Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Gelar Pengajian Jelang Impounding Bendungan Gongseng

22 September 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar pengajian dengan mengundang sejumlah santri di kawasan Bendungan Gongseng, Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa, (21/09/2020) malam. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan santri di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Kegiatan pengajian dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pada 22.00 WIB. BBWS Bengawan Solo berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi serta ukhuwah islam keluarga besar. Pengajian rutin kali ini cukup spesial lantaran merupakan sebagian rangkaian kegiatan sebelum melakukan pengisian awal air (impounding) Bendungan Gongseng pada Rabu (22/09/2021). Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, pengajian ini pun tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagai informasi, Bendungan Gongseng memiliki kapasitas tampungan air total 22,43 juta m3. Bendungan ini mempunyai lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektar, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 m3/detik, serta berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech dalam sambutannya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang meluangkan waktunya untuk menghadiri pengajian. Tak hanya itu, Agus Rudyanto juga berharap agar diberikan kelancaran dalam impounding Bendungan Gongseng. "Semoga dengan diadakannya pengajian ini kita diberikan kelancaran dalam kegiatan impounding Bendungan Gongseng. Kita harap nantinya Bendungan Gongseng dapat membawa banyak berkah bagi kita semua terutama masyarakat setempat di sekitar bendungan," paparnya.(BBWSBS/Safira Dita)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Wujudkan Sinergitas Infrastruktur SDA di Kabupaten Boyolali

01 July 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang dipimpin oleh Maryadi Utama, S.T. M.Si., didampingi oleh Kepala Bidang OP SDA, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., Kepala Bidang PJPA, Indra Kurniawan, S.T. M.Sc., dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo berkoordinasi dengan Bupati Boyolali, M. Said Hidayat di Kantor Bupati Boyolali, Jl. Merdeka Barat, Wonosari, Kemiri, Kab. Boyolali, Kamis (30/06/2022). Kunjungan yang diterima oleh Bupati Boyolali dan Kepala Dinas Sosial Boyolali, Ahmad Gojali, beserta jajarannya ini dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) di wilayah Boyolali yakni Pekerjaan Penanganan Rembesan Bendungan Cengklik, Penataan Kawasan Dalam Rangka Pengamanan Bendungan Cengklik sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangananya. Selain itu, Kab. Boyolali juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Bendungan Cengklik memiliki tubuh bendungan utama sepajang 750 m dengan titik tertinggi berada 14,5m di atas sungai. Puncak bendungan berada padaelevasi +142,44 m dengan pelimpah pada elevasi +140,54 m. Bendungan Cengklik dilengkapi dengan sebuah Menara intake dan dua intake lain di sisi kiri dan kanan tubuh bendungan yang mengairi 1041 Ha sawah. Bendungan Cengklik juga dilengkapi dengan bendungan pelana (saddle dam) yang berada di sisi kanan (barat) sepanjang 717 m. Kepala BBWS Bengawan Solo, menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWS Bengawan Solo tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. Selain itu, BBWS Bengawan Solo juga rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dan koordinasi serta dukungan dari berbagai pihak terkait dalam menjaga ekosistem sungai. “Kunjungan kali ini dalam rangka silaturahmi sekaligus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali. Kami mohon dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, sehingga semua dapat besinergi agar proses pelaksanaannya bisa berjalan lancar,” katanya. M. Said Hidayat menyambut hangat kedatangan BBWS Bengawan Solo dan menyampaikan selamat datang. Bupati Boyolali turut mengucapkan terima kasih karena selama ini telah dibantu dan mengaku selalu terbuka untuk berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. (BBWSBS/Safira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Rencana Tindak Lanjut Pengendalian Banjir Kali Lamong

24 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara rapat koordinasi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., di Ruang Putri Cempo, kompleks Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Acara rakor tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rakor, turut membahas rencana tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong. Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengebut normalisasi sungai dengan luas DAS total sekitar 720 Km2 tersebut. Namun, dalam pengerjaan terbentur aturan serta kewenangan daerah yang hanya meliputi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa untuk percepatan pengerjaan Pemkab Gresik meminta pembagian tugas kepada BBWSBS yang nantinya akan disepakati dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). “ Kami berharap segera dilakukan penandatanganan MoU, agar kami bisa segera bergerak dan membantu menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimentasi Kali Lamong, dan inisiatif dari kami ini juga memiliki payung hukum yang jelas. Sebab saat musim hujan luapan Kali Lamong tidak hanya terjadi pada induk sungai saja tetapi juga anak sungainya,” terangnya. Sementara itu, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS menegaskan, pihak BBWSBS siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong, asalkan lahannya pun sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan pada tahun 2021 ini, ini bisa terserap sepenuhnya. “Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, kami dari BBWSBS siap menganggarkan kalau tanahnya juga sudah siap. Tergantung dari Pemkab Gresik, mudah-mudahan sudah siap semua jadi tinggal menunggu," terangnya. Terkait kewenangan Pemkab Gresik dalam pembebasan lahan, rencananya akan dilakukan mulai April 2021 mendatang. Tanah tersebut ada yang berstatus milik warga, sehingga harus dibebaskan untuk melakukan proyek normalisasi Kali Lamong. Adapun untuk rencana prioritas proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang akan dilakukan oleh BBWSBS meliputi rencana konstruksi parapet beton dan tanggul tanah di Desa Jono, rencana konstruksi parapet beton di Desa Tambak Beras pada titik jebolan tanggul non teknis yang mengakibatkan banjir. Selanjutnya, rencana tanggul-tanggul yang belum tersambung dan normalisasi sungai pada area-area yang kritis. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana

10 October 2018

Dalam rangka mensosialisasikan dan memberikan pemahan kepada masyarakat terkait dengan antisipasi musim kemarau yang akan berlangsung hingga bulan November 2018 dan persiapan memasuki musim hujan tahun 2018-2019. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan Diskusi tentang Antisipasi Cuaca dan Mitigasi Bencana di Pintu Masuk Pasar Gede Surakarta, Selasa (09/10/2018). Dalam keiatan tersebut dihadiri oleh Dinas PUSDATARU Prov. Jateng, Kalakhar BPBD Prov. Jateng, Staklim Semarang BMKG Jateng, PPK O&P SDA I BBWS Bengawan Solo Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MT, serta masyarakat Kota Solo. Bencana yang paling umum terjadi saat musim pancaroba adalah angin puting beliung. Musim pancaroba biasanya suhu udara berubah menjadi lebih panas dan gerah, disertai datangnya angin kencang, terjadinya awan gelap yang relatif singkat serta hujan deras. Hal tersebut sangat memberikan potensi besar terjadinya angin puting beliung dan banjir. Pengenalan tentang mitigasi kebencanaan menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat untuk antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan  apabila terjadi bencana(DATINBBWSBS)

Baca Selengkapnya