Update Progres Pembangunan Sumur Bor di Aceh, Sejumlah Titik Telah Rampung
Berita Balai •
Aceh, 26/1 — Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan sumur bor sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Hingga Rabu (22/1), sejumlah titik pekerjaan telah mencapai tahap penyelesaian, sementara beberapa lokasi lainnya masih berada dalam proses pengeboran dan tahapan pendukung. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi teknis dan karakteristik geologi setempat. Pembangunan sumur bor difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di kawasan permukiman dan fasilitas umum. Seluruh progres pekerjaan terus dipantau secara berkala di lapangan.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melaksanakan pekerjaan sumur bor pada sepuluh titik lokasi. Pengeboran sumur di Desa Matang Teupah telah selesai, sementara di Masjid Gelanggang Merak dan Masjid Matang Ara Jawa masih dalam tahap mobilisasi alat. Sejumlah lokasi lainnya, seperti Kantor Kejari Aceh Tamiang, Masjid Gelung, Masjid Padang Langgis, Kantor Datok Desa Rimba Sawang, Masjid Rimba Sawang, Rongoh, dan Gampong Bundar telah menyelesaikan pekerjaan geolistrik. Tahapan geolistrik tersebut menjadi dasar penentuan titik pengeboran sebelum pekerjaan fisik dilanjutkan. Progres di Aceh Tamiang menunjukkan perkembangan bertahap sesuai rencana kerja.
Sementara itu di Kabupaten Pidie Jaya, Direktorat Jenderal Cipta Karya melaksanakan pekerjaan sumur bor di delapan lokasi. Di Kompleks Dinas Perhubungan, pengeboran telah mencapai kedalaman 44,5 meter dan sedang dalam proses reaming. Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip telah menyelesaikan pengeboran hingga kedalaman 36 meter dan memasuki tahap persiapan pumping test. Pada beberapa lokasi lain, seperti Meunasah Cut dan Meunasah Balek di Kecamatan Meureudu, pengeboran sumur dangkal dan sumur dalam telah selesai. Adapun di Meunasah Gantung, pekerjaan masih berlangsung pada tahap reaming.
Di Kabupaten Bener Meriah, pekerjaan sumur bor juga terus berjalan dengan progres yang bervariasi. Pengeboran di Desa Huntara Tunyang telah mencapai kedalaman 57 meter, sementara di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime, kedalaman sumur mencapai 32 meter. Di Desa Bener Kelipah, pengeboran telah mencapai kedalaman 23 meter hingga tanggal 22 Januari 2026. Selain itu, persiapan survei pengeboran tengah dilakukan di kawasan Huntara Wih Tenang dan Paya Rungkel sebagai tahap awal sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Update progres ini mencerminkan capaian pekerjaan sumur bor hingga 22 Januari 2026, di mana sebagian pekerjaan telah selesai dan sebagian lainnya masih dalam proses pelaksanaan. Kementerian Pekerjaan Umum memastikan seluruh pekerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh titik rampung sesuai target. Upaya ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan agar sumur bor dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Berita
Update Progres Pembangunan Sumur Bor di Aceh, Sejumlah Titik Telah Rampung
Kota Rentan Banjir, Ini Faktor Penyebab yang Perlu Diwaspadai
BWS Sumatera I Bersama Adhi Karya Pulihkan Fungsi Irigasi Bendung Pante Lhong Pascabencana
Kementerian PU Terapkan Padat Karya untuk Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Pascabencana di Sumatera
Warga Merasakan Dampak Nyata Pembangunan Sumur Bor Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Sumatera I Identifikasi Pendangkalan Sungai Krueng Meureudu Melalui Pengukuran Tampang Sungai