Berita Balai


Berita Balai,

Pembangunan Sumur JIAT, Angin Segar untuk Pertanian di Jawa Timur

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 October 2025

<div>BBWSBS terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di wilayah potensial.<br>&nbsp;<br>Kegiatan pembangunan Sumur JIAT di Provinsi Jawa Tengah ini tersebar di empat kabupaten, dengan total luas layanan mencapai 60 hektare dan panjang jaringan irigasi 2,8 kilometer. Program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi, terutama pada musim kemarau, sehingga produktivitas tanam untuk pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan.<br>&nbsp;<br>Melalui pembangunan ini, BBWSBS berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan. Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan pembangunan sektor pertanian menuju kedaulatan pangan di Indonesia.<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

P3-TGAI "Air Terkelola, Petani Mandiri, Pangan Terjaga"

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

25 October 2025

<div>Sebagai langkah nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, BBWSBS melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Timur. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air irigasi yang andal bagi sektor pertanian.<br><br>Program rehabilitasi mencakup 49 Daerah Irigasi di 7 kabupaten, dengan total luas manfaat 5.625,44 hektare dan panjang pekerjaan saluran 49,94 kilometer.<br><br>Melalui rehabilitasi jaringan irigasi ini, BBWSBS terus berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, memperkuat fondasi ketahanan pangan, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.<br><br><a href="https://www.instagram.com/kementerianpu/">@kementerianpu</a><br><a href="https://www.instagram.com/pu_sda/">@pu_sda</a><br><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kelanjutan Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

27 January 2022

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama pejabat di lingkungan  Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan rapat koordinasi (rakor) Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diadakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/1). Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Koordinasi ini, membahas mengenai percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sekaligus peran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tulus Hutagalung mengatakan keberadaan Bendung Gerak Karangnongko ini nanti akan memberikan manfaat juga bagi 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). “Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” ujarnya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan perlu adanya koordinasi mengenai progres pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme/tahapan dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan kedepannya. “Dengan adanya rakor ini terjalin kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Pemeliharaan Jaringan Irigasi - Untuk Infrastruktur SDA yang Berkelanjutan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

17 November 2025

<div>Pemeliharaan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian nasional. Ketersediaan air yang stabil dan teratur menjadi kunci utama bagi peningkatan produktivitas lahan pertanian, sehingga pemeliharaan irigasi yang baik merupakan langkah strategis menuju terwujudnya swasembada pangan.<br>&nbsp;<br>Hal tersebut menjadi salah satu fokus BBWSBS untuk melakukan pengamanan, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga perbaikan darurat sehingga fungsi jaringan irigasi dapat terus dipertahankan secara optimal.&nbsp;<br>&nbsp;<br>Setiap bentuk pemeliharaan tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah kerusakan, memperpanjang usia infrastruktur, serta memastikan air irigasi tersalurkan dengan efisien ke lahan pertanian. BBWSBS berharap, upaya tersebut dapat meningkatkan terwujudnya program ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan para petani.</div>

Baca Selengkapnya