Berita Balai,
12 March 2026
<div>BBWSBS bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat atas kejadian parapet jebol di Sungai Dengkeng, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan serta menjaga keamanan masyarakat dan lahan di sekitar lokasi kejadian.<br> <br>Penanganan yang dilakukan meliputi pemasangan geobag, penggunaan alat berat berupa excavator standar PC 200 dan excavator <em>long arm</em>, serta koordinasi tanggap darurat bersama Pemerintah Kabupaten Klaten guna memastikan penanganan berjalan secara cepat dan terpadu.<br> <br>Upaya ini merupakan bentuk komitmen BBWSBS dalam menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air serta meminimalkan potensi risiko yang dapat timbul, sehingga kondisi di lapangan tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara optimal.<br> <br>Tindak Cepat BBWSBS<br><br>- Penanganan parapet jebol melalui pemasangan geobag.<br>- Pengerahan alat berat excavator standar PC 200 dan excavator <em>long arm</em> di lokasi kejadian.<br>Koordinasi tanggap darurat bersama Pemerintah Kabupaten Klaten.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
06 April 2026
<div>Dalam rangka memastikan keberlanjutan layanan infrastruktur sumber daya air, Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, melakukan peninjauan terhadap pemanfaatan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) PWS 699 yang berlokasi di Desa Ketitang, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (4/4/2026).<br> <br>Peninjauan ini menitikberatkan pada fungsi dan kinerja JIAT dalam mendukung penyediaan air irigasi, khususnya pada wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan. Keberadaan sumur JIAT menjadi salah satu solusi strategis untuk menjaga kontinuitas pasokan air bagi lahan pertanian.<br> <br>Melalui optimalisasi pemanfaatan air tanah yang terkelola dengan baik, diharapkan sistem irigasi dapat berjalan lebih andal, sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.<br><br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 October 2025
<div>Sungai Grindulu berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat sekitar. Meski begitu, beberapa titik masih rawan banjir dan erosi sehingga diperlukan upaya penguatan untuk menjaga stabilitas wilayah.<br><br>BBWSBS melakukan berbagai pekerjaan pengendalian banjir dan perlindungan tebing pada lokasi prioritas guna mengurangi risiko kerusakan lahan, melindungi hunian warga, serta memastikan akses masyarakat tetap aman. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana.<br><br>Hasilnya mulai terlihat. Lahan yang sebelumnya rentan terendam kini kembali produktif, sehingga petani dapat beraktivitas dengan lebih pasti. Lingkungan menjadi lebih aman, aktivitas masyarakat berjalan lancar, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
08 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong Kabupaten Lamongan, Jumat (07/05/2021). Kegiatan BBWSBS tersebut sehubungan dengan menindaklanjuti kunjungan presiden untuk revitalisasi PPN Brondong yang dalam perjalanannya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja bersama rombongan terbatas, Kamis (06/05/2021) ke PPN Brondong untuk meninjau sarana dan prasarana fasilitas perikanan . Kemudian perintah Presiden Jokowi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat kunjungan tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Balai Bengawan Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Kunjungan BBWS Bengawan Solo yang dipimpin Kepala BBWSBS, Dr. Ir.Agus Rudyanto, M.Tech didampingi Kepala Bidang (PJSA) Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) SDA, Ali Rahmat, ST, MT, dan Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, ST, MT, MDM ke PPN Brondong sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA yang didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan. Dalam rapat koordinasi tersebut, Agus Rudyanto menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permohonan Pemkab Lamongan sebagaimana perintah Menteri PUPR. “Maksud kegiatan ini untuk mensingkronkan apa saja yang akan BBWSBS kerjakan, selanjutnya BBWSBS melakukan kunjungan ke lapangan untuk kemudian dilakukan desain dan penghitungan RAB,” paparnya. Selanjutnya, rombongan BBWS Bengawan Solo melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat apa yang menjadi masalah di lokasi PPN Brondong. Ali Rahmat menuturkan rencana kegiatan yang akan dilakukan nantinya selepas kunjungan ke PPN Brondong. Untuk kemudian dicari tahu pengembangan ke depan terkait apa saja yang akan dikerjakan BBWSBS. "Nantinya akan dilakukan kegiatan pengerukan, pembuatan break water, kemudian normalisasi kali asinan yang akan dikerjakan di tahun ini," paparnya. Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Pada tahun 2020 lalu misalnya, sektor perikanan budidaya setempat mampu menghasilkan sebesar 59.728,16 ton. Sementara dari sektor perikanan tangkap, pada tahun 2020 lalu kabupaten tersebut mencatatkan produksi sebesar 76.692,96 ton.(BBWSBS/Safira Dita)
Baca Selengkapnya