinding sayap peredam energi. Rencananya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha (bbwsbs/sita).
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 May 2026
<div>Tanggul adalah bangunan di sepanjang sungai yang berfungsi menahan dan mengendalikan luapan air agar tidak melimpas ke permukiman, lahan pertanian, maupun fasilitas umum. Keberadaan tanggul menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah dan mengurangi risiko banjir.<br><br></div><div>Dengan perencanaan dan perhitungan yang matang, tanggul dirancang untuk mampu menahan debit air saat musim hujan atau ketika tinggi muka air sungai meningkat. Hal ini dilakukan agar perlindungan yang diberikan dapat bekerja secara optimal.<br><br></div><div>Melalui fungsi tersebut, tanggul membantu menjaga keselamatan masyarakat serta meminimalkan potensi kerugian akibat banjir.</div><div><br></div><div>Tanggul adalah bangunan persungaian utama yang berfungsi untuk melindungi kehidupan dan harta benda terhadap genangan-genangan yang disebabkan oleh banjir.<br><br></div><div>Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian PUPR, hlm. 34.</div><div><br></div><div>Bahan Pembuatan Tanggul<br><br></div><ol><li>Konstruksi Tanah</li><li>Bahan Pasangan Batu</li><li>Bahan Beton</li></ol><div> </div><div>Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian PUPR, hlm. 34-35<br><br></div><div><strong>Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan tanggul banjir:<br></strong><br></div><ol><li>Alinemen/jalur tanggul tidak banyak menimbulkan masalah sosial</li><li>Jika elevasi muka air banjir di sungai lebih tinggi, pembangunan drainase lokal harus diperhatikan sistemnya</li><li>Dimensi tanggul hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi</li><li>Jenis konstruksi tanggul terhadap material/bahan yang tersedia di lapangan</li><li>Kondisi tanah dasar/pondasi rencana tanggul tidak terletak pada tanah lunak</li><li>Elevasi mercu tanggul/puncak tanggul dihitung berdasarkan elevasi muka air banjir rencana ditambah angka keamanan (tinggi jagaan)</li></ol><div><br></div><div>Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian PUPR, hlm. 36<br><br></div><div><strong>Keuntungan Membangun Tanggul<br></strong><br></div><ol><li>Bangunan tanggul relatif tidak mahal</li><li>Pengisian timbunan dapat dilakukan di lokasi pekerjaan</li><li>Sebagian besar bangunan tanggul dapat dikerjakan dengan menggunakan alat berat tidak diperlukan keahlian tertentu</li><li>Sistem tanggul dapat dengan mudah dilaksanakan secara bertahap (sesuai dengan lokasi yang diprioritasikan)</li></ol><div>Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian PUPR, hlm. 36-37<br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
04 December 2025
<div>BBWSBS mengikuti Upacara Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 pada Rabu (3/12/2025) di Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Semarang, Jawa Tengah.<br><br>Upacara tersebut diikuti oleh para pejabat dan pegawai di lingkungan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian PU Wilayah Jawa Tengah, termasuk Kepala BBWSBS serta perwakilan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBWS Bengawan Solo.<br><br>Peringatan Hari Bakti PU merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen dan konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pembangunan dan pengelolaan infrastruktur yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.<br><br>Semoga semangat pengabdian yang telah diwariskan selama delapan dekade terus menginspirasi insan PU dalam menjaga amanah dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa serta kesejahteraan masyarakat.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>#KoncoBengawan, sudah tahukah kamu dari mana sumer air irigasi pada Daerah Irigasi (D.I). SIM di Provinsi Jawa Timur?<br> <br>Sumber air irigasi pada D.I. SIM berasal dari Sungai Madiun yang dibendung melalui Bendung Jati dengan debit maksimal mencapai 13,48 m3/detik. Sistem ini turut diperkuat oleh delapan bendung suplesi yang memastikan distribusi air tetap terjaga sepanjang musim tanam.<br> <br>Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, air yang mengalir dari Sungai Madiun bukan hanya menghidupi lahan, tetapi juga menjadi komitmen dan semangat BBWSBS dalam mewujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia yang mandiri dan berdaulat.<br><br></div>
Baca Selengkapnya