Tingkatkan Keandalan Suplai Irigasi Bah Bolon, Kementerian Pekerjaan Umum Rehabilitasi Bendung Tanah Merah
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan terus melaksanakan upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air demi menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan layanan irigasi. Salah satu pekerjaan strategis yang tengah berlangsung adalah rehabilitasi Bendung Tanah Merah yang terletak di Desa Tanjung Muda, Kabupaten Batu Bara. Bendung yang dibangun pada tahun 1990 ini merupakan bagian penting dari sistem jaringan irigasi Bah Bolon.
Bendung Tanah Merah berfungsi sebagai bendung suplesi yang mengalirkan debit air dari Sungai Bah Bolon menuju Bendung Perkotaan. Peranannya sangat krusial dalam mendukung layanan irigasi seluas 3.350 hektar di wilayah Kabupaten Batu Bara. Namun, seiring waktu, kondisi bendung mengalami penurunan akibat dinamika aliran sungai dan sedimentasi, sehingga diperlukan penanganan menyeluruh untuk menjaga keandalannya.
Permasalahan utama terjadi pada bagian hilir bendung, di mana endapan sedimen tebal muncul di depan kolam olak sehingga mengurangi kapasitas alir dan memantulkan arus ke tebing kanan. Kondisi ini memicu gerusan lokal di kaki tebing dan mengancam kestabilan fondasi. Selain itu, aliran sungai yang menyebar tanpa kontrol menyebabkan perubahan bentuk penampang sungai dan berpotensi memperburuk kerusakan.
Sementara itu, pada hulu kanan bendung, tekanan arus tinggi dan gaya sentrifugal terus mengikis tebing. Pada bagian hulu kiri, tebing berada sangat dekat dengan struktur utama bendung dan memiliki perbedaan elevasi tanah yang signifikan. Untuk melindungi area ini, dibutuhkan dinding penahan tanah (retaining wall) beton bertulang guna menjaga kestabilan tanah urugan serta melindungi fondasi bendung dari ancaman erosi.
Pekerjaan rehabilitasi Bendung Tanah Merah meliputi pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 93 meter, pemasangan steel sheet pile sepanjang 274 meter, pekerjaan armor beton sebanyak 540 unit, galian tanah sebanyak 9.480,77 m³, serta timbunan tanah 5.242,31 m³. Seluruh pekerjaan dirancang untuk memperkuat struktur bendung serta mengembalikan pola aliran sungai agar kembali stabil dan terkontrol.
Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 76 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Desember. Dengan rampungnya pekerjaan rehabilitasi ini, diharapkan suplai air ke jaringan irigasi Bah Bolon dapat berjalan lebih optimal, serta memberikan manfaat langsung bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Batu Bara.
Kementerian PU akan terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.