Berita Balai,
30 October 2025
<div>Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, didampingi Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji beserta jajaran meninjau dua lokasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Jawa Tengah, yaitu pembangunan JIAT di Desa Trobayan, Kabupaten Sragen serta Rehabilitasi JIAT di Desa Krendowahono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Sabtu (20/9/2025).<br><br>Kehadiran JIAT tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan air untuk pertanian sekaligus mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Program kerja tersebut merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak-Berdampak” dalam menjalankan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto.<br><br>Melalui pembangunan JIAT, para petani kini merasakan manfaat nyata yang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produksi pangan daerah.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
08 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro di kantor BBWS Bengawan Solo, Kamis (07/10/2021). Kegiatan kunjungan yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus beserta jajarannya tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kegiatan kunjungan tersebut dimaksudkan dalam rangka konsultasi dan koordinasi kesepakatan sinergitas percepatan pembangunan Infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro dengan BBWS Bengawan Solo terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Pejok dan infrastruktur lain di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dalam koordinasi tersebut, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT memaparkan jika AMDAL dan LARAP (Land Lqusition Resetlement Action Plan) sudah memasuki tahap desain sehingga harapannya akhir tahun dapat melalui sidang teknis untuk sertifikasi desain. Ali Rahmat menyebut agar bisa dibangun kesepakatan sinergitas terkait percepatan pembangunan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. “Terkait rencana pembangunan Bendungan Pejok, menjadi salah satu infrastruktur SDA yang masuk dalam pola Wilayah Sungai Bengawan Solo, sehingga kami BBWS Bengawan Solo akan senantiasa mendukung rencana pembangunan bendungan tersebut” paparnya. Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro mengharapkan kerjasama dari pihak BBWS Bengawan Solo selalu terjalin demi tercapainya percepatan infrastruktur SDA di Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan seperti ini merupakan sarana komunikasi yang baik antara BBWS Bengawan Solo dan Dinas Pekerjaan Umum SDA Kabupaten Bojonegoro. Segala masukan, kritik, saran dan rekomendasi sangat bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan dan pemeliharaan khususnya untuk infrastruktur SDA. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Percepatan Pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 di Ruang Rapat R.A. Dandang Watjono, Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (09/04/2021). Rakor tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam pertemuan ini, membahas rencana pengelolaan dan pengembangan sumber daya air di Kabupaten Tuban seperti rencana percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke, Avour Kuwu, dan Waduk Jadi. Rakor tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pejabat dan staf BBWSBS, serta jajaran pejabat kedinasan di lingkungan Provinsi Jawa Timur. Luapan air dari Sungai Bengawan Solo yang terjadi hampir menyebabkan kerugian sosial-ekonomi bagi masyarakat terutaman di bagian hilir. Salah satu solusinya, adalah pembuatan ring dyke (tanggul keliling) di wilayah Kabupaten Tuban dan Lamongan, Jawa Timur. Lokasi proyek Jabung Ring Dyke berada di Kecamatan Widang, Tuban, yakni Desa Mlangi dan Kujung. Dan lokasi yang berbatasan langsung di daerah hilir, yakni Desa Jabung, Kecamatan Laren, Lamongan dengan luas waduk sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km. Sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., Sekda Tuban, menyampaikan terkait ada 13 kegiatan terkait Percepatan Pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 di Tuban, dan empat diantaranya menjadi kewenangan BBWSBS, namun untuk saat ini akan dilaksanakan pembahasan tiga proyek penanganan banjirnya. “Semoga melalui pertemuan ini dapat diinvetarisasi dan monitoring-evaluasi oleh seluruh stakeholder di Pemkab Tuban, sehingga dapat menjelaskan progres-progres Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk penanganan banjir, kepada masyarakat,” ujarnya. Wakil Bupati Tuban, Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si., memohon agar proyek Jabung Ring Dyke dan Avour Kuwu segera dapat dipercepat pelaksanaannya, terutama yang menyangkut masalah hukum, karena dua proyek tersebut saling berkaitan dan masyarakat petani yang paling terdampak. “Selain itu, proyek Waduk Jadi kami harap juga dapat segera terlakasana. Sebab, permasalahan banjir di kawasan sebelah barat Tuban, yang menggenangi area persawahan dan permukiman, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gagal panen pada ratusan hektar lahan pertanian,” harapnya. Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.M., M.D.M., memaparkan bahwa penyebab banjir di Avour Kuwu disebabkan oleh adanya sedimentasi (sampah) di pintu banjar Avour Kuwu, sedimentasi pada saluran Gendong di sepanjang Jabung Ring Dyke serta kondisinya yang belum dapat digenangi. “Dengan adanya Jabung Ring Dyke, nantinya akan memberikan manfaat sebagai penyediaan air baku sebesar 30,5 juta m3 untuk potensi perikanan tangkap. Untuk jumlah area irigasi yang dapat dialiri dengan air waduk pada saat musim kemarau bisa mencakupi sekitar 5.000 Ha dengan debit sebesar 1 lt/dt/Ha melalui 29 pintu air, sehingga diharapkan hasil panen meningkat dengan ketersediaan air sepanjang tahun,” paparnya. Selain itu, Jabung Ring Dyke juga dapat menampung sementara debit banjir besar (Q50 tahunan) untuk mengurangi resiko dampak banjir terhadap pemukiman, jalan dan bangunan infrastruktur di daerah kabupaten Lamongan, Tuban, dan sekitarnya sebagaimana pernah terjadi banjir pada tahun 2007, 2008, dan 2009. Terkait manfaat sosial-ekonominya, yakni pemenuhan keperluan air minum dan industri kecil yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. Serta, berpotensi pariwisata air yang akan menumbuhkan usaha baru masyarakat sekitar. BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan Pemkab Tuban dalam hal pengelolaan sumber daya air (SDA) agar masyarakat di sekitar Tuban dapat merasa aman dan terpenuhi kebutuhan airnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
19 March 2026
<div>Hai #KoncoBengawan,<br> <br>Dalam rangka mendukung kesiapsiagaan arus mudik Idulfitri 1447 H, pada Rabu, 18 Maret 2026, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan ke Posko Gabungan Ngawi untuk meninjau kesiapan jalur mudik pada ruas Solo–Mojokerto. Peninjauan ini bertujuan memastikan kondisi infrastruktur pendukung tetap aman dan terkendali, khususnya pada titik-titik rawan banjir.<br> <br>Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji, beserta jajaran dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali. Sinergi lintas unit kerja ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan infrastruktur sumber daya air selama periode mudik.<br> <br>BBWSBS telah menyiapkan posko siaga yang tersebar di wilayah hulu, tengah (Madiun), hingga hilir, serta posko gabungan di titik-titik strategis, didukung personel piket dan peralatan pengendalian banjir untuk memastikan respons cepat terhadap potensi genangan di jalur mudik.<br> <br>Sebagai penguatan, BBWSBS juga turut mengikuti rapat koordinasi persiapan arus mudik Idulfitri 1447 H secara daring bersama seluruh BBWS/BWS se-Indonesia guna memastikan langkah strategis berjalan optimal. BBWSBS siap mendukung kelancaran arus mudik melalui kesiapan infrastruktur sumber daya air dan pengendalian risiko banjir.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 December 2025
<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br> <br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br> <br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br> <br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 August 2026
<div>Dalam rangka menghadapi musim kemarau dan memperlancar aliran air, BBWS Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Deket (orde 3) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan pada Rabu, 26 Agustus 2026.<br><br>Pelaksanaan normalisasi dan pembuatan alur air dilakukan menggunakan Excavator Amphibi Komatsu PC 70, 2 unit Excavator Amphibi Ultratek PC 45, serta 1 unit Excavator Amphibi milik Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memperlancar aliran air agar dapat dimanfaatkan untuk pemompaan pada Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, sehingga dapat mendukung kebutuhan pengairan areal persawahan di Desa Sidomulyo dan Desa Soko, Kecamatan Glagah, serta Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, dengan luas layanan sekitar ±344 Ha.<br><br>Hingga saat ini, total gabungan pekerjaan normalisasi dan pembuatan alur air telah mencapai 2.140 meter dari target 4.000 meter. Diharapkan melalui kegiatan ini, aliran air semakin lancar dan pemompaan untuk mendukung kebutuhan irigasi di wilayah DI Bengawan Jero dapat berjalan optimal, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.<br><br><br></div>
Baca Selengkapnya