Publikasi

Arboretum

banner-aboretum
Konservasi BBWS Cimanuk Cisanggarung

Pusat Publikasi & Berita Digital Arboretum

Kumpulan artikel, studi konservasi, dan laporan kegiatan terbaru dari laboratorium alam hulu DAS Cimanuk.

Dokumen Profil Arboretum

Klik untuk melihat detail dokumen PDF

Koleksi Digital

Arsip Arboretum

Total Materi 66 Publikasi
Jati (Tectona grandis)
Aboretum
28 Nov 2025

Jati (Tectona grandis)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Lamiales Famili : Lamiaceae Genus : Tectona Spesies : Tectona grandis  (Kew) Status Konservasi IUCN EN - Endangered Deskripsi Jati merupakan jenis tanaman yang sudah sangat terkenal di Indonesia karena memiliki kualitas kayu yang tinggi. Jati berasal dari Kawasan Indo-China, yaitu Bangladesh, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Tanaman jati kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Selain Indonesia, jati juga dibudidayakan di negara Malaysia, Meksiko, Filipina, Sri Lanka, Sudan, dan Venezuela. Jati dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 80 – 1.200 mdpl. Tumbuh sebagai pohon, tanaman jati dapat tumbuh tinggi mencapai 50 m dengan kulit batang bersisik. Daun jati berbentuk elips dengan ukuran 11 – 95 x 6 – 50 cm, duduk daun berhadapan, berwarna hijau tua, kasar, tangkai daun pendek, bersayap, dan berbulu halus. Ketika digosok, daun jati sering mengeluarkan warna merah. Jati memiliki bunga majemuk yang terletak secara terminal dan juga terdapat pada ketiak daun paling atas. Kelopak bunga berukuran 4 – 4,5 x 3,0 – 3,5 mm, bergerigi atau berlobus, dan berwarna kuning kehijauan serta terdapat bulu halus. Mahkota bunga berwarna putih dengan panjang 1,5 – 3,0 mm dan lebar 1,5 mm. Buah jati memiliki diameter 1,2 – 2 cm, berwarna coklat muda, dan tertutup kelopak buah berdiameter 2,5 cm berwarna coklat muda. Pohon jati biasa dimanfaatkan kayunya sebagai bahan penghias kapal, lantai, furniture, dan konstruksi. Daun jati telah digunakan di Asia Tenggara sebagai bahan obat tradisional karena sifat astringen dan diuretiknya serta dapat melawan pembengkakan (Kew). Pustaka  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:864923-1/general-information  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/62019830/62019832

Karet Merah/Karet Kebo (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)
Aboretum
28 Nov 2025

Karet Merah/Karet Kebo (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta  Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Hamamelididae Ordo : Urticales Famili : Moraceae Gaudict. Genus : Ficus L. Spesies : Ficus elastica Roxb. Ex Hornem. (USDA) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Karet merah merupakan tanaman yang berasal dari India, Bangladesh, Cina, Indonesia, Malaysia, Laos, Myanmar, Nepal, Thailand, dan Vietnam. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah seperti Dominika, Kuba, Ekuador, Florida, Jamaika, Papua Nugini, Spanyol, dan Sri Lanka. Berhabitus pohon, karet kebo dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 1.000 – 2.600 mdpl (Kew). Pohon ini dapat tumbuh di tempat dengan suhu 20 – 30 °C dan curah hujan 600 – 1.000 mm/tahun serta pH 5,5 – 7,5. Pohon karet merah dapat tumbuh tinggi mencapai 50 m. Sistem perakaran pohon ini termasuk dangkal dan padat. Akar pohon karet merah dapat menyebar hingga radius 40 m (PFAF). Pohon karet kebo biasa dimanfaatkan getahnya yang diperoleh dari bagian batang dan cabang. Getah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ban, komponen karet untuk mobil dan mesin, produk mainan, perlengkapan olahraga, dan sarung tangan. Banyaknya getah yang dihasilkan dipengaruhi oleh diameter batang dan panjang sayatan. Pohon dengan diameter 1,8 m dapat menghasilkan rata-rata 15 kg getah. Hasil rata-rata panen getah karet merah selama 3 tahun berturut-turut adalah 4 kg, 1,9 kg, dan 0,4 kg per pohon. Hasil ini diperoleh dari 50 pohon liar dengan tinggi 34 m dan diameter 5,7 m (PFAF).   Pustaka   Plants for A Future (PFAF) https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Ficus+elastica  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:60458499-2  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/116271522/116271532  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=FIEL

Kecrutan (Spathodea campalunata P. Beauv.)
Aboretum
28 Nov 2025

Kecrutan (Spathodea campalunata P. Beauv.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Asteridae Ordo : Scrophulariales Famili : Bignoniaceae Juss. Genus : Spathodea P. Beauv Spesies : Spathodea campalunata P. Beauv. (USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Spathodea campalunata merupakan tanaman yang berasal dari dataran Afrika, awalnya spesies ini ditemukan di negara seperti Guinea hingga ke Angola. Saat ini kecrutan sudah banyak diintroduksi ke berbagai negara dengan iklim tropis seperti negara-negara yang ada di sekitaran samudera pasifik termasuk Indonesia, negara-negara di benua Amerika bagian Selatan, Australia, dan masih banyak lagi, tanaman ini mulai diperbanyak karena memiliki nilai ornamental. Spesies ini merupakan pohon besar yang dapat mencapai tinggi 35 m dengan bunga yang cantik, pohon ini banyak ditemukan di hutan sekunder, berperan sebagai salah satu spesies pionir. Kecrutan banyak dibudidayakan karena bunganya yang cantik, kayunya juga dapat digunakan sebagai bahan pertukangan kasar, selain itu bijinya digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional di Afrika (IUCN). Kecrutan memiliki kulit batang berwarna abu kecoklatan, daun kecrutan merupakan daun majemuk menyirip berbentuk bulat merata dengan bagian pinggir daun rata, bunganya tergolong dalam bunga majemuk berwarna merah jingga yang berukuran besar dan mencolok dengan mahkota bunga yang berbentuk seperti lonceng, buahnya berwarna coklat kehitaman dan memiliki katup yang berbentuk seperti perahu (Socfindo).   Pustaka Socfindo Conservation (Socfindo) https://www.socfindoconservation.co.id/plant/585 The International Union for Conservation of Nature (IUCN)  https://www.iucnredlist.org/species/49196213/49196223 United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=SPCA2

