Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo, pada Jumat (07/05/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan sosialisasi memegang peranan cukup penting dalam kelancaran pekerjaan, untuk itu sosialisasi perlu dilaksanakan secara menerus mengikuti tahapan, mulai dari tahap pra konstruksi yang dilaksanakan oleh pimpinan proyek dibantu konsultan dengan kegiatan antara lain berupa penjelasan dan diskusi dengan instansi-instansi yang terkait, tokoh-tokoh maupun masyarakat langsung. Sampai dengan sosialisasi pada tahap konstruksi, yakni kegiatan yang dilaksanakan bersama oleh konsultan kontraktor dan tim proyek. Pada tahapan ini lebih terfokus pada kelancaran, meliputi pelaksanaan di lapangan, serta koordinasi dengan instansi yang terkait langsung di lapangan, koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat sehubungan dengan jadwal dan juga metode pelaksanaan. Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturichman S., S.T., M.T., menyampaikan bahwa kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata. “Kami juga menerima masukan-masukan sepanjang masih masuk dengan kuantitas yang ada, agar selaras nantinya. Selain itu fasilitas-fasilitas penunjang yang ada dapat disesuaikan. Kami juga berpesan kepada pihak penyedia jasa konstruksi agar dalam pengerjaan nantinya dapat berjalan dengan baik, dan tetap menjaga kondusifitas, keamanan, maupun kenyamanan lingkungan sekitar, utamanya wilayah Kandang Menjangan ini,” pesannya. Kegiatan sosialisasi tersebut juga akan dilakukan pada setiap tahapan-tahapan pekerjaan, baik tahapan pengukuran ke lokasi, pengadaan stock yard yang memungkinkan akan memakai lahan warga sebagai tempat penampungan material sementara selama berlangsungnya pekerjaan konstruksi, serta akses mobilitas sekaligus penggunaan alat-alat berat ke lokasi pekerjaan. Sebagai informasi, proyek Pembangunan Embung Kandang Menjangan di Sukoharjo dilaksanakan oleh BBWSBS dengan penyedia jasa PT. Dwi Ponggo Seto dan konsultan supervisi PT. Retracindo Konsultan Indonesia KSO CV Monumental, dengan nilai kontrak Rp12.452.042.002. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan empat kontrak yang didanai oleh World Bank melalui dana Dam Operational Improvement Safety Project (DOISP) Phase 2 di lingkungan satuan kerja (satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Senin (16/8/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disaksikan oleh jajaran Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp21.600.065.165 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender penyedia jasa Aura Sinar Baru – Inti Jawa Tehnik, KSO dan Supervisi Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp985.300.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Suwanda Karya Mandiri yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA III, Pranata Setyo Kuntoro, S.T. Kemudian, untuk paket Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Tengah senilai Rp6.348.400.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Kwarsa Hexagon dan Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 8.668.000.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Intimulya Multikencana KSO PT. Tuah Agung Anugrah. yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA I, Ratih Nilam Sari, ST, MPSDA. Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berpesan bahwa dalam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan tepat waktu. “Dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya, kami berharap agar tetap menjaga sekaligus memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasinya. Semoga semua pekerjaan dapat berjalan lancar serta sesuai target,” ujarnya. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan untuk semua penyedia jasa untuk selalu menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Dan jika ada masalah-masalah di lapangan untuk bisa dikonsultasikan. Semoga semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
14 December 2025
<div>Tanggap darurat bencana akibat daya rusak air adalah upaya cepat yang dilakukan saat bencana terjadi, seperti banjir, tanah longsor, atau bencana lain akibat daya rusak air. Tujuannya sederhana, yaitu menyelamatkan warga dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.<br> <br>Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari evakuasi, penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penanganan kondisi darurat di lapangan. Semua langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali aman dan tertangani dengan baik.<br> <br>Penanganan darurat membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah bergerak cepat melalui tim di lapangan, sementara masyarakat juga berperan penting dengan membantu memberikan informasi, mengikuti arahan, dan mendukung proses penanganan.<br> <br>BBWSBS terus mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita bisa memperkuat ketangguhan dalam menghadapi bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br>@kementerianpu<br>@pu_sda<br> <br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Selasa, (10/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di kabupaten Madiun. Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun yang akan dikerjakan meliputi pekerjaan rehab bendung, penggantian pintu intake, penggantian pintu penguras, pekerjaan rehab sypon, pekerjaan rehab saluran primer (lining saluran), dan pekerjaan normalisasi saluran sekunder. Dalam arahannya, Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I SIM di Kabupaten Madiun bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya. Sebagai informasi, sumber air irigasi pada D.I SIM berasal dari sungai Madiun yang dibendung di Bendung Jati. Bendung Jati dibangun pada tahun 1911 dengan debit maksimal 4.000 lt/d dan didukung oleh 8 bendung suplesi dengan total kebutuhan air D.I SIM sebesar 14.529 lt/dt. Dari kegiatan tersebut diketahui progres pengerjaan D.I SIM di Kabupaten Madiun sudah mencapai 53,97% pada Agustus 2021. Sedangkan rencana pekerjaan memiliki target sebesar 49,21% pada Agustus 2021. Tak hanya melakukan monitoring progres pekerjaan, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi pejabat dan staf, melakukan kegiatan lanjutan dengan berkunjung ke Kantor Bupati Madiun, Jawa Timur. Bupati Madiun, Ahmad Dawami, menyambut kedatangan rombongan BBWSBS dan memberikan sambutannya serta mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh BBWSBS untuk kabupaten Madiun. Acara tersebut sebagai rangkaian kegiatan 6 kerja BBWSBS di wilayah Madiun sekaligus ajang silaturahmi yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya