Berita Balai


Berita Balai,

Setahun Berdampak, Bangun Kemandirian Pangan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

26 October 2025

<div><br></div><div>Dari bendungan besar hingga saluran kecil di pelosok desa, setiap aliran air adalah kerja nyata untuk ketahanan pangan bangsa.<br><br>Presiden @prabowo selalu menekankan pentingnya ketersediaan air sebagai kunci untuk mencapai swasembada pangan nasional.<br><br>Kementerian PU menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperluas jaringan irigasi, membangun bendungan,<br>dan melibatkan rakyat dalam program padat karya agar manfaatnya terasa langsung. Karena kedaulatan pangan dimulai dari air yang mengalir, dan dari kerja bersama seluruh anak bangsa.<br><br>Menteri @dody_hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU dalam melaksanakan arahan Presiden melalui percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai strategi jangka panjang sektor pangan.<br><br>Program ini merupakan bagian dari gerakan “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak”<br>dalam mewujudkan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.<br><br>@bakom.ri</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Rencana Tindak Lanjut Pengendalian Banjir Kali Lamong

24 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara rapat koordinasi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., di Ruang Putri Cempo, kompleks Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Acara rakor tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rakor, turut membahas rencana tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong. Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengebut normalisasi sungai dengan luas DAS total sekitar 720 Km2 tersebut. Namun, dalam pengerjaan terbentur aturan serta kewenangan daerah yang hanya meliputi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa untuk percepatan pengerjaan Pemkab Gresik meminta pembagian tugas kepada BBWSBS yang nantinya akan disepakati dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). “ Kami berharap segera dilakukan penandatanganan MoU, agar kami bisa segera bergerak dan membantu menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimentasi Kali Lamong, dan inisiatif dari kami ini juga memiliki payung hukum yang jelas. Sebab saat musim hujan luapan Kali Lamong tidak hanya terjadi pada induk sungai saja tetapi juga anak sungainya,” terangnya. Sementara itu, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS menegaskan, pihak BBWSBS siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong, asalkan lahannya pun sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan pada tahun 2021 ini, ini bisa terserap sepenuhnya. “Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, kami dari BBWSBS siap menganggarkan kalau tanahnya juga sudah siap. Tergantung dari Pemkab Gresik, mudah-mudahan sudah siap semua jadi tinggal menunggu," terangnya. Terkait kewenangan Pemkab Gresik dalam pembebasan lahan, rencananya akan dilakukan mulai April 2021 mendatang. Tanah tersebut ada yang berstatus milik warga, sehingga harus dibebaskan untuk melakukan proyek normalisasi Kali Lamong. Adapun untuk rencana prioritas proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang akan dilakukan oleh BBWSBS meliputi rencana konstruksi parapet beton dan tanggul tanah di Desa Jono, rencana konstruksi parapet beton di Desa Tambak Beras pada titik jebolan tanggul non teknis yang mengakibatkan banjir. Selanjutnya, rencana tanggul-tanggul yang belum tersambung dan normalisasi sungai pada area-area yang kritis. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

BBWSBS Monitoring Rehabilitasi D.I. Pacal - Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>Dalam rangka pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan, Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), Arbor Reseda, Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Ritular, beserta jajaran, melakukan kunjungan kerja ke lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pacal pada Rabu (6/8/2025) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.<br><br>Pekerjaan rehabilitasi D.I. Pacal saat ini telah mencapai progres ± 15,6%. Jaringan irigasi tersebut merupakan salah satu D.I. Premium di wilayah kerja BBWSBS yang memperoleh pasokan air dari Bendungan Pacal dan Bendungan Gongseng.<br><br>Gatut Bayuadji menyampaikan bahwa BBWSBS akan mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan melalui penyusunan action plan yang terukur untuk memastikan target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai tepat waktu pada Desember 2025.<br><br>Optimalisasi fungsi D.I. Pacal diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas lahan pertanian di wilayah hilir Bengawan Solo, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Sinergitas Pemantauan dan Pengawasan Sumber Daya Air di Wilayah Kerja BBWSBS Provinsi Jawa Timur

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

11 November 2025

<div>Sebagai upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air, BBWSBS melaksanakan kegiatan “Sinergitas Pemantauan dan Pengawasan Sumber Daya Air di Wilayah Kerja BBWSBS Provinsi Jawa Timur”, bertempat di Aula Muchtaruddin, Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VI Surabaya, pada Kamis (6/11/2025).<br><br>Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, yang hadir secara daring melalui Zoom, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Dengan cakupan wilayah kerja meliputi sembilan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan pemanfaatan sumber daya air yang tertib, adil, dan berkelanjutan.<br><br>Melalui kegiatan ini, dilakukan penyelarasan langkah pengawasan serta penegakan terhadap pelanggaran pemanfaatan sumber daya air di wilayah kerja BBWSBS, khususnya di kawasan Jawa Timur. BBWSBS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mewujudkan tata kelola sumber daya air yang efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.<br><br><br></div>

Baca Selengkapnya