Pemulihan DI Jambo Aye Langkahan Dikebut, Uji Coba Pengaliran Air Mulai Dilakukan

Berita Balai

Bendung Jambo Aye Langkahan dilakukan Running Test (percobaan pengoperasian) pascabencana banjir
Bendung Jambo Aye Langkahan dilakukan Running Test (percobaan pengoperasian) pascabencana banjir

Aceh Utara, 31/1 — Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye Langkahan yang berada di Kabupaten Aceh Utara memiliki luas layanan 19.473 hektare dengan sumber air utama dari Sungai Arakundo. Sistem irigasi ini sempat terhenti beroperasi akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada Bangunan Utama, jaringan irigasi, serta sejumlah sarana pendukung lainnya. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas pertanian masyarakat. Pemulihan irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Selama masa tanggap darurat bencana, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I melakukan penanganan darurat secara bertahap. Penanganan dilaksanakan oleh PPK OP SDA IV dengan fokus pada pembersihan bangunan bendung dan saluran irigasi. Seluruh kegiatan lapangan dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan hingga akhir Januari 2026. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan fungsi aliran air pada sistem irigasi yang terdampak. Penanganan darurat tersebut menjadi fondasi awal pemulihan DI Jambo Aye Langkahan.

Pada Sabtu (31/1/2026), dilakukan uji coba pengaliran air pascabencana sebagai bagian dari tahapan pemulihan. Uji coba awal ini meliputi pengaliran dari saluran primer BJA 0 hingga BJA 5 sepanjang kurang lebih 15 kilometer. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali fungsi sistem irigasi secara bertahap. Untuk mendukung pekerjaan di lapangan, sebanyak sembilan unit alat berat dikerahkan. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan pengawasan teknis guna memastikan aliran berjalan optimal.

Hasil uji coba tersebut menunjukkan perkembangan positif. Pada Minggu (1/2/2026), air irigasi telah sampai ke lahan persawahan di Sub DI Panton Labu. Aliran air ini mulai dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung aktivitas pertanian. Capaian ini menjadi indikator awal keberhasilan penanganan darurat yang telah dilakukan. Pemulihan bertahap ini diharapkan mampu mempercepat kembalinya masa tanam.

Secara keseluruhan, Sub DI Panton Labu dengan luas layanan 2.700 hektare ditargetkan kembali beroperasi penuh pada akhir Februari 2026. Sementara itu, ruas irigasi lainnya, yakni Sub DI Lhoksukun seluas 1.381 hektare, Sub DI Monsukun seluas 590 hektare, dan Sub DI Arakundo seluas 2.375 hektare, ditargetkan dapat difungsionalkan kembali pada akhir Maret 2026. Dengan demikian, total luas irigasi yang diperkirakan dapat berfungsi hingga akhir Maret 2026 mencapai 7.046 hektare. Pemulihan ini diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian dan pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah terus berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana di wilayah Aceh Utara.

Berita

berita/7afe7836-b473-4484-932e-99fc9c4aa786/1769993761.jpg

Pemulihan DI Jambo Aye Langkahan Dikebut, Uji Coba Pengaliran Air Mulai Dilakukan

berita/ae4f7dbe-e68a-42b0-b464-a2761d4b4c92/1770002224.jpg

Penanganan Lanjutan Tanggap Darurat Bencana Krueng Tiro Capai Hampir 1.9 Km

berita/cd3136f8-8dfd-4c2e-b4ee-95ea98cf3dfe/1769680257.jpg

Apresiasi Risk Management dan Pegawai Terbaik Perkuat Budaya Kerja Profesional

berita/f840fea5-b1ba-4992-a92f-8a3b802f72da/1769756987.png

Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Kementerian PU Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Berjalan

berita/5d53d2e8-8448-442d-8085-f1288a060e72/1769677932.png

Perkuat DAS Peusangan, Kementerian PU Bangun Jetty, Spillway, Sand Pocket, dan Sabo Dam

berita/22d38bb6-f402-4214-aaef-005bb768f5d4/1769680167.jpg

Perkuat Keterbukaan Informasi, BWS Sumatera I Beri Apresiasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan