Publikasi

Arboretum

banner-aboretum
Konservasi BBWS Cimanuk Cisanggarung

Pusat Publikasi & Berita Digital Arboretum

Kumpulan artikel, studi konservasi, dan laporan kegiatan terbaru dari laboratorium alam hulu DAS Cimanuk.

Dokumen Profil Arboretum

Klik untuk melihat detail dokumen PDF

Koleksi Digital

Arsip Arboretum

Total Materi 66 Publikasi
Matoa (Pometia pinnata J.R.&G.Forst)
Aboretum
28 Nov 2025

Matoa (Pometia pinnata J.R.&G.Forst)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Sapindaceae Genus : Pometia Spesies : Pometia pinnata J.R.&G.Forst (Plantamor) Status Konservasi IUCN LC - Least Concern Deskripsi Matoa berasal dari kawasan Indo-Pasifik. Matoa terdapat di sebagian besar Oseania mulai dari Filipina, Indonesia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji dan Polunesia. Hal ini juga terjadi di seluruh Asia Tenggara dengan perluasan ke Tiongkok bagian Selatan dan Asia Selatan (Sri Lanka dan Kepulauan Andaman. Matoa dapat tumbuh sampai ketinggian 50 meter serta akar papan yang mencapai 5 meter. Matoa menyukai daerah tropis lembab yang hangat hingga panas dengan musim kemarau pendek hingga tiga bulan. Ia mencapai perkembangan terbaiknya pada tanah lempung dan tanah liat yang memiliki drainase baik dan subur. Hal ini terjadi di berbagai habitat termasuk di tepi sungai, lokasi rawa, hutan terbuka, aliran lava dan hutan dataran rendah. Spesies ini tumbuh cepat dan toleran (IUCN). Karakteristik batang kayu matoa keras dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, contohnya konstruksi. Di Tonga, kayunya juga digunakan dalam ukiran kayu. Kayu ini merupakan kayu bakar yang sangat baik. Buah - buahan yang dapat dimakan sehingga semakin banyak ditanam karena jenis buah-buahan unggul dengan musim yang lebih panjang, di Kepulauan Pasifik. Di beberapa wilayah dataran rendah Papua Nugini tanaman ini ditanam sebagai tanaman agroforestri, dengan daun keringnya digunakan sebagai mulsa pupuk pada budidaya ubi di Provinsi Sepik. Matoa ditanam di sekitar desa dan ditanam atau dilindungi di area taman di wilayah lain di Pasifik Selatan. Hal ini bertujuan untuk menyediakan buah-buahan, obat-obatan dan kayu bakar. Di kasus Tonga, diserbuki untuk menyediakan teralis rendah atau felei untuk ubi. Olahan dari daun dan kulit batangnya banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit (IUCN). Jenis akar pohon matoa berbentuk akar tunggang. Bentuk batangnya silinder dan berdiri tegak. Sistem percabangannya simpodial. Arah tumbuh cabangnya miring, kadang mendatar, sehingga membentuk pohon yang rindang. Daun pohon matoa majemuk dan tersusun berselang seling sebanyak 4 - 12 pasang anak daun. Warna daunnya merah cerah. Kemudian ketika pohon matoa dewasa warna daunnya berubah menjadi hijau. Bentuk daun matoa jorong. Panjang rata-rata daunnya 30-40 cm dan lebarnya 8-15 cm. Berdasarkan fisiknya, helaian daun pohon matoa berbentuk tebal dan kaku, runcing pada bagian ujungnya, bagian pangkal tumpul, bagian tepi rata. Bagian permukaan atas dan bawah daun halus. Di Bagian pertulangan daunnya melengkung. Bunga pohon matoa tumbuh di bagian ujung pangkal daun dan majemuk. Di Bagian mahkota bunga, terdapat bulu pada bagian luarnya. Selain itu, bagian kelopak bunga matoa sedikit menyatu. Buah matoa berbentuk lonjong, menyerupai telur puyuh dengan kisaran 1,5-5 cm dan diameternya 1-3 cm. Bagian kulit luar buah matoa cenderung licin, warnanya kuning kehijauan pada saat muda dan berubah warna menjadi coklat kemerahan ketika sudah matang. Isi buah matoa menyerupai kulit air, warnanya putih transparan dan menempel pada biji. (IUCN). Pustaka Lindungihutan https://lindungihutan.com/blog/pohon-matoa/  Plantamor https://plantamor.com/species/info/pometia/pinnata#gsc.tab=0  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/96986556/129765464

