Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Wujudkan Wisata Air di Bendungan Pidekso

21 February 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama dengan Solo Media Group mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melalui Zoom Cloud Meetings pada Jumat, (19/02/2022). Kegiatan FGD secara virtual yang bertajuk “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”diselenggarakan dalam rangka mengembangkan Waduk atau yang biasa disebut Bendungan Pidekso sebagai destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan tema “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”, FGD tersebut bertujuan untuk menyampaikan usulan dan berbagi sudut pandang tentang bagaimana cara untuk mengelola wisata air di Bendungan Pidekso. Narasumber lain yang turut hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam FGD virtual tersebut adalah Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Heru Utomo, Vice President Tourism Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Solo, Mirza Ananda, dan Praktisi Pariwisata/Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Astrid Widayani, yang menyampaikan tentang tanggapan mereka terkait keberlangsungan wisata air di Bendungan Pidekso. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan konsep desain pembangunan Bendungan Pidekso terkait detail bangunan yang meliputi Tugu Ireng, rumah ibadah dengan ciri khas rumah joglo, dan gapura yang membentuk keris dengan ornamen batik Wonogiri. “Kesimpulannya BBWSBS berkewajiban mengamankan fungsi Sumber Daya Air (SDA) di Bendungan Pidekso. Nantinya untuk pemanfaatan wisata kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan persyaratan-persyaratan hingga izin kepada Menteri,” paparnya. Dipaparkan pula kondisi terkini di Bendungan Pidekso dimana sore hari banyak berdatangan warga yang ingin menikmati matahari tenggelam di Bendungan Pidekso dengan latar belakang Pegunungan Sewu. Kepala BBWS Bengawan Solo turut menyebut rencana ke depan dalam membuat zona yang bagus di lingkungan Bendungan Pidekso agar nantinya masyarakat bisa menikmati fasilitas Bendungan Pidekso. (BBWSBS/Fira).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi Pembangunan Infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro

15 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menerima kunjungan kerja (kunker) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Kab. Bojonegoro yang dipimpin oleh Kepala Dinas PU SDA Kab. Bojonegoro, Erick Firdaus, S.T., di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (14/06/2022). Kunjungan kerja yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja kali ini dalam rangka koordinasi pembangunan infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro khususnya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok di Kab. Bojonegoro, Jawa Timur. Koordinasi membahas tentang mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kab. Bojonegoro seperti kendala dalam pembebasan lahan, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan dengan menyesuaikan budaya masyarakat yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi dilanjutkan dengan pembahasan AMDAL dan LARAP pembangunan Bendungan Pejok yang dilaksanakan oleh Dinas PUSDA Kab. Bojonegoro pada tahun anggaran 2022 yang merupakan satu rangkaian readiness criteria dari review desain yang sudah dilaksanakan. Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyatakan jika BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan Pemerintah Kab. Bojonegoro dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok dapat berjalan sesuai yang diharapkan. “Kami siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam pembangunan infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro. Semoga kedepannya semua bisa bisa berjalan sesuai harapan dan terlaksana dengan tepat waktu,” katanya. (BBWSBS/Safira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bimbingan Teknis Pengamat Irigasi (Permukaan)

29 March 2021

Dalam rangka melaksanakan peningkatan kualitas SDM pada pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, maka Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengamat Irigasi (Permukaan) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di The Sunan Hotel, Surakarta, Senin – Kamis (29/03 – 01/04/2021). Adapun materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis ini meliputi Peraturan-perundangan Bidang Irigasi, Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Perencanaan, Pelaksanaan, Monev), Pengelolaan Aset Irigasi, Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Irigasi, Tata Cara Pelaporan O&P menggunakan Aplikasi SMOPI, serta Tata Cara Kalibrasi Alat ukur dan Pengukuran debit. Kasubdit Wilayah II Eka Nugraha Abdi, ST. M.P.P.M mewakili Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan menyampaikan bahwa didalam kegiatan operasi dan pemeliharaan irigasi permukaan, petugas OP sebagai SDM irigasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan menentukan keberlangsungan OP irigasi dilapangan. Dalam hal ini pengamat merupakan salah satu garda terdepan dalam kegiatan OP yang bertugas mempersiapkan kegiatan tanam dalam wujud RTTG dab RTTD, mengatur pembagian air jika ketersediaan debit sungai berkurang, berkoordinasi dengan petugas OP lainya, aparat kecamatan, serta Dinas PSDA Kabupaten dalam rangka pelaksanaan kegiatan OP. Selanjutnya Eka Nugraha Abdi mengatakan petugas OP harus berkomunikasi, membina, dan membantu petani P3A, IP3A, GP3A agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan OP. Dan tentunya melaporkan pelaksanaan serta permasalahan yang terjadi dilapangan, serta membantu implementasi tindaklanjut penyelesaiannya. “Sebagai garda terdepan pengamat harus mampu memahami tata cara perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi kegiatan OP. Karena layanan air irigasi dilapangan bergantung pada perencanaan yang dilakukan oleh petugas OP dilapangan. Oleh karena itu melalui bimbingan teknis pengamat irigasi ini diharapkan peserta dapat memahami materi yang disampaikan untuk meningkatkan kapasitasnya di wilayah tugas masing-masing,” jelasnya. Senada dengan Eka Nugraha Abdi, Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo berharap dengan adanya bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas perserta, dalam hal ini melaksanakan pengelolaan irigasi permukaan. “Bidang irigasi ini adalah bidang yang sangat menunjang ketahanan pangan nasional, dalam hal ini kita selaku water manager di masing-masing wilayah harus mampu menjaga keandalan air irigasi kita, sehingga dapat memenuhi kebutuhan irigasi di masing-masing wilayah,” tutupnya(BBWSBS/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Rakor Persiapan Penandatanganan Nota Kesepakatan Penanganan Pengendalian Banjir Kali Lamong

