Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
04 March 2022
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Penjabat Administrator di lingkungan Kementerian PUPR. Pelantikan ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (04/03/2022). Kegiatan ini berlangsung tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, adanya pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian PUPR merupakan sebuah hal yang biasa dalam birokrasi. Dirinya berharap seluruh pegawai di Kementerian PUPR siap melaksanakan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya. “Rotasi dan promosi jabatan merupakan salah satu proses manajemen dalam organisasi untuk peningkatan kinerja di Kementerian PUPR. Jabatan yang akan diemban nanti adalah untuk peningkatan kinerja organisasi Kementerian PUPR," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya. Menteri Basuki berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. “Hari ini secara resmi saya melantik saudara sekalian dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Menjadi insan PUPR harus memiliki kredibilitas yang tinggi" katanya. Adapun pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berharap kedepannya pejabat yang menempati jabatan baru dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Tamara).
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
10 April 2026
<div>Hai #KoncoBengawan<br> <br>Kabar baik bagi kamu yang telah mengikuti proses rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026.<br> <br>Hasil seleksi administrasi serta informasi lengkap mengenai pelaksanaan tes tertulis online dapat diakses melalui barcode di atas atau melalui link:<br> <br>bit.ly/REKRUTMEN-TPM-P3TGAI-2026<br> <br>Jika ada pertanyaan, silakan hubungi narahubung yang tercantum dalam pengumuman.<br> <br>Tetap semangat dan sukses selalu<br><br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
04 December 2025
<div>Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-80, BBWSBS menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di halaman kantor BBWSBS pada Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan Pekerjaan Umum dalam menjaga kelestarian lingkungan.<br> <br>Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman 14 pohon di lingkungan kantor sebagai upaya peningkatan ruang hijau. Selain penanaman di kantor, BBWSBS juga akan melaksanakan penanaman 31 pohon tambahan di kawasan Bendungan Pidekso. Penanaman tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan vegetasi di sekitar infrastruktur sumber daya air.<br> <br>Kegiatan ini tidak hanya sebagai bagian dari peringatan Hari Bakti PU, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam rehabilitasi lingkungan. Penambahan vegetasi diharapkan dapat membantu meningkatkan konservasi tanah dan air, memperbaiki kualitas ekosistem, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.<br> <br>Melalui kegiatan ini, BBWSBS terus berupaya mendorong kesadaran bersama akan pentingnya melestarikan lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T.. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama. “Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya. Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia. Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah. “Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya. Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. “Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya. Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah. Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater. “Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)
Baca Selengkapnya