Miracle (Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell)
Aboretum
28 Nov 2025

Miracle (Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Dilleniidae Ordo : Sapotaceae Juss. Famili : Synsepalum (A. DC.) Daniell Genus : Intsia Thouars Spesies : Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell  (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN  LC – Least Concern Deskripsi Miracle merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki sebaran alam di wilayah Afrika Tropis Barat dan bagian Barat–Tengah. Miracle tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil di wilayah bioma tropis basah (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Miracle memiliki berbagai sebutan lain seperti Miracle Berry, Miraculous Berry, Flavour Berry, Fruit Miraculeux, dan Fruit Milagroso. Miracle dapat tumbuh tinggi mencapai 6 m di habitat aslinya, namun biasanya memiliki tinggi yang lebih rendah ketika dibudidayakan (National Parks Board, 2022). Miracle memiliki daun yang tersusun berselang-seling dengan tangkai daun yang pendek, termasuk daun tunggal, memiliki tepi daun yang rata, dan daunnya menggerombol di dekat ujung ranting kecil. Miracle memiliki helaian daun berbentuk bulat telur terbalik hingga lanset terbalik (lebih lebar pada bagian ujung). Daunnya memiliki panjang 5–10 cm dan lebar 1,5–4 cm. Permukaan daun bagian bawah licin dan tidak berbulu. Daunnya memiliki sekitar 8 pasang tulang daun sekunder (Jensen, 1999). Bunga miracle termasuk bunga tunggal, namun terkumpul dalam kelompok kecil di ketiak daun dan hampir tidak bertangkai. Kelopak bunga berbentuk tabung dengan 4–5 lobus (lekukan bagian yang menonjol) dan memiliki alur. Mahkota bunga berbentuk tabung dengan 4–5 lobus berwarna cokelat. Bunganya memiliki 4–5 benang sari dan memiliki putik dengan kepala putik tidak mencolok (kecil dan tersembunyi). Buah yang dihasilkan bertipe buah buni berbentuk oval atau elips yang berisi satu biji. Panjang buah sekitar 1,5–1,8 cm dan berwarna merah tua saat matang dengan daging buah berwarna merah muda keputihan. Bijinya berukuran besar dan dilapisi oleh kulit luar biji yang keras dan mengkilap (Jensen, 1999). Buah miracle memiliki rasa asam-manis dan dapat langsung dikonsumsi manusia. Rasa manis tersebut dapat bertahan selama kurang lebih 2 jam, sehingga makanan lain yang terasa asam atau pahit akan terasa manis dalam kurun waktu tersebut. Buah miracle juga dapat digunakan untuk memberikan rasa manis terhadap minuman fermentasi tradisional seperti tuak atau nira. Selain buahnya, ranting miracle juga dimanfaatkan sebagai alat pengunyah yang berfungsi seperti siwak (sikat gigi alami). Kayunya juga dapat digunakan sebagai kayu bakar (Jansen, 1999). Pustaka Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group. (2019). Synsepalum dulcificum. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T87719610A147296202. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T87719610A147296202.en. Diakses pada 9 November 2025. Jansen, P. C. M. (1999). Synsepalum dulcificum (Schum. & Thonner) Baillon. Dalam C. C. de Guzman & J. S. Siemonsma. (Eds.), Plant Resources of South-East Asia No 13: Spices. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea. National Parks Board. (2022). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/1/3152. Diakses pada 9 November 2025. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:789924-1. Diakses pada 9 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/SYDU. Diakses pada 9 November 2025.

Nagasari (Mesua ferrea L.)
Aboretum
28 Nov 2025

Nagasari (Mesua ferrea L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Malpighiales Famili : Calophyllaceae Genus : Mesua Spesies : Mesua ferrea L. (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.) Status Konservasi IUCN  VU – Vulnerable Deskripsi Nagasari merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari wilayah Indo-China hingga Malaysia dan Indonesia. Habitat nagasari adalah di hutan hujan primer pada ketinggian 100–1.200 m dpl (Amitha Bachan & Devika, 2024). Kayu nagasari memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik, sehingga cocok digunakan dalam keperluan konstruksi seperti bantalan rel kereta api dan pembuatan kapal (National Parks Board, 2025). Nagasari memiliki habitus sebagai pohon. Pohon ini dapat tumbuh tinggi mencapai 30 m, namun biasanya memiliki tinggi lebih rendah ketika dibudidayakan. Batang utama pohon nagasari tumbuh lurus (monopodial). Tinggi batang bebas cabang dapat mencapai 20 m dengan diameter 65 cm (Chua, 1995). Bagian atas pohon (tajuk) berbentuk mengerucut dan rapat. Pohon nagasari yang tumbuh di ruang terbuka cenderung memiliki cabang-cabang yang tumbuh dan merunduk hingga menyentuh tanah sehingga batang utamanya tidak terlihat. Pada bagian pangkal batang, terdapat sedikit akar banir untuk menopang pohon. Kulit batangnya berwarna abu-abu hingga cokelat kemerahan dengan permukaannya memiliki celah-celah dangkal dan cenderung mengelupas dalam potongan besar yang tidak beraturan. Jika dilukai, kulit batang nagasari dapat mengeluarkan getah berwarna putih yang memiliki aroma harum (National Parks Board, 2025). Daun nagasari tumbuh menggantung lemas (pendulous). Daun nagasari berbentuk memanjang (lanset) seperti garis. Daun mudanya berwarna merah keunguan dan menggantung lemas dalam bentuk jumbai-jumbai. Daunnya kemudian berubah warna menjadi merah muda kekuningan dan akhirnya berwarna hijau saat dewasa. Daun dewasa berwarna hijau gelap pada bagian atas, sedangkan bagian bawah berwarna keputihan karena terdapat lapisan lilin. Bunga nagasari termasuk bunga tunggal berukuran besar, diameter 9 cm, dan sangat mencolok (mudah terlihat). Bunganya memiliki 4 mahkota berwarna putih dan berdaging. Di bagian tengah bunga, terdapat benang sari yang berwarna jingga seperti serabut (filamen). Bunganya mengeluarkan aroma harum untuk memikat serangga penyerbuk. Bunga nagasari hanya mekar selama satu hari, namun ketika layu bunga tersebut masih tetap bertahan di pohon selama beberapa hari. Buah yang dihasilkan berbentuk bulat telur atau oval dan akan pecah saat matang untuk melepaskan bijinya. Kelopak bunga yang menempel di pangkal buah berubah menjadi keras seperti kayu dan tetap menempel pada bagian pangkal buah. Buah nagasari berwarna hijau mudah ketika muda dan berubah menjadi cokelat ketika matang dan kering. Biji yang dihasilkan berwarna cokelat dengan bentuk tidak beraturan. Dalam satu buah biasanya terdapat 1–4 biji (National Parks Board, 2025).   Pustaka Amitha Bachan, K. H. & Devika, M. A. (2024). Mesua ferrea. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T61987931A61987933. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-2.RLTS.T61987931A61987933.en. Diakses pada 9 November 2025. Chua, L. (1995). Mesua ferrea L. Dalam R. H. J. M.  Lemmens, I. Soerianegara & W. C. Wong (Eds.), Plant Resources of South-East Asia No 5(2): Timber trees; Minor commercial timbers. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea. National Parks Board. (2025). Mesua ferrea L. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/0/3023. Diakses pada 9 November 2025. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Mesua ferrea L. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:428832-1. Diakses pada 9 November 2025.