29 May 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Rapat Koordinasi Persiapan Penandatanganan Nota Kesepakatan terkait Penanganan Pengendalian Banjir Kali Lamong yang dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., di Ruang Rapat Sekda Provinsi Jatim, Jumat (28/05/2021). Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Acara rapat persiapan tersebut bertujuan untuk mewujudkan Nota Kesepakatan Pengendalian Banjir Kali Lamong dan Anak-anak Sungainya sebagai payung hukum dalam sinergitas operasional pengendalian banjir Kali Lamong oleh Kabupaten/Kota yang terdampak. Selain itu, turut membahas persiapan dan kesiapan penandatangan Nota Kesepakatan antara Kementerian PUPR dengan Bupati Gresik, Walikota Surabaya, Kabupaten Lamongan, serta Kabupaten Mojokerto. Secara administrasi daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong mencakup sejumlah daerah diantaranya Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Mojokerto di wilayah hulu serta Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik pada wilayah hilir. Dari cakupan wilayah tersebut, sebesar 44% dari DAS Kali Lamong berada di Kabupaten Gresik. Dan pada bagian hilir, Kali Lamong juga mendapat tambahan inflow dari outlet drainase kota dan tambak disekitarnya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam rapat menyampaikan bahwa prinsipnya BBWSBS siap melaksanakan penanganan banjir Kali Lamong dan dengan adanya kesepakatan sinergisitas ini. “Diharapkan melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan serta kepastian untuk masing-masing pihak dalam melaksanakan tugasnya, sebagai upaya mengatasi permasalahan banjir di Kali Lamong,” pesannya. Sebagai tambahan informasi, Kali Lamong termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang yang relatif datar. Sungai tersebut juga memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 M3/detik sedangkan debit saat musim penghujan dapat mencapai >700 M3/detik. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Dukungan Pemda Jadi Kunci Kelanjutan Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

27 January 2022

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech bersama pejabat di lingkungan  Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan rapat koordinasi (rakor) Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang diadakan oleh Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/1). Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Koordinasi ini, membahas mengenai percepatan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko sekaligus peran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Bendung Gerak Karangnongko berada di Sebelah kanan Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan Sebelah kiri Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Asisten Deputi Perencanaan Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Tulus Hutagalung mengatakan keberadaan Bendung Gerak Karangnongko ini nanti akan memberikan manfaat juga bagi 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Di masa mendatang diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.746 Ha. Kebutuhan air baku Kabupaten Bojonegoro 280 lt/dt, Kabupaten Blora 100 lt/dt, Kabupaten Tuban 275 lt/dt dan Kabupaten Ngawi 500 lt/dt serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). “Nantinya, Bendung Gerak Karangnongko dapat bermanfaat cukup luas bagi masyarakat. DI Karangnongko ini merupakan salah satu manfaat yang nantinya akan didapat masyarakat setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga proses menuju konstruksi nantinya dapat berjalan lancar dan tidak terkendala,” ujarnya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan perlu adanya koordinasi mengenai progres pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mekanisme/tahapan dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan kedepannya. “Dengan adanya rakor ini terjalin kerjasama serta dukungan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pembangunan Bendung Gerak Karangnongko,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Proyek Pekerjaan di Bendungan Krisak

05 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan monitoring paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu tepatnya di Bendungan Krisak, Kabupaten Wonogiri, Senin (04/10/2021). Bendungan Krisak berada di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri pada wilayah kerja BBWS Bengawan Solo. Kegiatan monitoring di Bendungan Krisak dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, dan Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Sebagai informasi, Bendungan Krisak selesai dibangun pada tahun 1943. Fungsi dibangunnya waduk ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di wilayah Kabupaten Wonogiri pada umumnya dan Kecamatan Selogiri pada khususnya. Secara administratif waduk Krisak terletak di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Dari Kota Wonogiri ±8 km ke arah barat laut. Daerah hilir bendungan merupakan daerah yang terdiri dari daerah pemukiman padat penduduk serta area irigasi teknis yang cukup subur. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah Bertani. Beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan antara lain adalah perbaikan puncak bendungan, perbaikan drainase bendungan, serta perbaikan spillway bendungan, dan saat ini progress keseluruhan paket pekerjaan Remedial Bendungan di Wilayah Solo Hulu ini adalah sebesar 66,24%. Dalam kegiatan monitoring tersebut, dipimpin Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech meminta agar pekerjakan di Bendungan Krisak segera dilakukan untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar sebelum musim hujan datang. Hal tersebut untuk meminimalisir efek yang terjadi di musim hujan. Selain itu saya berharap dengan adanya pembangunan di Bendungan Krisak ini dapat berjalan efektif, tentunya dengan kerjasama dari berbagai pihak terkait.,” paparnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara