Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Selain Penuhi Kebutuhan Irigasi, Bendungan Pidekso Dapat Menjadi Pengendali Banjir

14 October 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (14/10/2021). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik. Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Proses impounding dilakukan secara simbolis dengan menekan sirine oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Ir. Sudirman, MM., Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan didampingi Bupati Wonogiri, Joko Sutopo beserta jajarannya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Pidekso telah melewati perjalanan Panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. Proses ini perlu dilalui untuk menjamin keamanan terhadap konstruksi bendungan yang dilaksanakan. “Pekerjaan Bendungan Pidekso dilaksanakan mulai tahun 2014 dan direncanakan selesai pada tahun 2022 dengan biaya sebesar 794 M dengan sumber dana APBN. Saat ini progres fisik pembangunan Bendungan Pidekso sebesar 80,13%.,” ujarnya. Agus menambahkan bahwa masyarakat Kabupaten Wonogiri sendiri hidup dari pertanian dan industri yang sangat membutuhkan air untuk keperluan pertanian maupun air baku untuk air minum. Dengan adanya Bendungan Pidekso ini juga diharapkan dapat mengurangi bencana banjir wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso dapat diandalkan saat musim kemarau tiba. “Di musim hujan, Bendungan Pidekso difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Pidekso juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Pidekso, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kabupaten Wonogiri,” pesan Agus. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 39 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan Wonogiri mempunyai potensi air bersih yang cukup besar. Air bersih tersebut bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan yang selama ini melanda wilayah Wonogiri bagian selatan. “Wilayah Wonogiri bagian selatan seperti Kecamatan Giriwoyo, Giritontro, Pracimantoro dan Paranggupito bakal menikmati efek dari pembangunan Waduk Pidekso,” ujarnya. Joko Sutopo mengatakan, selain air bersih, pembangunan waduk juga bermanfaat untuk lahan pertanian. “Kami selalu berusaha dan berkontribusi agar pembangunan cepat selesai sesuai target. Karena aspek kemanfaatannya luar biasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama masyarakat mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Pidekso. Kehadiran Bendung Pidekso tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Karyasiswa Magister SS Bendungan UNDIP Siap Magang di BBWS Bengawan Solo

10 March 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menerima kunjungan Field Day/ Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) karyasiswa Magister Super-Spesialis (SS) dengan Konsentrasi Magister Operasi dan Instrumentasi Hidro-Meteorologi Bendungan (MOIH-B) dan Konsentrasi Magister Retrofitting dan Instrumentasi Keamanan Bendungan (MRIK-B) Universitas Diponegoro (UNDIP) angkatan 2021 di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (10/03/2022). Kunjungan karyasiswa tersebut disambut BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Pelaksanaan karyasiswa tersebut sebagai salah satu persyaratan akademis yang perlu ditempuh oleh Karyasiswa Magister Super Spesialis Bendungan UNDIP dimana setiap karyasiswa wajib mengadakan Group Field Work (Kunjungan Kerja Lapangan). Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan penjelasan, diskusi dan tanya jawab serta observasi lapangan yang dilaksanakan di Kantor BBWS Bengawan Solo dan Bendungan Bendo. Adapun jumlah Mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut yakni 21 orang dengan rincian 11 orang dari konsentrasi MOIHB dan 10 orang dengan konsentrasi MRIKB. Keseluruhan mahasiswa tersebut didampingi oleh 4 Dosen Pendamping dari UNDIP. Diketahui jika nantinya ada beberapa karyasiswa yang akan menjalani magang di BBWS Bengawan Solo. Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) yang mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., menyambut hangat kunjungan Field Day Karyasiswa SS UNDIP tersebut dan berharap agar nantinya kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan SDM khususnya bagi generasi muda PUPR. “Saya senang bisa memberikan kesempatan kepada karyasiswa dan memberikan keilmuannya di BBWS Bengawan Solo. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan SDM Generasi Muda PUPR karena SDM merupakan penggerak utama pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur.,” paparnya. Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., menjelaskan jika sudah terbangun 5 Bendungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo dan 1 Bendungan yang sedang on going. Naryo Widodo juga berharap nantinya karyasiswa dapat menyerap banyak ilmu dari BBWS Bengawan Solo. “Saya berharap nantinya karyasiswa Magister Super Spesialis Bendungan UNDIP dapat menyerap banyak ilmu di lapangan maupun di kantor BBWS Bengawan Solo. Adapun tujuan pertemuan ini mengingatkan kepada para karyasiswa untuk dapat mempersiapkan diri dalam beradaptasi dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh untuk diimplementasikan di tempat masing-masing (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Webinar Pengelolaan Air Tanah Wilayah Sungai Bengawan Solo

