Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Operasi dan Pemeliharaan Bendungan

05 March 2021

Dalam rangka peningkatan kemampuan dan pengetahuan teknis terkait Operasi dan Pemeliharaan Bendungan dan Embung di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA (Bangunan Penampung Air), dan Embung Air Baku dengan tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Syariah, Sukoharjo, Kamis-Jumat (4-5/03/2021). Materi dalam pelatihan kali ini terdiri dari Konsepsi Keamanan Bendungan, Pemeriksaan dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Penyusunan Risk Score serta Penilaian Kinerja dan AKNOP (Bendungan & Embung) oleh Ir. Joko Mulyono, M.E; Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dokumen RTD, Mekanisme Koordinasi Penerapan RTD Bendungan oleh Anissa Mayangsari, ST., MPSDA; Dasar Hukum Pengelolaan Bendungan, Mekanisme dan Organisasi Pengelolaan Bendungan, Hubungan/Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Bendungan oleh Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA; Metodologi Pengelolaan Bendungan , Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Bendungan oleh Elroy Koyari, ST., MT. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Rudyanto, M.Tech menyampaikan tentunya dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di bendungan. Dan saya berharap kegiatan seperti ini secara periodik bisa dilaksanakan agar bisa menambah pengetahuan petugas OP dilapangan. Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA selaku Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) mengatakan bahwa kita itu tidak tahu sekarang jadi apa, besuk jadi apa, dan tugas kita apa. Sehingga apapun itu pada saat bekerja disitu yang paling penting adalah niat. Ini temen-temen UPB yang ada diujung tombaknya bendungan, jadi apapun laporan dari teman-teman itu menjadi dasar penentuan kita untuk kegiatan yang akan dilakukan di bendungan itu. Jadi tolong itu yang harus ditanamkan pada diri teman-teman, harus betul-betul mengenal, memahami karakteristik dan perilaku bendungan tersebut. “Dalam melakukan pekerjaan yang pertama harus mempunyai niat, kedua adalah semangat memperbaiki diri maupun memperbaiki kinerja BBWS masing-masing terutama dalam hal pengelolaan bendungan,” tutupnya. Pelatihan ini diikuti oleh 46 Petugas Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo, semoga dengan diadakannya kegiatan ini, seluruh Petugas Operasi dan Pemeliharaan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang baru dan lebih baik lagi(BBWSBS/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Pemberdayaan Masyarakat Petani Melalui P3TGAI Di Jawa Tengah

13 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengadakan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) II di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/04/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan. Program ini dicanangkan dalam rangka perwujudan Program Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) dan tindak lanjut dari Program Padat Karya sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan ada sebanyak 153 desa di Provinsi Jawa Tengah yang menerima manfaat kegiatan P3TGAI yang meliputi Kabupaten Boyolali 26 desa, Kabupaten Karanganyar 22 desa, Kabupaten Klaten 25 desa, Kabupaten Sragen 24 desa, Kabupaten Sukoharjo 25 desa dan Kabupaten Wonogiri 31 desa. “Pada tahun 2021 BBWSBS mendapatkan alokasi sebanyak 550 Desa penerima P3TGAI untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur,” paparnya. Agus mengatakan pelaksanaan P3TGAI bertujuan untuk merehab irigasi kecil atau desa dan irigasi tersier. Dengan bantuan dana tersebut, semakin banyak sawah petani yang mendapatkan pasokan air irigasi. “Program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat petani dalam rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif, terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi,” ujarnya. Dengan adanya pelaksanaan P3TGAI diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa penerima, yang beberapa diantaranya juga merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi Covid-19. Selain bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa. Program padat karya Kementerian PUPR juga mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro Siap Diresmikan

18 November 2021

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo meninjau pembangunan fisik Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/11/2021). Kegiatan ini dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 96,5 %. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data per 11 November 2021 progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai 96,5 %. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan di resmikan pada tanggal 30 November 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Capacity Building Petugas Pos Hidrologi BBWSBS Wilayah Hulu Tahun 2021

05 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pelatihan Petugas Pos Hidrologi BBWSBS wilayah Hulu di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (05/04/2021). Acara pelatihan yang bertajuk Capacity Building Petugas Pos Hidrologi BBWSBS ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi Petugas Pos Hidrologi di wilayah sungai Bengawan Solo. Pelatihan yang diikuti oleh 36 peserta tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Petugas Pos Hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWSBS dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (OP) Pos Hidrologi. “Kepada Petugas Pos Hidrologi BBWSBS, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini, sehingga nantinya dalam pencatatan dan pelaporan data hidrologi serta OP peralatan di lapangan, dapat lebih akurat sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) khususnya di wilayah Sungai Bengawan Solo. Ali Rahmat, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI), turut memaparkan, bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri untuk Pos Curah Hujan (PCH) menyampaikan kepada peserta bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Curah Hujan (PCH) berjumlah total 63 pos, karena Pos Hujan Ngadipiro belum terdapat alat telemetri dan 62 PCH dengan kondisi baik/aktif serta satu PCH (Kedung Brubus) tidak aktif dikarenakan kondisi lapangan yang sulit mendapatkan sinyal. Sedangkan kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Duga Air (PDA) jumlah totalnya 38 pos, dengan rincian 28 PDA kondisi baik/aktif, serta enam PDA yang rencananya akan direlokasi sesuai dengan hasil Studi Rasionalisasi Pos Hidrologi, dan empat PDA (Ngadipiro, Karangnongko, Sumberejo, dan Floodway) kondisinya rusak/tidak aktif yang rencana akan dilakukan perbaikan. “Untuk kinerja Petugas PDA, yang ditentukan berdasarkan kiriman data pembacaan manual oleh petugas melalui website atau sms gateway tercatat bahwa presentase kinerja Petugas PCH tahun 2020, yakni presentase kiriman datanya yang baik (>95%) sebesar 81% dan meningkat pada tahun 2021 yakni menjadi 88%, sedangkan kriteria baik kinerja petugas pos klimatologi pada tahun 2021 sebesar 83%, namun presentase kinerja petugas PDA dengan kiriman data yang baik pada tahun 2021 justru menurun menjadi 78% dari sebelumnya di tahun 2020 yakni 81%. Oleh karena itu, kami berharap melalui pelatihan ini nantinya Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dapat melaksanakan tugas dalam pencatatan dan pelaporan yang tepat dan akurat,” pesannya. Turut disampaikan pula motivasi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Ramdon, S.Sos, M.A., yang bertujuan untuk membekali Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dengan semangat yang lebih baik lagi kedepannya sekaligus kinerja yang dihasilkan juga meningkat. Selain itu, pelatihan petugas pos Hidrologi BBWSBS juga meliputi praktek Standard Operating Procedure (SOP) dan pemeliharaan alat serta pengisian blanko Quality Control (QC) untuk peralatan PCH dan Klimatologi dan peralatan PDA. Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan bagi Petugas Hidrologi Terbaik 2021 dengan kategorisasi, yakni Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi wilayah Hulu Terbaik 2021, diberikan kepada Petugas Pos Curah Hujan Klaten, Agus Santoso, dan kategori Petugas Pos Duga Air Terbaik wilayah Hulu, diraih oleh Petugas Pos Duga Air Ngadipiro, atas nama Kasimo. (BBWSBS/Ferri/Fira)

Baca Selengkapnya