Berita Balai


Berita Balai,

BBWSBS Dorong Kemandirian Petani Lewat Sosialisasi P3-TGAI TA. 2025

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>Sumber air irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pondok berasal dari Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Aliran airnya didukung oleh tiga bendung utama, yakni Dero, Sambiroto, dan Plesungan, serta satu bendung suplesi, yaitu Bendung Padas, berperan penting dalam pengaturan dan penyaluran air ke lahan pertanian di wilayah sekitarnya.<br><br>Melalui pengelolaan BBWSBS, sistem irigasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi pertanian. Infrastruktur irigasi yang andal turut mendukung peningkatan produktivitas lahan dan memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Koordinasi Tata Kelola Sungai Bersama DPRD Provinsi Jawa Tengah - Koordinasi Pengelolaan Garis Sempadan Sungai

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

27 February 2026

<div>BBWSBS menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya pada 24 Februari 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan pendalaman materi terkait pengaturan garis sempadan Sungai.<br>&nbsp;<br>Kegiatan ini menjadi forum diskusi dan pertukaran informasi untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kebijakan serta tata kelola wilayah sungai sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan ini diharapkan mendukung penyusunan kebijakan daerah yang selaras dengan pengelolaan sumber daya air dan prinsip keberlanjutan lingkungan.<br>&nbsp;<br>Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pengelolaan sungai dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.<br>&nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Optimalisasi Fungsi Irigasi Melalui Rehabilitasi D.I. Pondok

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 October 2025

<div>Ketersediaan dan keterjaminan air irigasi menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pondok di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, BBWSBS berupaya meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem irigasi secara optimal.<br><br>Kegiatan tersebut juga menjadi komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWSBS dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. Irigasi yang terpelihara dengan baik akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan hasil pertanian serta kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah irigasi.<br><br>Sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi lapangan, Kepala BBWSBS melakukan kunjungan kerja ke lokasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Pondok pada Kamis (16/10/2025). Kunjungan tersebut mencakup peninjauan pada Saluran Sekunder Sambiroto Kanan dan Saluran Induk Sambiroto yang merupakan bagian dari lingkup pekerjaan rehabilitasi di wilayah tersebut.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

15 February 2021

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021). Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato. Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik. Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras. “Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya. Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana

10 October 2018

Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahan kepada masyarakat terkait dengan antisipasi musim kemarau yang akan berlangsung hingga bulan November 2018 dan persiapan memasuki musim hujan tahun 2018-2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Diskusi tentang Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana di Pintu Masuk Pasar Gede Surakarta, Selasa (09/10/2018). Dalam keiatan tersebut dihadiri oleh Dinas PUSDATARU Prov. Jateng, Kalakhar BPBD Prov. Jateng, Staklim Semarang BMKG Jateng, PPK O&amp;P SDA I BBWS Bengawan Solo Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MT, serta masyarakat Kota Solo. Bencana yang paling umum terjadi saat musim pancaroba adalah angin puting beliung. Musim pancaroba biasanya suhu udara berubah menjadi lebih panas dan gerah, disertai datangnya angin kencang, terjadinya awan gelap yang relatif singkat serta hujan deras. Hal tersebut sangat memberikan potensi besar terjadinya angin puting beliung dan banjir. Pengenalan tentang mitigasi kebencanaan menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat untuk antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan  apabila terjadi bencana(DATINBBWSBS)

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara