Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tangani Rowo Jombor BBWS Bengawan Solo Gandeng TNI AD

13 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan Pelaksana Swakelola dalam pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Rowo Jombor dengan Pola Kerjasama TNI di lingkungan Satuan Kerja non Vertical Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Rabu (13/10/2021) di Makorem 074 Warastratama. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Acara penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWSBS. Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan swakelola Pekerjaan Revitalisasi Rowo Jombor dengan Pola Kerjasama TNI pada kegiatan pembersihan keramba ± 94,7 Ha, penataan warung apung dan pemancingan seluas ± 11,7 Ha dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 10.791.245.000,- (Sepuluh Milyar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., dan Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Koordinasi Lintas Sektor Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Klaten pada Selasa (12/10/2021) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf. Joni Eko. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor. “Proyek Revitalisasi Rawa Jombor seluas sekitar 198 hektare itu akan dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerjaan dalam proyek revitalisasi itu meliputi pengerukan sedimentasi, menghilangkan populasi enceng gondok, penataan bangunan fisik, penataan warung apung, dan lain sebagainya. Fungsi utama Rawa Jombor adalah sebagai sumber irigasi serta penampung air hujan untuk mencegah banjir,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Peningkatan Irigasi Klaten melalui P3-TGAI

05 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Serah Terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I Tahun Anggaran 2021 pada wilayah kerja Bengawan Solo Hulu untuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (05/10/2021). Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan. Jumlah desa di Kabupaten Klaten yang menjadi penerima P3TGAI pada Tahap I ini adalah sejumlah 25 (dua puluh lima) desa yang didampingi oleh 14 (empat belas) TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan 1 (satu) Koordinator TPM. Sedangkan untuk hasil pekerjaan saluran tersier terbangun minimal sepanjang 300 sampai dengan 800 meter dalam waktu kurang lebih 5 (lima) bulan. Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. “Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Program P3-TGAI bertujuan untuk merehab irigasi kecil atau desa dan irigasi tersier. Dengan bantuan dana tersebut, semakin banyak sawah petani di Klaten yang mendapatkan pasokan air irigasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mewakili BBWS Bengawan Solo. Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA turut berpesan agar kegiatan P3TGAI ini bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya para petani. “Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Klaten yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian Klaten bisa terus dikembangkan karena air tercukupi,” katanya. (BBWSBS/Tamara/MG- Alfida)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Groundsill - Kunci Stabilitas Aliran Air

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 October 2025

<div><a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>, udah pernah lihat bangunan melintang di sungai seperti undakan kecil dari beton atau batu?<br><br>Nah, itu namanya groundsill yang fungsinya penting banget untuk mencegah erosi dasar sungai dan menjaga agar alur sungai tetap stabil.<br><br>Yuk, <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>, kenali lebih dalam tentang groundsill dan perannya dalam pengelolaan sungai yang berkelanjutan.<br><br>Simak pada slide postingan ini sampai habis ya.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penyerahan Sertifikat Tanah Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Bendo

30 July 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Tanah Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Bendo, di Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (30/07/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Ponorogo beserta jajarannya, dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebanyak 54 sertifikat yang diserahkan, yakni 53 sertifikat hak milik dan satu sertifikat hak pakai, tanah garapan. Penyerahan sertifikat tersebut merupakan rangkaian kegiatan rencana pengisian awal (impounding) Bendungan Bendo. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. “Pengisian awal sebuah waduk yang baru selesai dibangun merupakan suatu fase yang sangat penting dan perlu diketahui oleh seluruh pihak yang berkepentingan didalamnya, khususnya Pemerintah Daerah. Dalam implementasinya, diperlukan dukungan dan kerjasama banyak pihak, yakni para pemangku kepentingan; instansi terkait lainnya ditingkat pusat/daerah, pihak swasta, dan petani. Sebagai informasi, Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. Bendungan Bendo dibangun dengan kapasitas total tampungan sebesar 43,11 juta m3 dengan tinggi bendungan 71 m. Adapn Bendungan Bendo direncanakan memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 7.800 Ha, penyediaan air baku sebesar 370 liter/detik, dan mampu mereduksi banjir sebesar 420 m3/detik menjadi 290 m3/detik. (BBWSBS/Ferri-Tamara)

Baca Selengkapnya