Berita Balai,
02 April 2026
<div>Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti didampingi Kepala BBWSBS Gatut Bayuadji beserta jajaran meninjau langsung lokasi penanganan darurat akibat jebolnya Bendung Kedungrejo di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun pada 1/4/2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik di lapangan. Sebagai informasi, Bendung Kedungrejo merupakan aset yang menjadi kewenangan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.<br> <br>Kerusakan bendung terjadi akibat tingginya curah hujan yang mencapai sekitar 20,80 mm/hari, sehingga meningkatkan debit Sungai Kedungrejo secara signifikan. Peningkatan aliran ini menyebabkan terjadinya scouring pada fondasi mercu bendung serta kerusakan pada sayap kiri bangunan, yang berdampak pada terganggunya fungsi bendung.<br> <br>Sebagai langkah awal penanganan, BBWSBS bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur telah melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga keberlangsungan fungsi infrastruktur air bagi masyarakat sekitar.<br> <br><strong>Bendung Kedungrejo, Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun</strong></div><div>Luas Layanan 1554 Ha</div><div>Tahun Konstruksi 1936</div><div>Lebar Bendung 19.67 m<strong><br></strong><br></div><div><strong>Kolaborasi Penanganan Darurat Oleh Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur bersama BBWS Bengawan Solo</strong></div><div>1200 buah Sandbag</div><div>300 buah Bronjong</div><div>1 Unit Excavator Long Arm<br>1 Unit Excavator Breaker</div><div><strong><br></strong><br></div><div><em>“Hari ini saya langsung kesini untuk melihat bagaimana kondisi dari jebolnya Bendung Kedungrejo. Kami bersama dengan BBWS Bungawan Solo segera melakukan perbaikan. Namun, tidak hanya kami sendiri, melainkan juga bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Madiun. Harapannya, ketersediaan air tetap terjaga sehingga aliran air dapat segera diarahkan kembali untuk irigasi.”<br></em><br></div><div><strong>Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum<br></strong><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pelatihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Kegiatan Penyediaan Air Baku Dan Penyediaan Jaringan Irigasi Holtikultura Daerah Irigasi (D.I.) Sukodono di Gresik, Jawa Timur, Senin-Selasa (29-30/03/2021). Acara pelatihan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Gresik tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pengertian OP dalam jaringan irigasi pipa secara umum, meliputi kegiatan Operasi, yaitu prosedur dalam mengatur dan mengukur besarnya debit dengan cara membuka dan menutup gate valve/kran untuk mendapatkan besaran debit yang dibutuhkan. Hakikat irigasi teknis adalah besarnya kecepatan aliran dapat diatur dengan bukaan pintu/gate valve/ kran, sedangkan besarnya debit dapat diukur dengan flow meter atau alat yang setara dan sejenis. Sedangkan kegiatan Pemeliharaan yakni usaha dan kegiatan merawat jaringan dan aksesoris pipa dan bak penampung secara rutin dan berkala agar jaringan dapat berfungsi secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. BBWSBS telah melaksanakan pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) untuk mendukung Penyediaan Air Baku (PAB) dan Pengembangan Jaringan Irigasi Holtikultura di Kabupaten Gresik yang meliputi Pembangunan Lumbung Air Baku Sukodono, Pembangunan Jaringan Air Baku Sukodono, dan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Sukodono. Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan OP infrastruktur air baku dan penyediaan jaringan irigasi holtikultura di Sukodono. “Dalam upaya menjaga keberlangsungan pelayanan air baku dan air irigasi agar dapat berjalan secara efektif juga efisien, serta menjaga sekaligus mengamankan infrastruktur yang telah terbangun agar dapat selalu berfungsi dengan baik, maka perlu adanya kegiatan OP. Oleh karena itu, pelatihan petugas OP ini sangat diperlukan, dan kami sangat mengapresiasi positif kegiatan ini, juga terimakasih atas dukungan dari rekan-rekan sekalian,” sambungnya. Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Bengawan Solo yaitu Nely Mulyaningsih, S.P., M.P.S.D.A., menambahkan bahwa lumbung air Sukodono ini merupakan kolaborasi antara Pemda Gresik melalui Dinas PU dan Tata Ruang Gresik dengan BBWSBS. Dan manfaatnya bukan hanya untuk irigasi, namun juga pemenuhan air baku, yang dialirkan dari lumbung air Sukodono lewat jaringan perpipaan ke sembilan desa melalui hidran umum (HU). “Pada tahun 2021 ini adalah persiapan OP untuk jaringan air baku, dan harapan kami untuk petugas OP yang dilatih mendapat pengetahuan terkait infrastruktur yang akan dikelola. Selain itu, mengetahui cara pengoperasian komponen-komponen pada infrastruktur yang ada. Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM yang ada,” pesannya. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Gresik, Ir. Gunawan Setijadi, M.M., juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di bidang SDA ini berdasarkan komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik, yang telah mengusulkan, dan disambut serta didukung oleh Provinsi Jawa Timur. “Melalui lumbung air Sukodono ini dapat dipergunakaan warga, salah satunya di wilayah utara, yakni untuk kebutuhan irigasi holtikultura. Dan harapan kami, setelah infrastruktur ini sepenuhnya siap, nantinya akan diserahkan ke Pemda Gresik,” harapnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
01 April 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak Empat Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (01/04/2022). Acara penandatanganan tersebut diikuti Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai (Supan) II, Gadhang Swastyastu, S.T., M.Eng., menandatangani Paket Pekerjaan Supervisi Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwoot – Sedayu Lawas) Tahap II dengan penyedia jasa PT.Brahma Seta Indonesia senilai Rp 1.740.046.000,00, kemudian Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap II) (IPDMIP) yang ditandatangani oleh PPK Irigasi dan Rawa (Irwa) II, Ery Suryo Kusumo, S.Pd., M.T., dengan penyedia jasa PT Bina Cipta Utama – PT. Bangkit Ampuh Abadi, KSO senilai Rp 41.829.542.727,27. Selanjutnya, PPK Pendayagunaan Air Tanah (PAT), Fathoro Trimariat, S.T., M.T., juga mendantangani Paket Pekerjaan Pengeboran Sumur Produksi Air Tanah untuk Irigasi di Wilayah Jatim (Ponorogo) dengan penyedia jasa CV. Geokarya senilai Rp 2.489.958.755,50,-, sekaligus Paket Pekerjaan Supervisi Pekerjaan Pengeboran Sumur Produksi Air Tanah untuk Irigasi di Wilayah Jatim (Ponorogo) dengan penyedia jasa CV. Jati Utama senilai Rp 698.638.600. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap nantinya pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sebaik-baiknya dan para penyedia jasa agar memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak tersebut. “Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, semoga target yang diharapkan dapat terpenuhi bersama dan selamat bekerja sesuai dengan kontrak, dengan menerapkan tepat mutu, tepat waktu, juga tepat sasaran,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 January 2022
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyelesaikan pembangunan Revetment Kali Anyar Hilir Tirtonadi. Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu infrastruktur yang masuk dalam Proyek Penanganan Banjir Surakarta, salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha. Kehadiran Bendung Karet Tirtonadi tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek wisata edukasi. Bendung Karet Tirtonadi kerap menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, pertunjukan seni, berolahraga maupun sekadar swafoto. Bendung Karet Tirtonadi mempunyai beberapa destinasi spot foto yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Tirtonadi Frame yang berada di utara Bendung Karet Tirtonadi. Hadirnya Tirtonadi Frame ini dapat digunakan masyarakat untuk berswafoto bersama teman-teman, keluarga, pasangan, atau pun sanak saudara. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan Bendung Tirtonadi terletak di area Kali Anyar yang kini menjadi wajah ruang publik baru di Kota Solo. Bendung Karet Tirtonadi dapat menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bersosialisasi maupun melakukan olahraga, jogging, dan senam. “Adanya Tirtonadi Frame ini, akan menjadi icon untuk selfie terbaru di Kota Solo. Masyarakat dapat berswafoto dengan latar belakang gunung dan Bendung Tirtonadi. Beberapa waktu lalu,” ujarnya Rabu, (05/01/2022). Agus menuturkan bahwa penataan kawasan Bendung Karet Tirtonadi merupakan bagian dari upaya untuk mengedukasi publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan. “Pengelolaan air adalah urusan kita bersama termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” pesan Agus. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya