BBWS Brantas bantu pompa untuk 34 ha sawah terdampak kekeringan

27 Juli 2026

BBWS Brantas bantu pompa untuk 34 ha sawah terdampak kekeringan

Atasi Kekeringan 34 Hektare Sawah, BBWS Brantas Kirimkan Bantuan Pompa ke Desa Balongtani

Sidoarjo – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan penanganan darurat kekeringan di Desa Balongtani, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, sebagai respons terhadap penurunan debit air di Saluran Primer Porong Kanal akibat musim kemarau.

Berdasarkan hasil monitoring per 23 Juli 2026, kondisi kekeringan di wilayah tersebut berstatus Siaga. Debit air di Saluran Primer Porong Kanal yang pada kondisi normal mencapai 18,3 m³/detik mengalami penurunan signifikan menjadi 5,4 m³/detik. Penurunan debit ini menyebabkan pasokan air ke areal persawahan di wilayah hilir berkurang, sehingga sekitar 34 hektare lahan pertanian di Desa Balongtani terancam gagal panen.

Pemerintah Desa Balongtani sebelumnya telah berupaya mengatasi kekurangan air melalui pembangunan sumur bor. Namun, ketersediaan air dari sumur tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian.

Sumber air yang dimanfaatkan dalam penanganan darurat ini berasal dari Sungai Kalimati yang berada pada Daerah Irigasi (DI) Delta Brantas. Sebagai langkah percepatan penanganan, BBWS Brantas menyalurkan 1 unit pompa non-submersible (NS) berkapasitas 50 liter/detik melalui mekanisme pinjam pakai untuk melakukan pemompaan air dari Sungai Kalimati menuju intake saluran irigasi. Selain itu, BBWS Brantas juga memberikan dukungan 100 liter bahan bakar guna menunjang operasional pompa selama masa penanganan darurat.

Bantuan tersebut direncanakan mendukung kegiatan pompanisasi selama empat bulan atau satu musim tanam padi, sehingga kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian dapat dipertahankan.

Penanganan kekeringan dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Balongtani serta didukung pelaksanaan pompanisasi sebagai tindak lanjut untuk mengatasi berkurangnya pasokan air di wilayah hilir.

Melalui langkah cepat ini, BBWS Brantas terus berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air, mendukung ketahanan pangan, serta meminimalkan risiko gagal panen akibat dampak musim kemarau. Pompanisasi menjadi solusi darurat yang diperlukan mengingat Desa Balongtani merupakan wilayah hilir yang hampir setiap musim kemarau mengalami keterbatasan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian.

Lampiran Gambar