Plum (Prunus domestica L.)
Aboretum
28 Nov 2025

Plum (Prunus domestica L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Rosales Famili : Rosaceae Juss. Genus : Prunus L. Spesies : Prunus domestica L.  (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN  DD – Data Deficient Deskripsi Plum merupakan tanaman yang diperkirakan berasal dari Eropa bagian Selatan atau Asia bagian Barat dekat dengan Pegunungan Kaukasus dan Laut Kaspia (Barstow & Harvey-Brown, 2017). Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 2.500–2.900 m dpl (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Plum tumbuh dengan baik di tempat dengan penyinaran matahari lebih dari 6 jam per hari. Selain itu, plum tumbuh dengan baik di tempat dengan kandungan bahan organik tinggi, tanah cenderung berlempung dengan drainase yang baik (North Carolina State Extension, t.t.). Plum merupakan tanaman yang tumbuh sebagai pohon kecil dengan buah besar, berdaging, lembut, mengandung banyak air, dan memiliki rasa manis sedikit asam. Buah plum dapat langsung dikonsumsi atau digunakan untuk keperluan memasak. Plum memiliki tinggi 10–12 m. Kulit batangnya halus, tidak berbulu (glabrous), dan berwarna cokelat gelap. Memiliki batang yang dapat mengeluarkan aroma khas ketika digosok atau dipotong. Daun plum berwarna hijau dengan bentuk elips, panjang 7,6–15,2 cm dan lebar 2,5–7,6 cm. Memiliki duduk daun berseling, daunnya memiliki tepi bergerigi tumpul membulat (crenate) atau tajam (serrate). Bunga plum termasuk bunga tunggal berwarna putih. Bunganya memiliki 4–5 mahkota bunga dengan ukuran bunga 2,5–7,3 cm. Buah plum memiliki berbagai warna, diantaranya biru, ungu, atau kuning keemasan. Termasuk dalam tipe buah batu dengan panjang 2,5–7,3 cm dan lebar 2,5–7,3 cm (North Carolina State Extension, t.t.). Pustaka Barstow, M. & Harvey-Brown, Y. (2017). Prunus domestica. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T50135950A50135957. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T50135950A50135957.en. Diakses pada 10 November 2025. North Carolina State Extension. (t.t.). Prunus domestica ‘Stanley’. North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox. Diambil dari https://plants.ces.ncsu.edu/plants/prunus-domestica-stanley/. Diakses pada 10 November 2025. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Prunus domestica L. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:30221374-2. Diakses pada 10 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Prunus domestica L. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/PRDO. Diakses pada 10 November 2025.