Kedondong (Spondias dulcis Parkinson)
Aboretum
28 Nov 2025

Kedondong (Spondias dulcis Parkinson)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Anacardiaceae R. Br. Genus : Spondias L. Spesies : Spondias dulcis Parkinson  (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN  LC – Least Concern Deskripsi Kedondong merupakan jenis tanaman yang berasal dari Indonesia, Papua nugini, dan Kepulauan Solomon. Kedondong memiliki banyak nama lokal, seperti Kadondong (Sunda), Kedundung (Madura), Kecemcem (Bali), Inci (Bima, NTT), Karunrung (Makassar), dan Dau Kaci (Bugis). Kedondong tumbuh di tempat dengan ketinggian hingga 700 m dpl, suhu udara 22–27 ?, curah hujan 900–1.800 mm/tahun, dan pH tanah 5,5–6,5 (Socfindo Conservation, t.t.). Kedondong dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif melalui stek, cangkok, atau okulasi. Kedondong termasuk dalam habitus pohon dan dapat tumbuh tinggi mencapai 25 m dengan diameter batang mencapai 45 cm (Plant For A Future, t.t.). Batang pohon kedondong berbentuk silindris, tegak, dengan percabangan simpodial. Daun kedondong termasuk majemuk menyirip dengan 9–25 anak daun yang berbentuk elips. Daun mudanya dapat dikonsumsi secara langsung atau dijadikan sebagai bumbu masakan. Bunga kedondong berwarna putih yang tersusun dalam rangkaian perbungaan malai yang terletak di ujung ranting atau cabang. Buahnya berbentuk oval dengan biji yang berserat di dalamnya (Plant For A Future, t.t.). Buah kedondong dapat langsung dikonsumsi manusia atau diolah menjadi jus, manisan, atau selai. Buahnya kaya akan vitamin C, memiliki tekstur renyah, dan rasa asam manis dengan aroma seperti nanas (National Parks Board, 2023). Kedondong mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi pada daun, batang, buah, dan akarnya. Senyawa tersebut diantaranya fenolik, tanin, saponin, dan flavonoid (Hayatillah & Hapsari, 2023). Pustaka Energy Development Corporation (EDC) . 2024. Spondias dulcis. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T198990392A203234816. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-1.RLTS.T198990392A203234816.en. Diakses pada 18 November 2025. Hayatillah, R. & Hapsari, W. K. (2023). Anti-Inflamasi Tanaman Kedondong (Spondias Dulcis G. Forst.). Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi, 2(1), 63–69. National Parks Board. (2023). Spondias dulcis Parkinson. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/1/3134. Diakses pada 19 November 2025. Plant For A Future. (t.t.). Spondias dulcis - Sol. ex Parkinson. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Spondias+dulcis. Diakses pada 18 November 2025. Socfindo Conservation. (t.t.). Spondias dulcis. Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/364. Diakses pada 19 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Spondias dulcis Parkinson. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/SPDU3. Diakses pada 18 November 2025.

Ki Teja (Cinnamomum iners Reinw. ex Blume)
Aboretum
28 Nov 2025

Ki Teja (Cinnamomum iners Reinw. ex Blume)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Genus : Cinnamomum Spesies : Cinnamomum iners Reinw. ex Blume (KEW) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Ki Teja merupakan tumbuhan evergreen yang tersebar secara alami di India, Indochina dan Malesia. Tinggi pohonnya dapat mencapai 10 – 15 m. Batangnya lurus dengan kulit luar halus berwarna coklat keabu-abuan dan kulit bagian dalam berwarna merah muda. Kayu gubalnya berwarna putih. Kulitnya memiliki aroma ringan seperti kayu manis. Daunnya berwarna hijau tua berbentuk elips dengan seluruh tepi daun dan 3 urat daun yang jelas yang membentang memanjang. Daun mudanya berwarna merah muda muda, tetapi secara bertahap menjadi krem, kemudian hijau kekuningan dan akhirnya hijau tua. Bunganya berwarna krem ??hingga kuning dan bersifat biseksual atau uniseksual serta menghasilkan bau yang menyengat. Bunga-bunga tersebut tersusun dalam perbungaan bercabang yang dikenal sebagai malai yang terletak di ketiak daun (antara daun dan batang) atau ujung cabang. Buahnya berdaging bulat atau elipsoid dikenal sebagai buah beri. Awalnya berwarna hijau tua dengan bintik-bintik kuning, buah beri berwarna hitam keunguan saat matang. Ki Teja umumnya ditemukan di daerah lembab dan terbuka di hutan dataran rendah primer dan sekunder serta hutan perbukitan. Fauna Terkait Tupai, kelelawar, dan burung memakan buahnya, sehingga membantu menyebarkan benih. Pemanfaatan kulit ki teja sama seperti kayu manis namun dengan kualitas hasil yang lebih rendah. Di daerah pedesaan, daunnya digunakan untuk mempermanis air minum. Baik daun maupun kayunya digunakan sebagai rempah-rempah. Khasiat obat dapat ditemukan di semua bagian pohon. Kayunya digunakan untuk menurunkan demam, sementara bagian tanaman lainnya telah digunakan untuk mengobati masalah gastrointestinal dan saluran kemih, komplikasi persalinan, rematik, dan perut kembung  ( National Parks). Pustaka   Flora and Fauna Web National Parks https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2806 Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:463467-1 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/62020057/62020059

Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea L.)
Aboretum
28 Nov 2025

Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Lindl. Genus : Bauhinia L. Spesies : Bauhinia purpurea L.  (USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Tanaman kupu-kupu berasal dari Assam, Bangladesh, Himalaya bagian timur, India, Myanmar, Nepal, dan Pakistan. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Indonesia, China, Ethiopia, Florida, Gambia, Guatemala, Iraq, Laos, Papua Nugini, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Tanaman kupu-kupu tumbuh sebagai perdu atau pohon yang tumbuh di daerah bioma tropis basah dengan ketinggian tempat 0 - 3.000 mdpl (IUCN). Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan bakar, dan obat-obatan (Kew). Tanaman kupu-kupu dapat tumbuh tinggi mencapai 8 – 12 m (Yadav et al., 2022). Tanaman kupu-kupu memiliki kulit batang yang berwarna putih krem. Daun tanaman kupu-kupu berbentuk bulat dan terbelah setengah. Pada permukaan atas daun berwarna hijau muda kekuningan, sedangkan pada bagian permukaan bawah daun berwarna hijau tua kekuningan pucat. Daun tanaman kupu-kupu berukuran 11,00 x 14,78 cm dengan panjang tangkai daun sekitar 4,38 cm (Makwana et al., 2014). Tanaman ini memiliki bunga dengan ukuran diameter bunga kurang lebih 9,44 cm, panjang benang sari 4,38 cm, putik 5,25 cm, dan mahkota bunga 4,48 cm. Biji tanaman kupu-kupu memiliki panjang 1,67 cm dengan lebar 1,3 cm dan ketebalan 0,24 cm (Yadav et al., 2022). Pustaka  Makwana, P., Albert, S., Contractor, K., & Singh, A. K. (2014). Morphological characterization in interspecies of Bauhinia species. Current Horticulture, 2(1), 28-33. https://www.researchgate.net/profile/G-Byju/publication/328768697_Sabitha_Soman_and_G_Byju_2014_Geospatial_assessment_and_mapping_of_soil_properties_of_horticultural_farm_Current_Horticulture_21_18-27/links/5c226c5c92851c22a3462f82/Sabitha-Soman-and-G-Byju-2014-Geospatial-assessment-and-mapping-of-soil-properties-of-horticultural-farm-Current-Horticulture-21-18-27.pdf#page=30  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:481605-1/general-information  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/19891953/20027617  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=BAPU  Yadav, D., Tamrakar, S. K., & Sharma, G. L. (2022). Study of Phenotypic Variability of Kachnar (Bauhinia spp.). Journal of Krishi Vigyan, 11(1), 336-340. https://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:jkv&volume=11&issue=1&article=061&type=pdf

Leci (Litchi chinensis Sonn.)
Aboretum
28 Nov 2025

Leci (Litchi chinensis Sonn.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Sapindaceae Juss. Genus : Litchi Sonn. Spesies : Litchi chinensis Sonn.  (USDA) Status Konservasi NatureServe Explorer No Status Rank Deskripsi Leci merupakan pohon yang berasal dari Assam, Indonesia (Kalimantan dan Jawa), Malaysia, Cina (Hainan), Laos, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Tanaman ini kemudian menyebar dan dibudidayakan ke berbagai wilayah seperti India (Kepulauan Andaman), Bangladesh, Kamboja, Himalaya, dan Mauritius (Kew). Leci dapat tumbuh pada daerah dengan musim dingin pendek, kering, dan sejuk (20 – 22 °C) serta musim panas dengan suhu 25 °C dengan curah hujan tinggi (1.200 mm) dan kelembaban tinggi. Pohon leci dapat tumbuh tinggi hingga 30 m dengan percabangan yang rendah dan bentuk tajuk membulat. Daun pohon leci termasuk daun majemuk menyirip berbentuk oblong hingga lancet dengan duduk daun berseling. Pada permukaan atas daun berwarna hijau tua mengkilap dan bagian permukaan bawah daun mengkilap. Leci memiliki tipe perbungaan malai bercabang banyak dengan panjang 5 – 30 cm dan berbunga banyak dan kecil. Bunga leci berwarna putih kekuningan dengan jumlah kelopak bunga 4 tanpa mahkota bunga. Buah leci berbentuk bulat, bulat telur, atau berbentuk seperti hati dengan diameter 3,0 – 3,5 cm. Buah leci memiliki eksokarp tipis, kasar, berwarna merah terang sampai keunguan, berbentuk kerucut dan lancip. Daging buah berwarna putih dan bening. Biji buah leci berukuran 10 – 23 mm x 6 – 12 mm dan berwarna coklat. Tanaman leci dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan (buah) dan pengobatan tradisional (kulit buah dan biji) (Menzel, 1991).  Pustaka  Menzel, C. M. (1991). Litchi chinensis Sonn. Plant resources of South-East Asia, 2, 191-195. https://www.growables.org/information/TropicalFruit/LycheePROSEA.htm NatureServe Explorer https://explorer.natureserve.org/Taxon/ELEMENT_GLOBAL.2.154427/Litchi_chinensis Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:783539-1  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=LICH4

Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.
Aboretum
28 Nov 2025

Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Meliaceae Juss. Genus : Swietenia Jacq. Spesies : Swietenia mahagoni (L.) Jacq. (USDA) Status Konservasi IUCN NT- Near Threatened Deskripsi Mahoni merupakan jenis tanaman yang paling sering ditemukan pada dataran rendah, ketinggian pantai hingga 100 m tetapi di Jamaika tumbuh hingga 1.500 mdpl. Pohon ini dapat tumbuh tinggi sampai 10 hingga 20 meter, berakar tunggang, berbatang bulat, percabangan banyak, dan berkayu serta memiliki getah. Daunnya majemuk menyirip genap, jelaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya runcing dan tulang daunnya menyirip. Daun muda berwarna merah kemudian setelah tua akan berwarna hijau. Bunga tanaman ini majemuk tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Buahnya berbentuk bulat, berkeluk lima, berwarna coklat, didalam buah terdapat biji yang berbentuk pipih dengan ujung agak tebak dan berwarna kehitaman (Ahmad, A.R., dkk, 2019). Spesies ini mampu tumbuh di hutan kering hingga lembap. Hal ini pun tercatat pada daerah dataran rendah, di balik hutan bakau yang lebih berawa dan menunjukkan toleransi spesies terhadap penggenangan berkala. Mahoni termasuk jenis yang tidak toleran terhadap naungan dan tidak dapat tumbuh dengan baik pada kanopi tertutup. Hal ini merupakan salah satu penyebab buruknya regenerasi alami karena diperlukan gangguan dalam skala besar untuk mendorong pertumbuhan yang kuat. (IUCN).  Spesies ini berasal dari Karibia dan Florida. Ia telah diperkenalkan ke semua pulau di Karibia tetapi hanya asli di beberapa negara. Spesies ini dimanfaatkan karena kayunya yang sangat diminati, namun karena banyaknya permintaan akan produk ini, spesies ini telah mengalami eksploitasi berlebihan selama berabad-abad yang menyebabkan kepunahan spesies tersebut secara komersial. Spesies ini pun terdaftar di Appendix II CITES sebagai pengakuan atas ancaman perdagangan terhadap spesies ini. (IUCN). Adapun pemanfaatan lainnya dari tanaman mahoni yaitu kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut dengan “blendok” dapat digunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak. Ekstrak biji pohon mahoni dapat digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama pada tanaman kubis, yaitu Plutella xylostella dan Crocidolomia binonalis khususnya saat hama pada stadia larva. Pustaka Ahmad, A. R., Handayani, V., Syarif, R. A., Najib, A., & Hamidu, L. (2019). Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) herbal untuk penyakit diabetes. CV Nas Media Pustaka: Makassar. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/32519/68104916  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=SWMA2

