Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menjalin koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta di kantor DPUPR Surakarta, Kec. Laweyan, Kota Surakarta pada Kamis, (09/06/2022). Koordinasi dilakukan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo didampingi Kepala Bidang KPI SDA Bengawan Solo, Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, PPK Supan III Bengawan Solo, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan Kepala BBWS Bengawan Solo kali ini dalam rangka menjalin koordinasi dengan Dinas PUPR Kota Surakarta terkait paket pekerjaan Pengendalian Banjir Kali Pepe Hulu dan Anak-anak Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta. Kali Pepe memiliki panjang 60 km dengan wilayah administrasif meliputi Boyolali, Karanganyar dan Surakarta. Kali Pepe identik dengan permasalahan banjir pada musim hujan, pencemaran air karena limbah industri dan rumah tangga dan permasalahan sampah yang perlu menjadi perhatian khusus dari masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya koordinasi ini dapat memberi saran dan rekomendasi terhadap Penanganan Banjir Kota Surakarta dan mendapatkan dukungan pada saat proses pembangunan kedepannya sehingga berjalan dengan lancar. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 November 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Senin (08/11/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWSBS Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi tersebut dalam rangka diskusi terkait Penanganan Banjir Kali Lamong. Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. Kali Lamong yang memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ±720 Km2 tersebut rawan diterjang banjir saat memasuki musim penghujan. Saat ini banjir di lokasi tersebut terjadi karena Kali Lamong meluap akibat intensitas curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Diberitakan jika luapan Sungai Kali Lamong akibat banjir merendam beberapa desa di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang serta Kedamean, Kabupaten Gresik. Oleh karenanya, BBWS Bengawan Solo melakukan koordinasi dengan Wagub Jawa Timur terkait langkah-langkah yang akan dilakukan dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. Dalam arahannya, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo yang telah membantu mencari solusi dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. Emil Dardak juga mengungkap langkah-langkah yang akan dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo kedepannya. “Terima kasih kepada Kepala Balai BBWSBS yang telah mencari solusi dalam Penanganan Banjir Kali Lamong. BBWS Bengawan Solo telah meletakan pompa yang akan membantu memindahkan air dari perumahan ke badan sungai. Kemudian juga akan ada pintu-pintu air yang dipasang. Mudah-mudahan langkah-langkah tersebut bisa mengatasi banjir karena kami khawatir akan datangnya hujan yang terus menerus,” paparnya. Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menambahkan jika BBWS Bengawan Solo pada prinsipnya setiap tahun sudah menganggarkan untuk Pengendalian Banjir di Kali Lamong. Agus Rudyanto juga menyebut jika langkah BBWS Bengawan Solo merupakan langkah yang paling optimal dan berharap agar tidak terjadi banjir di sekitar Kali Lamong dan semoga semua langkah-langkah yang telah disebutkan dapat dijalankan dengan baik. “Kami telah melakukan langka-langkah Penanganan Banjir Kali Lamong salah satunya dengan mengirimkan pompa banjir di daerah yang terjadi genangan kritis sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi banjir,” paparnya. (BBWSBS/Safira)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
26 October 2025
<div>#KoncoBengawan, Bendungan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional. Dengan menyediakan pasokan air untuk kebutuhan irigasi, bendungan mendukung produktivitas pertanian.<br><br>Selain untuk irigasi, bendungan juga memiliki fungsi penting dalam konservasi sumber daya air, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung pengelolaan air secara berkelanjutan. Melalui pengaturan debit air, bendungan membantu mencegah kekeringan di musim kering dan mengendalikan banjir di musim penghujan. <br><br>Tidak hanya itu, bendungan juga menyediakan air baku untuk kebutuhan masyarakat, menjadi sumber energi potensial, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata daerah. <br><br>Pembangunan bendungan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan ketahanan air dan swasembada pangan.<br><br>#KoncoBengawan untuk mengenal kategori bendungan berdasarkan umur bendungan.<br>Yuk, simak informasi selengkapnya pada postingan berikut ini 😉<br><br><a href="https://www.instagram.com/p/DQQtpCDj52C/?img_index=1">https://www.instagram.com/p/DQQtpCDj52C/?img_index=1</a></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
26 October 2025
<div>BBWSBS melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Jawa Tengah. Program ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, dan menumbuhkan semangat swakelola di tingkat masyarakat. <br><br>Pada pelaksanaan Tahap I dan II Tahun 2025, kegiatan P3-TGAI BBWSBS mencakup 251 lokasi yang tersebar di 6 kabupaten di Jawa Tengah. Melalui pendekatan padat karya dan pemberdayaan masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur irigasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. <br><br>Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, <br>distribusi air pertanian menjadi lebih efisien, sehingga lahan sawah dapat berproduksi secara optimal. Langkah ini turut mendorong tercapainya tujuan besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, demi kesejahteraan petani dan kemajuan bangsa.</div>
Baca Selengkapnya