Cendana (Santalum album L.)
Aboretum
27 Nov 2025

Cendana (Santalum album L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingkom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Santalales Famili : Santalaceae R. Br. Genus : Santalum L. Spesies : Santalum album L. (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN VU - Vulnerable Deskripsi Cendana (sandalwood) merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, Indonesia, dan Australia (Arunkumar et al., 2019)). Di Indonesia, cendana tumbuh secara alami di Kepulauan Nusa Tenggara Timur. Habitat alami cendana berada pada tempat dengan ketinggian 600–1.500 m dpl dan menghasilkan kayu dengan mutu terbaik pada lokasi dengan ketinggian 600–900 m dpl (Riswan, 2001).  Pohon cendana dapat tumbuh tinggi mencapai 8–12 m dengan diameter 25–30 cm. Batang pohon cendana berbentuk silindris dengan kulit kayu berwarna abu-abu kecokelatan dan permukaan yang kasar. Daunnya termasuk golongan daun tunggal, duduk daun berseling, bertangkai pendek, berbentuk oval atau bundar dengan panjang 2–4 cm dan lebar 1,5–3 cm. Bunga cendana termasuk bunga majemuk malai dengan ukuran 4–6 cm, terletak di ketiak daun dan ujung daun serta berwarna putih atau merah muda (Prasetyaningtyas, 2007). Cendana berbunga dua kali dalam satu tahun, yaitu pada awal musim kemarau (Mei–September) dan musim hujan (November–Maret) dengan periode berbunga 4–5 bulan (Ratnaningrum & Indrioko, 2015). Cendana memiliki buah berupa biji yang berbentuk bulat dengan warna ungu kehitaman, berdaging tipis, dan diameter 1–2 cm. Buah cendana memiliki biji tunggal, di mana setiap buah berasal dari bakal buah yang mengandung satu bakal biji (Ratnaningrum et al., 2018). Pohon cendana merupakan tanaman semi parasit yang membutuhkan tanaman lain (inang) untuk mensuplai kebutuhan nutrisinya. Akar cendana memiliki asosiasi dengan akar tumbuhan inang yang kemudian akan membentuk bintil akar atau haustoria (Rahayu et al., 2002). Cendana memiliki kayu teras dengan kandungan minyak atsiri di dalamnya. Kandungan minyak atsiri pada kayu cendana berkisar antara 2,5–6%, tergantung pada usia pohon, bagian pohon yang diambil, dan kondisi lingkungan (Arunkumar et al., 2019). Kandungan senyawa santalol pada kayu cendana menghasilkan wangi yang khas. Minyak hasil ekstraksi kayu cendana dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, aromaterapi, dan obat-obatan.    Pustaka Arunkumar, A. N., Dhyani, A., & Joshi, G. (2019). Santalum album. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T31852A2807668. https://www.iucnredlist.org/species/31852/2807668. Diakses pada 30 Oktober 2025. Prasetyaningtyas, M. (2007). Santalum album Linn. Seed Leaflet, (116). Rahayu, S., Wawo, A. H., & Van Noordwijk, M., & Hairiah, K. (2002). Cendana: Deregulasi dan Strategi Pengembangannya. World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.  Ratnaningrum, Y. W. N. & Indrioko, S. (2015). Response of flowering and seed production of sandalwood (Santalum album Linn., Santalaceae) to climate changes. Proc Env Sci V: 665-675.  Ratnaningrum, Y. W. N., Indrioko, S., Faridah, E., Syahbudin, A. (2018). Population structures and season affected flowering, pollination and reproductive outputs of sandalwood in Gunung Sewu, Java, Indonesia. Nusantara Bioscience, 10(1), 12–26.  Riswan, S. (2001). Kajian botani, ekologi, dan penyebaran pohon cendana (Santalum album L.). Berita Biologi, Edisi Khusus : Cendana (Santalum album L.) Sumber Daya Daerah Otonomi Nusa Tenggara Timur 5(5). United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Santalum album L. In The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/SAAL16. Diakses pada 29 Oktober 2025.

Duku (Lansium domesticum CorrĂȘa)
Aboretum
27 Nov 2025

Duku (Lansium domesticum CorrĂȘa)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingkom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Meliaceae Juss.. Genus : Lancium Corrêa Spesies : Lansium domesticum Corrêa (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN NE - Not Evaluated Deskripsi Duku merupakan salah satu jenis tanaman berbuah yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Duku termasuk dalam habitus pohon, yang tingginya dapat mencapai 15 m. Batang pohon dulu berwarna abu-abu dengan bintik cerah dan gelap. Daunnya termasuk ke dalam golongan daun majemuk dengan jumlah anak daun 5–7 helaian yang berbentuk menyirip.  Bunga duku termasuk golongan bunga majemuk dengan tipe perbungaan malai. Buah duku memiliki diameter sekitar 4 cm yang mengandung 1–3 biji, kulit buah berwarna kuning, memiliki daging buah berwarna putih transparan, berair, dan aromatik (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Dalam satu tandan, buahnya dapat mencapai 25 buah. Ketika matang, kulit buahnya akan memiliki bercak-bercak kasar berwarna cokelat. Kayu duku dapat dimanfaatkan sebagai tiang rumah, gagang perkakas, dan perkakas kecil. Duku mengandung resin yang digunakan secara tradisional untuk mengobati diare dan kejang usus. Perikarp buah duku digunakan dalam pengobatan diare, malaria, dan demam. Kulit kayunya yang ditumbuk dapat digunakan sebagai obat untuk sengatan kalajengking. Kulit buah yang kering juga dapat dibakar untuk mengusir nyamuk atau digunakan sebagai dupa. Rebusan kulit batangnya juga dapat digunakan untuk mengobati disentri dan malaria (Plant For A Future, t.t.). Pustaka Plant For A Future. (t.t.). Lansium domesticum Corrêa. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Lansium+domesticum. Diakses pada 4 November 2025. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Lansium domesticum Corrêa. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:578879-1/general-information. Diakses pada 4 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Lansium domesticum Corrêa. The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/LADO2. Diakses pada 4 November 2025.

Duwet Putih (Syzygium cumini (L.) Skeels)
Aboretum
27 Nov 2025

Duwet Putih (Syzygium cumini (L.) Skeels)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtales Juss. Genus : Syzygium P. Br. ex Gaertn. Spesies : Syzygium cumini (L.) Skeels.  (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Duwet putih merupakan salah satu varian dari duwet atau jamblang. Yang menjadi pembeda adalah warna pada kulit buahnya. Biasanya duwet atau jamblang memiliki warna kulit buah berwarna ungu tua, sedangkan duwet putih memiliki warna putih ketika matang. Duwet atau jamblang berasal dari Bangladesh, China, India, Indonesia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Sulawesi, dan Vietnam. Tanaman ini kemudian menyebar dan dibudidayakan secara luas di berbagai negara seperti Bolivia, Kuba, Republik Dominika, Florida, Guatemala, Haiti, Hawaii, Kenya, Filipina,Tanzania, Vanuatu, dan Venezuela (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.).  Duwet merupakan pohon yang dapat hidup pada tempat dengan ketinggian 150–2.430 m dpl, berhabitat di hutan, sabana, semak belukar, dan lahan basah (Kew). Pohon duwet dapat tumbuh tinggi mencapai 25 m dengan tajuk yang menyebar. Kulit batang bagian luar berwarna coklat kekuningan agak pucat, putih atau abu-abu, dan kasar, sedangkan kulit bagian dalam kasar, tebal, dan berserat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Annafinurika et al. (2022), daun pohon duwet hitam dan duwet putih memiliki sedikit perbedaan. Keduanya memiliki daun dengan bentuk elips, oval, dan bulat telur, dengan bagian pangkal daun mengerucut atau membulat. Panjang tangkai daunnya berkisar antara 3–5 mm dengan warna hijau terang. Daun duwet hitam dan duwet putih memiliki panjang 8–15 cm dengan lebar 3–6 cm. Perbedaan daun duwet hitam dan duwet putih terletak pada bagian ujungnya. Daun duwet hitam memiliki ujung berbentuk tumpul, sedangkan duwet putih memiliki ujung berbentuk runcing dengan tekstur daun yang halus. Bunga pohon duwet termasuk dalam golongan bunga majemuk dan biasanya tumbuh secara lateral di ketiak daun. Panjang bunga sekitar 10 cm dengan warna mahkota bunga putih, berbentuk elips, panjang 4 mm, dan lebar 3 mm. Dikutip dari Royal Botanic Gardens, Kew (t.t.), benang sari pohon duwet berwarna putih dengan panjang 4–6 mm, sedangkan panjang putik 5–6 mm. Kelopak bunga memiliki panjang 4–6 mm dengan bentuk seperti lonceng dengan warna hijau muda bercak ungu atau hijau muda untuk duwet hitam, sedangkan pada duwet putih hanya berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk bundar dengan diameter 3 mm dan sangat mudah gugur (Annafinurika et al., 2022). Buah pohon berbentuk elips atau lonjong dengan panjang 2,4–3,5 cm dan lebar 2 cm. Setiap buah menghasilkan satu biji dengan daging buah berwarna putih.   Pustaka   Annafinurika, M., Utami, B., Rahmawati, I., Sulistiono, S., Primandiri, P. R., & Santoso, A. M. (2022). Karakteristik Morfologi Tanaman Juwet (Syzygium cumini) di Kabupaten Kediri. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains dan Pembelajaran, 2(1), 486–492. Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group. 2019. Syzygium cumini. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T49487196A145821979. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T49487196A145821979.en. Diakses pada 29 Oktober 2025. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Syzygium cumini (L.) Skeels. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:601603-1. Diakses pada 29 Oktober 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Syzygium cumini (L.) Skeels. In The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=SYCU. Diakses pada 29 Oktober 2025.

Eukaliptus Brassiana (Eucalyptus brassiana S.T.Blake)
Aboretum
27 Nov 2025

Eukaliptus Brassiana (Eucalyptus brassiana S.T.Blake)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Eucalyptus Spesies : Eucalyptus brassiana S.T.Blake. (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.) Status Konservasi IUCN  LC – Least Concern Deskripsi Eucalyptus brassiana S.T. Blake (eukaliptus) atau yang sering dikenal dengan sebutan Cape York Gum merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Australia (Queensland) dan Papua Nugini (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Eukaliptus termasuk tanaman berhabitus pohon yang cepat tumbuh, adaptif, produktif, memiliki siklus panen yang cepat, memiliki serat yang panjang, dan tahan terhadap hama serta penyakit tanaman (Rezende et al., 2014 dalam Winarni et al., 2021). Pohon eukaliptus dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan. Meskipun demikian, tempat tumbuh yang paling sesuai dengan eukaliptus adalah pada tanah lempung berpasir dengan pH tidak lebih dari 8 (Negi et al., 2020).  Pohon eukaliptus umumnya dapat tumbuh tinggi mencapai 20 m dan membentuk lignotuber atau struktur kayu yang membengkak di pangkal batang atau di bawah tanah. Lignotuber ini berisi tunas-tunas cadangan dan dapat membantu pohon melakukan pemulihan pasca terjadi kebakaran atau kerusakan. Kulit kayu pada bagian bawah batang bertekstur kasar, keras, dan berwarna abu-abu gelap hingga hitam. Sedangkan kulit kayu pada bagian atas bertekstur halus, berwarna abu-abu–putih atau kuning krem. Daun muda pada eukaliptus tersusun berpasangan secara berlawanan. Bentuk daun bervariasi, dari bulat telur hingga lanset lebar seperti mata tombak. Daunnya berukuran panjang 6–21,5 cm dan lebar 3,5–7 cm dengan warna hijau kusam dan tidak mengkilap. Daun dewasa berbentuk lanset sempit yang meruncing pada bagian ujung dan pangkal serta seringkali sedikit melengkung. Panjang daun dewasa berkisar antara 10–22 cm dengan lebar 1–2,5 cm. Daun menempel pada tangkai daun sepanjang 1,2–2,2 cm. Pada daun dewasa memiliki daun berwarna hijau mengkilap dan warna ini sama pada bagian permukaan atas dan bawah daun. Kuncup bunga eukaliptus tersusun dalam kelompok pada satu tangkai perbungaan sepanjang 10–22 mm, di mana setiap kuncup bunga memiliki tangkainya sendiri dengan panjang 6–9 mm. Kuncup bunga yang telah matang berwarna kuning krem, berbentuk oval atau lonjong. dengan panjang 10–15 mm dan lebar 4–7 mm. Kuncup bunga eukaliptus memiliki penutup (operculum) berbentuk kerucut hingga bentuk seperti tanduk dengan panjang 8–10 mm. Bunga eukaliptus yang telah mekar berwarna putih. Buah eukaliptus berupa kapsul berkayu dengan bentuk setengah bola atau seperti cangkir. Panjang buah 4–10 mm dengan lebar 7–12 mm. Buah eukaliptus memiliki lima katup (valves) yang menonjol keluar melampaui tepi buahnya (Atlas of Living Australia, t.t.). Eukaliptus merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan bagian batang dan daunnya. Kayunya dapat diolah menjadi bahan pulp dan kertas. Sedangkan daunnya dapat diekstrak untuk mendapatkan minyak atsiri. Minyaknya mengandung senyawa sineol yang dikenal memiliki aroma khas dengan sifat antibakteri dan dekongestan (melegakan pernapasan). Minyak ini dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sabun herbal dan minyak angin aromaterapi (Abubakar et al., 2023).   Pustaka Abubakar, A. N. F., Pratama, M. I., Husna, S., & Jumrah, E. (2023). Pengolahan Daun Eucalyptus Menjadi Produk Herbal Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Kelompok Tani Hutan Buluballea. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 7(1), 38–46. Atlas of Living Australia. (t.t.). Eucalyptus brassiana S.T.Blake. https://bie.ala.org.au/species/https://id.biodiversity.org.au/node/apni/2890831#ausTraits. Diakses pada 1 November 2025.  Fensham, R., Collingwood, T. & Laffineur, B. 2019. Eucalyptus brassiana. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T133378234A133378236. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T133378234A133378236.en. Diakses pada 31 Oktober 2025. Negi, P. S., Bhatt, P., Rawat, A., Verma, V., Dongariyal, A., Prasad, R. K., & Singh, A. (2020). Effects on different potting media and IBA concentrations on sprouting and rooting of Eucalyptus camaldulensis and Eucalyptus hybrid cuttings. The Pharma. Innov. J., 9(10), 326-27. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Eucalyptus brassiana S.T.Blake. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:592751-1. Diakses pada 31 Oktober 2025. Winarni, W. W., Susilo, G. S., Nugroho, A. A. F., Safitri, F. R., & Ratnaningrum, Y. W. N. (2021, November). Sprouting and rooting ability of the plus trees of Eucalyptus pellita, E. brassiana and its hybrid in Wanagama, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 914(1), 012051. IOP Publishing.