Manggis (Garcinia mangostana L.)
Aboretum
28 Nov 2025

Manggis (Garcinia mangostana L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Dilleniidae Ordo : Theales Famili : Clusiaceae Lindl. Genus : Garcinia L. Spesies : Garcinia mangostana L.  (USDA, t.t.) Status Konservasi IUCN  DD – Data Deficient Deskripsi Manggis merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah dan banyak dibudidayakan di Asia Tenggara dan daerah tropis lainnya, sehingga lokasi dan sebaran spesiesnya tidak diketahui. Masih diperlukan identifikasi asal usul pohon manggis, sehingga IUCN menilai bahwa spesies ini memiliki status konservasi Data Kurang atau Data Deficient (Chong, 2024). Spesies ini diduga berasal dari Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Peninsular Malaysia). Manggis merupakan tanaman berhabitus pohon yang dapat tumbuh tinggi mencapai 25 m dan diameter hingga 37 cm (Plant For A Future, t.t.). Manggis memiliki batang yang lurus, cabang-cabang tersusun secara simetris hingga membentuk tajuk seperti piramida. Daun manggis tersusun secara berhadapan. Daunnya memiliki tangkai pendek seolah-olah memeluk batangnya. Bentuk helai daun lonjong atau elips dengan panjang 15–25 cm dan lebar 7–13 cm. Daunnya tebal seperti kulit, tepi daun rata, dan ujung daun meruncing tajam. Permukaan daun bagian atas tidak berbulu dan berwarna hijau, sedangkan bagian bawah berwarna hijau kekuningan. Bunga manggis muncul secara soliter atau berpasangan pada ujung ranting. Tangkai bunga pendek dan tebal dengan diameter bunga sekitar 5,5 cm. Bunga manggis memiliki 4 kelopak, bertekstur tebal dan berdaging, berwarna hijau kekuningan dengan bagian pinggir kemerahan. Bakal buah manggis menempel langsung (tidak memiliki tangkai), berbentuk hampir bulat, dan memiliki 4–8 ruang. Bagian kepala putik juga menempel tanpa tangkai dan memiliki 4–8 lobus (lekukan) yang menonjol. Buah manggis termasuk jenis buah buni yang berbentuk bulat, permukaan halus, dan memiliki diameter 4–7 cm. Buah manggis berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi ungu tua saat sudah matang. Kelopak bunga masih tetap menempel pada buah bagian pangkal. Pada bagian ujung buah pun masih terdapat bekas kepala putik yang berlekuk. Dinding buah memiliki ketebalan sekitar 0,9 cm dengan warna ungu. Dalam satu buah manggis, hanya terdapat maksimal 3 biji yang berkembang sempurna. Biji buah manggis diselimuti oleh selaput biji (arillode) berwarna putih (Verheij, 1991). Buah manggis dapat langsung dikonsumsi oleh manusia. Buahnya memiliki rasa asam manis yang segar. Kulit batang dan kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai obat diare dan disentri karena mengandung tanin yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Akar manggis dipercaya masyarakat Melayu dapat mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur. Di Indonesia, kulit kayu dan daun manggis dipercaya memiliki sifat astringen dan dapat membantu menurunkan demam. Getah dari manggis juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna hitam pada kain sutra (National Parks Board, 2025). Pustaka Chong, K.Y. 2024. Garcinia mangostana. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T163459655A163459663. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-1.RLTS.T163459655A163459663.en. Diakses pada 8 November 2025. National Parks Board. (2021). Garcinia mangostana L. var mangostana. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/9/2927. Diakses pada 8 November 2025. Plant For A Future. (t.t.). Garcinia mangostana - L. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Garcinia+mangostana. Diakses pada 8 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Garcinia mangostana L. Dalam The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/GAMA10. Diakses pada 8 November 2025. Verheij, E.W.M., (1991). Garcinia mangostana L. Dalam E. W. M. Verheij & R. E. Coronel (Eds.), Plant Resources of South-East Asia No 2: Edible fruits and nuts. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea.