Perkuat DAS Peusangan, Kementerian PU Bangun Jetty, Spillway, Sand Pocket, dan Sabo Dam
Berita Balai •
Bireuen, 29/1 – Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Kabupaten Bireuen, Aceh, terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air. Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Sumatera I melaksanakan pekerjaan terintegrasi dari hulu hingga hilir guna meminimalkan risiko bencana serta menjaga fungsi sungai secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi build back better pascabencana. Seluruh pekerjaan dirancang untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap banjir dan sedimentasi. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.
Rehabilitasi DAS Peusangan mencakup pembangunan jetty di muara sungai untuk mengendalikan sedimen dan menjaga stabilitas alur sungai. Jetty berfungsi mencegah pendangkalan serta mendukung kelancaran aliran air menuju laut, terutama saat debit meningkat. Selain itu, struktur ini juga berperan menjaga keseimbangan garis pantai di sekitar muara. Pekerjaan jetty direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi hidrodinamika setempat. Dengan demikian, fungsi sungai dan pesisir dapat terjaga secara optimal.
Di bagian hulu, dibangun sand pocket yang berfungsi sebagai kolam penangkap sedimen sebelum material terbawa ke bagian tengah dan hilir sungai. Sand pocket dirancang untuk menahan pasir, lumpur, dan material lepas lainnya agar tidak mempercepat pendangkalan alur sungai. Keberadaan bangunan ini diharapkan mampu mengurangi beban sedimentasi pada bendung dan infrastruktur air lainnya. Selain itu, sand pocket juga mempermudah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai. Pengendalian sedimen menjadi kunci keberlanjutan fungsi DAS Peusangan.
Pekerjaan lainnya adalah pembangunan spillway bendung yang berfungsi sebagai saluran pengaman limpasan air. Spillway memungkinkan kelebihan debit air saat hujan lebat dialirkan secara terkendali sehingga mencegah kerusakan bendung akibat tekanan berlebih. Struktur ini dirancang untuk menjaga keselamatan bangunan utama serta wilayah di sekitarnya. Dengan spillway yang berfungsi optimal, risiko overflow dapat ditekan. Hal ini menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian banjir terpadu.
Untuk memperkuat pengendalian sedimen dari daerah pegunungan, Kementerian PU juga membangun sabo dam di beberapa titik hulu DAS Peusangan. Sabo dam berfungsi menahan debris, batu, dan material sedimen hasil erosi agar tidak terbawa ke hilir. Bangunan ini sangat penting untuk melindungi jembatan, bendung, dan permukiman masyarakat. Dengan kombinasi jetty, sand pocket, spillway, dan sabo dam, DAS Peusangan diperkuat secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Upaya ini diharapkan memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bireuen.
Berita
Perkuat DAS Peusangan, Kementerian PU Bangun Jetty, Spillway, Sand Pocket, dan Sabo Dam
Perkuat Keterbukaan Informasi, BWS Sumatera I Beri Apresiasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan
BWS Sumatera I Bersama Relawan Kementerian PU Fokus Normalisasi Sungai Krueng Tiro
Update Progres Pembangunan Sumur Bor di Aceh, Sejumlah Titik Telah Rampung
Kota Rentan Banjir, Ini Faktor Penyebab yang Perlu Diwaspadai
BWS Sumatera I Bersama Adhi Karya Pulihkan Fungsi Irigasi Bendung Pante Lhong Pascabencana