Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Antisipasi Melalui Rencana Tindak Darurat

25 May 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Songputri, Bendungan Nawangan dan Bendungan Parangjoho jika mengalami kegagalan konstruksi. Meskipun saat ini ketiga bendungan tersebut dalam kondisi normal, tetap harus dilakukan monitoring secara terus menerus. Kegiatan Koordinasi Rencana Tindak Darurat ini dilakukan di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/05/2022). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri, Setda Wonogiri, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa. Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 Pasal 2 bahwa konsepsi keamanan bendungan harus memiliki 3 pilar yang salah satunya adalah kesiapsiagaan tindak darurat. Maka dari itu pengelola bendungan harus menyusun dokumen RTD. “Dokumen RTD merupakan dokumen yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk yang didalamnya memuat Pengamanan Bendungan dan Penyelamatan Masyarakat serta Lingkungan, dimana dokumen ini disiapkan secara baik, cermat, dan lengkap, sehingga pada saat keadaan darurat bendungan, dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat, tepat, dan efektif yang pada akhirnya dapat dicegah atau setidaknya dikurangi risiko terjadinya kegagalan bendungan,” ujarnya. Sri Wahyu mengatakan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyusun RTD guna menjaga keamanan bendungan dari Bendungan Songputri, Nawangan dan Parangjoho itu sendiri. “Dengan adanya acara ini, kami mengharapkan masukan dari pihak-pihak terkait guna kesempurnaan Dokumen RTD ini sehingga kegagalan bendungan dapat diminimalisir dan bendungan selalu bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Gongseng Secara Virtual

30 November 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021) secara virtual yang terhubung dengan area peresmian Bendungan Tugu di Trenggalek, Jawa Timur. Peresmian Bendungan Gongseng secara virtual ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan merupakan sebuah inovasi dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah, serta tamu undangan yang berada di Bojonegoro. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Jokowi mengatakan, dengan tambahan dua bendungan ini, aktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat. Petani semakin sering menanam dan lebih produktif, sehingga pendapatannya akan meningkat. "Alhamdulillah, pagi ini kita mendapat tambahan dua bendungan besar lagi di Provinsi Jawa Timur, yakni Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro. Kedua bendungan telah siap dimanfatkan dalam rangka mendukung ketahanan pangan," kata Presiden Jokowi. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. “Saya berharap Bendungan Gongseng dapat diandalkan saat musim kemarau tiba. Kehadiran Bendung Gongseng tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata. Semoga Bendungan Gongseng menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, berolahraga maupun sekadar swafoto,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penyerahan Sertifikat Tanah Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Bendo

30 July 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Tanah Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Bendo, di Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (30/07/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Ponorogo beserta jajarannya, dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebanyak 54 sertifikat yang diserahkan, yakni 53 sertifikat hak milik dan satu sertifikat hak pakai, tanah garapan. Penyerahan sertifikat tersebut merupakan rangkaian kegiatan rencana pengisian awal (impounding) Bendungan Bendo. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. “Pengisian awal sebuah waduk yang baru selesai dibangun merupakan suatu fase yang sangat penting dan perlu diketahui oleh seluruh pihak yang berkepentingan didalamnya, khususnya Pemerintah Daerah. Dalam implementasinya, diperlukan dukungan dan kerjasama banyak pihak, yakni para pemangku kepentingan; instansi terkait lainnya ditingkat pusat/daerah, pihak swasta, dan petani. Sebagai informasi, Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. Bendungan Bendo dibangun dengan kapasitas total tampungan sebesar 43,11 juta m3 dengan tinggi bendungan 71 m. Adapn Bendungan Bendo direncanakan memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 7.800 Ha, penyediaan air baku sebesar 370 liter/detik, dan mampu mereduksi banjir sebesar 420 m3/detik menjadi 290 m3/detik. (BBWSBS/Ferri-Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Komitmen BBWSBS Bebas Benturan Kepentingan - Bersih Melayani, Bebas Intervensi

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

27 December 2025

<div>Sebagai bagian dari Kementerian PU, BBWSBS berkomitmen menjaga integritas dan profesionalitas.<br><br>Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai ISO 37001:2025 sebagai upaya pencegahan benturan kepentingan, gratifikasi, dan praktik korupsi.<br>&nbsp;<br>BBWBS menegaskan:<br>✅ Tidak menerima gratifikasi dan hadiah<br>✅ Tidak menggunakan asset atau informasi negara untuk kepentingan pribadi<br>✅ Tidak diskriminatif dan tidak berpihak<br>✅ Mengutamakan kepentingan publik<br>&nbsp;<br>📢 Jika masyarakat menemukan dugaan benturan kepentingan atau gratifikasi, segera laporkan melalui: https://wispu.pu.go.id/<br>&nbsp;<br>Mari bersama kita wujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas benturan kepentingan.<br>&nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya