Banjir Bandang Aceh Tenggara Bukanlah Permasalahan Tunggal

Berita Balai

Peristiwa banjir bandang yang terjadi hari Selasa lalu tanggal 12 April 2017 di Kecamatan Sigalagala Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh didominasi oleh subdas yang merupakan sistem sungai dari Das Lawe Alas. Banjir bandang membawa material berupa gelondongan kayu, batu dan lumpur dalam jumlah relatif sangat besar. Menurut Kasie Program dan Perencanaan Umum Balai Wilayah Sungai Sumatera-I Bapak Mahdani ST, MT jelas fenomena ini bukanlah permasalahan yang terjadi secara tunggal dan sesaat melainkan peristiwa terjadi disebabkan oleh beberapa faktor .

Sebagaimana di ketahui bahwa curah hujan di kawasan Aceh Tenggara relatif sangat tinggi berkisar antara 3000 s.d 4000 mm/tahun. Lokasi kejadian berada pada kondisi topgrafi pegunungan maka hujan didaerah ini lebih didominasi oleh hujan orografi yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang cukup besar dan bergerak secara horizontal dan angin tersebut naik menuju pegunungan serta turun di daerah pegunungan.  Hujan tsb terkadang tidak terjadi didaerah permukiman dan hanya terjadi didaerah pegunungan saja.

Peristiwa hujan yg terjadi secara terus menerus di pegunungan  menyebabkan longsoran pada bagian tebing-tebing bukit, alur maupun palung sungai di hulu sub DAS, longsoran tersebut menyebabkan tertutupnya bagian hilir di beberapa palung dengan material seperti batu, tanah bahkan pepohonan yg tumbang ataupun yang ditebang dgn sengaja. Peristiwa inilah yg menyebabkan terbentuknya wadah tampungan air atau bendungan alami dibeberapa tempat dengan luas tergantung  dari daerah tangkapan air (DTA/cathment area).

Selanjutnya bendungan tersebut tidak mampu lagi membendung volume air didalamnya dan daya dukung struktur pembendung merupakan material yang lepas maka pada saat itulah bendungan pecah yang disetai oleh hujan meskipun curah hujan yg terjadi relatif sangat kecil +/- 4.5 mm namun kondisi bendung telah lemah, maka terjadilah peristiwa banjir bandang yang secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan luluhlantak yang ada di beberapa palung atau alur yang dilalui banjir tersebut.

Berita

berita/f6905050-4bd8-4d73-ab17-1c984f29331f/1767674974.jpg

Pohon Produksi Ramah Lereng Jadi Solusi Kebutuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

berita/dd0b9f6c-b81d-41e3-aaf3-831d38feb079/1767574887.jpg

Penanganan Tanggul Jebol di Lhoksukon Terus Berjalan, BWS Sumatera I Turun Langsung

berita/5cef7f3b-5bcf-41a8-b5c8-847071eb8805/1767665259.jpg

Koordinasi Pengendalian Banjir dan Irigasi, Bupati Aceh Besar Kunjungi BWS Sumatera I

berita/e077c095-aa61-4d42-bfda-5c98f026e021/1767574417.jpg

Infrastruktur Jalan dan Sungai Lawe Alas Gayo Lues Jadi Fokus Kunjungan Menteri PU

berita/784ba772-ea7a-4c79-b310-060fc03e8f22/1767574105.jpg

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Tinjau Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, BWS Sumatera I Siap Kelola Dengan Optimal

berita/5aef52c8-2903-48af-a069-ab9169a880ab/1767171279.jpg

Dirjen SDA Tinjau Bendung Pante Lhong, Respons Banjir Sungai Peusangan di Bireuen