Berita Balai,
26 October 2025
<div><br></div><div>Dari bendungan besar hingga saluran kecil di pelosok desa, setiap aliran air adalah kerja nyata untuk ketahanan pangan bangsa.<br><br>Presiden @prabowo selalu menekankan pentingnya ketersediaan air sebagai kunci untuk mencapai swasembada pangan nasional.<br><br>Kementerian PU menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperluas jaringan irigasi, membangun bendungan,<br>dan melibatkan rakyat dalam program padat karya agar manfaatnya terasa langsung. Karena kedaulatan pangan dimulai dari air yang mengalir, dan dari kerja bersama seluruh anak bangsa.<br><br>Menteri @dody_hanggodo menegaskan komitmen Kementerian PU dalam melaksanakan arahan Presiden melalui percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai strategi jangka panjang sektor pangan.<br><br>Program ini merupakan bagian dari gerakan “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak”<br>dalam mewujudkan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.<br><br>@bakom.ri</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 September 2021
Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergulir di seluruh Indonesia. Pada tahun 2021, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan P3TGAI di 190 lokasi di Jawa Tengah dan 452 lokasi di Jawa Timur. Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Selasa (07/09/2021), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi P3-TGAI di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Ir. Jarot Widyoko Sp 1, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, ST, M.Sc, DEA beserta Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. Menteri Basuki mengatan bahwa Kementerian PUPR membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan irigasi kecil sehingga air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani sehingga dapat memakmurkan usahatani di desa. P3TGAI merupakan pekerjaan perbaikan,rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang melibatkan masyarakat, untuk mendukung kedaulatan pangan. Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara musim tanam dan panen. P3TGAI Desa Coper termasuk dalam wikayah Daerah Irigasi (DI) Kori yang memiliki luas 58 Ha. Kegiatan ini bermanfaat bagi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sri Tirto Mulyo yakni pengembalian fungsi lahan yang semula seluas 52 Ha menjadi 58 Ha, Penambahan Indeks Pertanaman (IP) semula 50% menjadi 70%, dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola jaringan irigasi (bbwsbs/sita).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 February 2021
Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021). Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato. Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik. Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras. “Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya. Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 October 2018
Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahan kepada masyarakat terkait dengan antisipasi musim kemarau yang akan berlangsung hingga bulan November 2018 dan persiapan memasuki musim hujan tahun 2018-2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Diskusi tentang Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana di Pintu Masuk Pasar Gede Surakarta, Selasa (09/10/2018). Dalam keiatan tersebut dihadiri oleh Dinas PUSDATARU Prov. Jateng, Kalakhar BPBD Prov. Jateng, Staklim Semarang BMKG Jateng, PPK O&P SDA I BBWS Bengawan Solo Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MT, serta masyarakat Kota Solo. Bencana yang paling umum terjadi saat musim pancaroba adalah angin puting beliung. Musim pancaroba biasanya suhu udara berubah menjadi lebih panas dan gerah, disertai datangnya angin kencang, terjadinya awan gelap yang relatif singkat serta hujan deras. Hal tersebut sangat memberikan potensi besar terjadinya angin puting beliung dan banjir. Pengenalan tentang mitigasi kebencanaan menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat untuk antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan apabila terjadi bencana(DATINBBWSBS)
Baca Selengkapnya