15 March 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T.. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama. “Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya. Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia. Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah. “Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya. Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. “Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya. Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah. Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater. “Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Gelar Diskusi GN-KPA & Pemberdayaan di WS Bengawan Solo

10 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Diskusi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) Wilayah Sungai Bengawan Solo di Gedung Jasa Tirta, Sukoharo, Sabtu (10/04/2021). Acara ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diskusi ini selain diikuti oleh Komunitas Peduli Sungai dan Komunitas Peduli Waduk, juga diikuti oleh akademisi dan mahasiswa yang nantinya akan terjun dan terlibat langsung dengan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keberlangsungan lingkungan wilayah sungai harus djaga dan dipelihara bersama. Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si selaku Kepala Bidang O & P SDA Benagwan Solo menyampaikan bahwa kegiatan GN-KPA yang sudah dilaksanakan BBWS Bengawan Solo dalam rangka memperingati Hari Air Dunia Tahun 2021 yaitu bekerja sama dengan Komunitas Peduli Waduk melakukan penanaman pohon di greenbelt bendungan secara bertahap yaitu di Waduk Delingan, Kabupaten Karanganyar 100 pohon; Waduk Pacal, Kabupaten Bojonegoro 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 25.000 ekor; Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 5000 ekor; serta Waduk Ketro, Kabupaten Sragen 100 pohon dan penebaran benih ikan sebanyak 5000 ekor. “Nah pohon yang sudah kita tanam ini sekitar 600 pohon, nantinya secara bertahap akan kita laksanakan dan tentunya diikuti dengan monitoring dan evaluasinya,” sambungnya. Ketua Sekretariat GN-KPA Kementerian PUPR Ir. Sumudi Kartono, SP1 menyampaikan arahan Menteri PUPR bahwa semua infrastruktur PUPR itu harus dihijaukan dengan tanaman-tanaman yang memiliki nilai ekonomis terutama buah-buahan agar nantinya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Jangan hanya membudayakan menanam tanaman saja, tetapi menumbuhkan, sehingga pohon yang sudah ditanam harus dirawat agar tumbuh besar dan mengasilkan buah tersebut. “Mari kita kelola dan jaga air ini, kita manfaatkan dan selamatkan air ini bersama agar kelestarian sumber daya air dapat terjaga sampai generasi yang akan datang, saya berharap acara seperti ini bisa sering dilakukan dengan komunitas-komunitas, dan tentunya kalangan akademisi agar nantinya bisa disosialisasikan kepada generasi-generasi muda,” tutupnya. Akhmad Ramdhon S.Sos, MA selaku Akademisi sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) mengaku sangat senang bisa diajak dalam diskusi ini. Dengan acara seperti ini diharapakan terjadinya sinergitas antara instansi pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Untuk diketahui, kegiatan GN-KPA ini sesuai dan selaras dengan misi ke-lima dari Kementerian PUPR yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan kedaulatan energi guna mendukung sektor-sektor domestik dalam rangka kemandirian ekonomi di seluruh Indonesia(BBWSBS/kharis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sidang Pleno I TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo

29 March 2022

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno I TKPSDA WS Bengawan Solo di Aston Hotel, di Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/03/2022). Acara yang juga dilaksanakan secara teleconference tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo yang selanjutnya disebut TKPSDA WS Bengawan Solo merupakan wadah koordinasi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo. TKPSDA WS Bengawan Solo mempunyai tugas dan fungsi membantu Menteri PUPR dalam koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya WS Bengawan Solo. Susunan keanggotaan TKPSDA WS Bengawan Solo periode 2019 – 2024 berjumlah 74 (tujuh puluh empat) anggota dengan komposisi 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Pemerintah dan 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Non Pemerintah. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air diharapkan dapat memberikan pertimbangan/ rekomendasi dalam aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan dan pengawasan di lapangan. “Saat ini review Pola PSDA WS Bengawan Solo sedang dalam proses penetapan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan akan dilanjutkan dengan review Rencana PSDA juga di tahun yang sama. Kami berharap dokumen pola dan rencana PSDA ini dapat kita gunakan bersama di dalam pengelolaan SDA, khususnya di WS Bengawan Solo. Dengan adanya kerjasama dan sinergitas seluruh unsur, baik pemerintah maupun non pemerintah diharapkan pengelolaan sumber daya air dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pemanfaatannya,” terangnya. Dalam Sidang Pleno I kali ini, Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo membahas beberapa poin, diantaranya dukungan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang dan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ekonomi Kawasan di Jawa Timur; Rencana Pengelolaan Bendungan Sangiran di Kabupaten Ngawi dan Telaga Pasir di Kabupaten Magetan; serta Review Susunan Anggota Pansus PSIH3 WS Bengawan Solo. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) SDA BBWSBS, Ali Rahmat, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa terkait dukungan Pelaksanaan Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ekonomi tersebut BBWSBS pada Tahun Anggaran 2022 telah melaksanakan program sesuai Perpres 79 diantaranya, pembersihan enceng gondok Bendungan Cengklik dan Bendungan Rowo Jombor, penataan Kali Pepe hilir pada Pintu Air Demangan Lama – Pintu Air Demangan Baru Kota Solo, penataan kawasan dalam rangka pengamanan Bendungan Cengklik, pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Pidekso di Wonogiri. Untuk pelaksanaan program sesuai Perpres 80, BBWSBS juga melaksanakan kegiatan diantaranya, pengendalian banjir Kali Lamong, peningkatan kapasitas sudetan floodway (Pelangwot – Sedayu Lawas) tahap II, penanganan banjir Kali Jeroan Madiun tahap II, serta pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., berharap bahwa TKPSDA dapat berfungsi pula sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kerjasama dan sinergitas seluruh unsur pemerintah maupun non pemerintah diharapkan pengelolaan SDA di WS Bengawan Solo ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pemanfaatannya,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bimbingan Teknis Tenaga Fasilitator – Counterpart Tahun 2021

30 March 2021

Bendungan di samping memberi manfaat sekaligus menyimpan potensi bahaya yang sangat besar terutama bagi masyarakat yang tinggal di hilir waduk. Keruntuhan bendungan yang mengakibatkan banjir besar bisa saja terjadi kapan saja baik disebabkan faktor keamanan struktur bangunan, alam maupun perilaku manusia yang mengancam keamanan bendungan. Untuk itu, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Fasilitator – Counterpart Tahun 2021 yang dilaksanakan di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (30/03/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satu faktor yang mengancam keamanan bendungan adalah sedimentasi yang berpangkal pada rusaknya Daerah Tangkapan Air (DTA) di hulu waduk maupun sekitarnya. Dalam rangaka pengamanan waduk, perlu adanya program dan kegiatan mitigasi sedimentasi di DTA hulu dan sekitar/sekeliling waduk berbasis peran serta masyarakat. Tujuannya adalah untuk menurunkan nilai erosi daerah tangkapan air hulu waduk. Selanjutnya diharapkan dapat menurunkan jumlah sedimen yang masuk ke waduk, menurunkan gradien perubahan nilai Sedimen Delivery Ratio (SDR), mempertahankan kapasitas tampung waduk. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan fungsi waduk, dengan meningkatnya peran serta masyarakat dalam usaha konservasi daerah tangkapan guna menunjang kelancaran operasi dan keamanan bendungan. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., berharap kegiatan bimtek tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di kawasan bendungan. “Kami ucapkan terimakasih, atas kehadiran semua peserta. Semoga melalui Bimtek Tenaga Fasilitator Counterpart Tahun 2021, bisa menambah pengetahuan bagi tenaga fasilitator dan kegiatan community participatory ini dapat berjalan sesuai rencana,” pesannya. Sumber daya manusia (SDM) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang bertugas menangani keamanan waduk, jumlahnya terbatas. Berhasil tidaknya program pengamanan waduk melalui kegiatan mitigasi sedimentasi di DTA dan sekitar/sekeliling waduk sangat ditentukan oleh pelestarian kawasan waduk dengan melibatkan peran dan fungsi seluruh pemangku kepentingan secara sinergis baik pemerintah, masyarakat sipil maupun pihak swasta serta dunia pendidikan. Hal tersebut penting dilakukan karena keamanan waduk merupakan tanggung jawab bersama. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara