BWS Sumatera I Bersama Relawan Kementerian PU Fokus Normalisasi Sungai Krueng Tiro

Berita Balai

3 unit excavator sedang membersihkan sedimen dan puing kayu di Krueng Tiro Pidie
3 unit excavator sedang membersihkan sedimen dan puing kayu di Krueng Tiro Pidie

Pidie, 27/1 — Penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie terus dilakukan secara bertahap untuk memulihkan fungsi sungai dan mengurangi risiko banjir susulan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengerukan sedimen dan pembersihan material di Sungai Krueng Tiro, tepatnya pada Titik 6. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi alur sungai pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembalikan kapasitas sungai agar dapat mengalirkan air secara optimal.

Pengerjaan di lapangan dilaksanakan dengan mengerahkan alat berat berupa dua unit excavator standar dan satu unit excavator long arm. Alat-alat tersebut digunakan untuk mengangkat endapan sedimen di dasar sungai serta membersihkan material yang menghambat aliran air. Proses pengerukan dilakukan secara hati-hati untuk tetap menjaga kondisi lingkungan sekitar sungai. Aktivitas ini menjadi tahapan penting dalam pemulihan infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak.

Sedimentasi yang terjadi akibat banjir sebelumnya menyebabkan pendangkalan alur Sungai Krueng Tiro. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas tampung sungai saat debit air meningkat. Oleh karena itu, pengerukan sedimen menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Sungai yang bersih dan lancar diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan sekitarnya.

Balai Wilayah Sungai Sumatera I bersama Relawan Kementerian Pekerjaan Umum terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie. Kehadiran relawan juga membantu memastikan pekerjaan berjalan efektif serta tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana.

Penanganan Sungai Krueng Tiro akan terus dilanjutkan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Selain pengerukan dan pembersihan, pemantauan kondisi sungai juga akan dilakukan secara berkala. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar. Dengan sungai yang kembali berfungsi optimal, aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih normal pascabanjir.

Berita

berita/bf229a8b-c5be-4001-be43-ae77223082b4/1769480249.jpg

BWS Sumatera I Bersama Relawan Kementerian PU Fokus Normalisasi Sungai Krueng Tiro

berita/83b09fe7-6b4f-45ed-ab0b-22b9791e2004/1769402628.jpg

Update Progres Pembangunan Sumur Bor di Aceh, Sejumlah Titik Telah Rampung

berita/bfdccac3-e87b-40db-bf98-902afb9f1097/1769141230.jpg

Kota Rentan Banjir, Ini Faktor Penyebab yang Perlu Diwaspadai

berita/1842d9db-b38e-446f-b56a-a265ed26fd52/1769131245.png

BWS Sumatera I Bersama Adhi Karya Pulihkan Fungsi Irigasi Bendung Pante Lhong Pascabencana

berita/a64571ae-a43c-4610-a5c2-ef78f68fea84/1769068254.png

Kementerian PU Terapkan Padat Karya untuk Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Pascabencana di Sumatera

berita/ed9514d3-7f28-44ec-81d1-80c804d5a2a7/1769067721.png

Warga Merasakan Dampak Nyata Pembangunan Sumur Bor Kementerian Pekerjaan Umum