Kementerian PU Terapkan Padat Karya untuk Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Pascabencana di Sumatera
Berita Balai •
Aceh Tamiang, 22/1 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan skema padat karya dalam upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga untuk menghidupkan kembali penghidupan masyarakat terdampak. Sejak awal Januari 2026, kegiatan padat karya telah digulirkan secara bertahap di lokasi-lokasi terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan terpadu yang mengedepankan aspek sosial dan ekonomi. Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat dapat bangkit secara menyeluruh.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, perbaikan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Skema padat karya dipandang mampu memberikan manfaat ganda, yakni percepatan pemulihan sekaligus membuka lapangan kerja sementara. Dengan demikian, masyarakat terdampak tetap memiliki sumber penghasilan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Prinsip keberlanjutan menjadi landasan utama dalam setiap langkah penanganan.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menyesuaikan metode kerja dengan kondisi lapangan yang beragam. Di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat, tenaga padat karya dioptimalkan dengan dukungan peralatan berukuran kecil. Pendekatan ini memungkinkan proses pembersihan dan perbaikan tetap berjalan efektif. Area permukiman, fasilitas umum, hingga akses lingkungan menjadi sasaran utama kegiatan. Fleksibilitas metode tersebut memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terlewat dari penanganan.
Program padat karya ini melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja utama. Selain meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pekerjaan, keterlibatan langsung warga juga mempercepat proses pemulihan. Aktivitas yang dilakukan mencakup pembersihan material sisa bencana, perbaikan ringan infrastruktur, serta penataan lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan di lapangan. Dengan pola kerja yang terorganisir, manfaat program dapat dirasakan secara merata.
Salah satu pekerja padat karya, Tri Kurniawan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat dalam program ini. Ia mengaku senang meskipun jumlah pekerja tidak terlalu banyak, karena tetap memperoleh penghasilan untuk membantu orang tua. Dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit, kesempatan bekerja tersebut menjadi harapan bagi keluarganya. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat kecil yang terdampak bencana. Kehadiran padat karya menjadi bukti bahwa pemulihan juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Berita
Kementerian PU Terapkan Padat Karya untuk Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Pascabencana di Sumatera
Warga Merasakan Dampak Nyata Pembangunan Sumur Bor Kementerian Pekerjaan Umum
BWS Sumatera I Identifikasi Pendangkalan Sungai Krueng Meureudu Melalui Pengukuran Tampang Sungai
Generasi Muda Kementerian PU Hadir di Lokasi Bencana, Menyemai Harapan dari Reruntuhan
Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Rantau, Percepat Pemulihan Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang
Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Aceh Terus Dipercepat