Penanganan Pemulihan Krueng Meureudu Pidie Jaya Masuki Tahap Lanjutan, BWS Sumatera I Pastikan Pembersihan dan Perbaikan Tetap Berjalan

Berita Balai

BWS Sumatera I yang diwakili PPK OP SDA III (2 dari kiri) berkoordinasi dengan Bupati Pidie Jaya (kemeja hitam) di Ruangan Media Center Posko Penanggulangan Banjir Pidie Jaya
BWS Sumatera I yang diwakili PPK OP SDA III (2 dari kiri) berkoordinasi dengan Bupati Pidie Jaya (kemeja hitam) di Ruangan Media Center Posko Penanggulangan Banjir Pidie Jaya

Pidie Jaya, 14/12 — Upaya lanjutan penanganan Krueng (sungai) Meureudu terus dimatangkan melalui pembahasan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam rangka memastikan efektivitas penanganan pascabanjir, dilakukan pertemuan bersama Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk menyepakati langkah teknis ke depan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan yang telah berjalan sejak beberapa waktu terakhir. Fokus utama diarahkan pada keberlanjutan pekerjaan agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I memaparkan kondisi terkini Krueng Meureudu serta kebutuhan penanganan lanjutan di sejumlah titik prioritas. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap hasil pembersihan awal yang sebelumnya telah dilaksanakan. Pemerintah daerah memberikan masukan berdasarkan kondisi lapangan dan aspirasi warga terdampak. Sinkronisasi ini dinilai penting agar program berjalan searah dan tepat sasaran.

Selain pembahasan di ruang rapat, kegiatan dilanjutkan dengan survei lapangan ke sepanjang alur Krueng Meureudu. Survei dilakukan bersama mitra kerja Adhi Karya untuk melihat langsung kondisi sungai, sedimentasi, serta kerusakan yang masih tersisa. Dari hasil tinjauan, teridentifikasi beberapa segmen sungai yang membutuhkan pembersihan lanjutan dan perbaikan struktur. Data lapangan tersebut menjadi dasar perencanaan teknis berikutnya.

Pekerjaan yang direncanakan mencakup pembersihan material lumpur, kayu, dan sedimen yang menghambat aliran sungai. Selain itu, perbaikan pada bagian sungai yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian utama. Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai secara optimal sekaligus mengurangi potensi banjir di kemudian hari. Seluruh pekerjaan direncanakan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Melalui kolaborasi antara BWS Sumatera I, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana, penanganan Krueng Meureudu diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi lintas pihak ini menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat. Dengan penanganan yang tepat, Krueng Meureudu diharapkan kembali berfungsi aman bagi lingkungan sekitarnya. (rh)

Berita

berita/6093d48c-1120-4c6e-aa23-fa84578169de/1767837059.png

Kementerian PU Waspadai Banjir Susulan, Perbaikan Bendung Pante Lhong Jadi Prioritas

berita/f6905050-4bd8-4d73-ab17-1c984f29331f/1767674974.jpg

Pohon Produksi Ramah Lereng Jadi Solusi Kebutuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

berita/dd0b9f6c-b81d-41e3-aaf3-831d38feb079/1767574887.jpg

Penanganan Tanggul Jebol di Lhoksukon Terus Berjalan, BWS Sumatera I Turun Langsung

berita/5cef7f3b-5bcf-41a8-b5c8-847071eb8805/1767665259.jpg

Koordinasi Pengendalian Banjir dan Irigasi, Bupati Aceh Besar Kunjungi BWS Sumatera I

berita/e077c095-aa61-4d42-bfda-5c98f026e021/1767574417.jpg

Infrastruktur Jalan dan Sungai Lawe Alas Gayo Lues Jadi Fokus Kunjungan Menteri PU

berita/784ba772-ea7a-4c79-b310-060fc03e8f22/1767574105.jpg

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Tinjau Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, BWS Sumatera I Siap Kelola Dengan Optimal