Berita Balai,
03 February 2026
<div>BBWSBS bergerak cepat melakukan penanganan darurat limpasan Sungai Lamong di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto melalui pemasangan geobox sebagai penguat tanggul untuk menahan limpasan air dan melindungi masyarakat sekitar.<br><br>Penanganan diselesaikan dengan total panjang 148 meter melalui pemasangan geobox dan bronjong pasir guna memperkuat tebing sungai serta mengurangi risiko erosi.<br><br>Melalui langkah ini, BBWSBS terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan sumber daya air yang andal dalam mendukung pengurangan risiko bencana serta keselamatan Masyarakat.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>Pembangunan jaringan irigasi bukan hanya sebatas menghadirkan saluran baru, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan air bendungan dapat dimanfaatkan secara optimal, efektif, dan merata bagi lahan pertanian.<br><br>Pembangunan jaringan irigasi D.I. Pidekso di Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu upaya penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Pidekso yang memiliki kapasitas tampungan hingga 25 juta m³. Dengan adanya jaringan irigasi ini, petani yang sebelumnya mengandalkan sawah tadah hujan kini mendapatkan kepastian ketersediaan air. Hal ini akan menjadi pondasi kuat dalam mendukung produktivitas pertanian dan swasembada pangan nasional.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 October 2025
<div>#KoncoBengawan, operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi bukan sekadar mengatur buka-tutup pintu air, tapi juga upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap tetes air sampai ke lahan pertanian dengan tepat waktu dan jumlah yang sesuai. Melalui kegiatan pengaturan, pemantauan, hingga perawatan jaringan.<br><br>BBWSBS berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem irigasi di wilayah kerja. Dengan irigasi yang berfungsi optimal, produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Upaya tersebut menjadi fondasi besar bagi terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
14 December 2025
<div>Tanggap darurat bencana akibat daya rusak air adalah upaya cepat yang dilakukan saat bencana terjadi, seperti banjir, tanah longsor, atau bencana lain akibat daya rusak air. Tujuannya sederhana, yaitu menyelamatkan warga dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.<br> <br>Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari evakuasi, penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penanganan kondisi darurat di lapangan. Semua langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali aman dan tertangani dengan baik.<br> <br>Penanganan darurat membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah bergerak cepat melalui tim di lapangan, sementara masyarakat juga berperan penting dengan membantu memberikan informasi, mengikuti arahan, dan mendukung proses penanganan.<br> <br>BBWSBS terus mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita bisa memperkuat ketangguhan dalam menghadapi bencana di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br>@kementerianpu<br>@pu_sda<br> <br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 July 2026
<div>Di tengah musim kemarau, BBWSBS terus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan. Distribusi air bersih dilaksanakan di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jumat (31/7/2026).<br><br>Sebanyak 1 unit truk tangki dengan kapasitas 4.000 liter digunakan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.<br><br>BBWSBS terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait dalam merespons kondisi kekeringan serta mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
25 October 2025
<div>Sebagai langkah nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, BBWSBS melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Timur. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air irigasi yang andal bagi sektor pertanian.<br><br>Program rehabilitasi mencakup 49 Daerah Irigasi di 7 kabupaten, dengan total luas manfaat 5.625,44 hektare dan panjang pekerjaan saluran 49,94 kilometer.<br><br>Melalui rehabilitasi jaringan irigasi ini, BBWSBS terus berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, memperkuat fondasi ketahanan pangan, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.<br><br></div>
Baca Selengkapnya