Alpukat (Persea americana Mill.)
Aboretum
25 Nov 2025

Alpukat (Persea americana Mill.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Juss. Genus : Persea Mill. Spesies : Persea americana Mill. (USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Alpukat berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah (Pantai Pasifik Guatemala, El Savador, Nicaragua, Kosta Rika, dan Panama). Tanaman ini sudah banyak tersebar dan dibudidayakan dalam jumlah yang banyak di negara-negara seperti Indonesia, Brazil, Afrika Selatan, Amerika (Kalifornia dan Florida), dan Australia. Umumnya pohon alpukat memiliki tinggi 20 meter namun dapat tumbuh hingga 40 meter dan memiliki umur hingga 50 tahun. Pohon alpukat memiliki tajuk berbentuk bulat, daunnya berwarna hijau gelap di permukaan atas dan berwarna hijau pucat pada permukaan bawah. Bunganya berwarna hijau yang memiliki bulu-bulu halus dengan panjang sekitar 5-8 mm dan berkelompok di ujung cabang. Bunga jantan dan betina terdapat pada pohon yang sama, namun bagian jantan dan betina memiliki waktu matang yang berbeda sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan sendiri. Buahnya berbentuk seperti buah pir dengan panjang berkisar antara 5-15 cm dengan diameter antara 2-5 cm. Dalam setiap buahnya terdapat satu biji berukuran besar, berminyak, dan bulat. Bijinya dilapisi oleh daging yang padat berwarna hijau terang hingga kuning yang dibungkus oleh kulit buah berwarna hijau tua sampai hijau tua keunguan (Kew). Alpukat dapat tumbuh pada ketinggian 0-3000 mdpl di daerah dengan curah hujan yang tinggi dengan musim panas yang intens. Tumbuhan alpukat liar masih digunakan sebagai sumber keanekaragaman genetik untuk tujuan peningkatan budidaya alpukat. Spesies ini banyak dibudidayakan untuk dikonsumsi buahnya namun ada juga yang menggunakan tanaman ini sebagai tanaman obat tradisional (IUCN). Pustaka Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:325643-2# The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/96986556/129765464 United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=PEAM3