Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
13 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) II di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/04/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan. Program ini dicanangkan dalam rangka perwujudan Program Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) dan tindak lanjut dari Program Padat Karya sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan ada sebanyak 153 desa di Provinsi Jawa Tengah yang menerima manfaat kegiatan P3TGAI yang meliputi Kabupaten Boyolali 26 desa, Kabupaten Karanganyar 22 desa, Kabupaten Klaten 25 desa, Kabupaten Sragen 24 desa, Kabupaten Sukoharjo 25 desa dan Kabupaten Wonogiri 31 desa. “Pada tahun 2021 BBWSBS mendapatkan alokasi sebanyak 550 Desa penerima P3TGAI untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur,” paparnya. Agus mengatakan pelaksanaan P3TGAI bertujuan untuk merehab irigasi kecil atau desa dan irigasi tersier. Dengan bantuan dana tersebut, semakin banyak sawah petani yang mendapatkan pasokan air irigasi. “Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi,” ujarnya. Dengan adanya pelaksanaan P3TGAI diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa penerima, yang beberapa diantaranya juga merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi Covid-19. Selain bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa. Program padat karya Kementerian PUPR juga mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
25 October 2025
<div>Sebagai langkah nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, BBWSBS melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Timur. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air irigasi yang andal bagi sektor pertanian.<br><br>Program rehabilitasi mencakup 49 Daerah Irigasi di 7 kabupaten, dengan total luas manfaat 5.625,44 hektare dan panjang pekerjaan saluran 49,94 kilometer.<br><br>Melalui rehabilitasi jaringan irigasi ini, BBWSBS terus berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, memperkuat fondasi ketahanan pangan, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.<br><br><a href="https://www.instagram.com/kementerianpu/">@kementerianpu</a><br><a href="https://www.instagram.com/pu_sda/">@pu_sda</a><br><br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
06 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Balai Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2021 Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) II di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Selasa – Kamis (6-8/4/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pada kesempatan ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat dan karyawan di lingkungan BBWSBS, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta Kepala Desa (Kades) Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sragen. P3TGAI merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi. Total penerima manfaat kegiatan P3TGAI TA 2021 PPK OP SDA II Ada sebanyak 153 desa antara lain Kabupaten Boyolali 26 desa, Kabupaten Karanganyar 22 desa, Kabupaten Klaten 25 desa, Kabupaten Sragen 24 desa, Kabupaten Sukoharjo 25 desa dan Kabupaten Wonogiri 31 desa. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda prioritas untuk memperkuat infrastruktur yang ditujukan untuk mendukung aktivitas perekonomian dan mendorong pemerataan pembangunan nasional. “Kegiatan sosialisasi memberi manfaat dan meningkatkan pengetahuan. Saya berharap dukungan dari semua pihak yang terkait khususnya P3A dan kepala desa untuk mensukseskan pelaksanaan program P3TGAI ini, program dari petani, oleh petani dan untuk petani,” ujarnya. Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA II BBWSBS, Sigit Budi Widigdyo, ST mengatakan kegiatan P3TGAI merupakan kegiatan normalisasi jaringan irigasi atau pekerjakan tanah tanpa menggunakan alat berat atau perbaikan jaringan irigasi. “Sasaran pelaksanaan P3TGAI yang pertama pemberdayaan P3A, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air [GP3A] dan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air [IP3A] dalam kegiatan teknis rehabilitasi jaringan irigasi dan pembangunan jaringan irigasi. Kedua Rehabilitasi jaringan irigasi untuk perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula. Ketiga adalah peningkatan jaringan irigasi untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irihasi yang sudah ada. Terakhir adalah pembangunan jaringan irigasi untuk penyediaan jaringan irigas di wilayah tertentu yang belum ada jaringan irigasinya,” katanya. Staf Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Firmansyah, SH berpesan kepada desa yang menerima P3TGAI agar melaksanakan pekerjakan sesuai arahan. “Untuk desa yang menerima P3TGAI kami harap agar mengerjakan program tersebut secara tepat waktu, tertib administrasi, dan tertib anggaran,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 September 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar pengajian dengan mengundang sejumlah santri di kawasan Bendungan Gongseng, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, (21/09/2020) malam. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan santri di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan pengajian dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pada 22.00 WIB. BBWS Bengawan Solo berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi serta ukhuwah islam keluarga besar. Pengajian rutin kali ini cukup spesial lantaran merupakan sebagian rangkaian kegiatan sebelum melakukan pengisian awal air (impounding) Bendungan Gongseng pada Rabu (22/09/2021). Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, pengajian ini pun tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng memiliki kapasitas tampungan air total 22,43 juta m3. Bendungan ini mempunyai lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektar, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 m3/detik, serta berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang meluangkan waktunya untuk menghadiri pengajian. Tak hanya itu, Agus Rudyanto juga berharap agar diberikan kelancaran dalam impounding Bendungan Gongseng. "Semoga dengan diadakannya pengajian ini kita diberikan kelancaran dalam kegiatan impounding Bendungan Gongseng. Kita harap nantinya Bendungan Gongseng dapat membawa banyak berkah bagi kita semua terutama masyarakat setempat di sekitar bendungan," paparnya.(BBWSBS/Safira Dita)
Baca Selengkapnya