Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan Serah Terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I Tahun Anggaran 2021 pada wilayah kerja Bengawan Solo Hulu untuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (05/10/2021). Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau lnduk Perkumpulan. Jumlah desa di Kabupaten Klaten yang menjadi penerima P3TGAI pada Tahap I ini adalah sejumlah 25 (dua puluh lima) desa yang didampingi oleh 14 (empat belas) TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan 1 (satu) Koordinator TPM. Sedangkan untuk hasil pekerjaan saluran tersier terbangun minimal sepanjang 300 sampai dengan 800 meter dalam waktu kurang lebih 5 (lima) bulan. Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. “Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Program P3-TGAI bertujuan untuk merehab irigasi kecil atau desa dan irigasi tersier. Dengan bantuan dana tersebut, semakin banyak sawah petani di Klaten yang mendapatkan pasokan air irigasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mewakili BBWS Bengawan Solo. Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA turut berpesan agar kegiatan P3TGAI ini bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya para petani. “Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Klaten yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian Klaten bisa terus dikembangkan karena air tercukupi,” katanya. (BBWSBS/Tamara/MG- Alfida)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 August 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (24/08/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWSBS meninjau progres pekerjaan Bendungan Pidekso yang ditargetkan segera tuntas. Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo tersebut diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA tersebut telah mencapai progres yakni 75,86 % pada 23 Agustus 2021 melebihi rencana 75,84% pada 23 Agustus 2021. Diketahui, Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% . Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Oktober 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya.(BBWSBS/Fira-MG Alfida).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 September 2021
Forum Jogo Kali Bengawan (JOKALIBE) menggelar acara Webinar JOKALIBE 1 Anniversary melalui melalui Zoom Cloud Meetings dan YouTube BBWS Bengawan Solo pada Jumat, (24/09/2021). Kegiatan yang turut dihadiri pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dan pembicara webinar di Kantor BBWS Bengawan Solo tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kegiatan Webinar JOKALIBE 1 Anniversary “Sungai Bengawan Solo, Warisan Budaya Masa Lalu Untuk Masa Depan” tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati dan tasyakuran atas 1 (satu) tahun berdirinya JOKALIBE. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi acara pengumuman pemenang Lomba JOKALIBE Award 1 Anniversary oleh Dewan Juri. Berdasarkan tema “Sungai Bengawan Solo, Warisan Budaya Masa Lalu Untuk Masa Depan”, kegiatan webinar tersebut bertujuan untuk menyampaikan dan berbagi cerita tentang bagaimana peradaban, sejarah dan budaya yang ada di Sungai Bengawan Solo. Sedangkan tujuan diadakannya Lomba JOKALIBE Award 1 Anniversary sebagai sarana untuk mengembangkan bakat dan minat dalam bidang seni dan kreativitas dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan jiwa kompetitif. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam acara Webinar JOKALIBE 1 Anniversary yakni Prof. Dr. Suratman, M.Sc sebagai Direktur Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana, Fakultas Geografi UGM yang menyampaikan tentang peradaban dan sejarah Sungai Bengawan Solo. Selanjutnya Mufti Rahardjo sebagai pemerhati budaya tradisional Jawa, dan pernah diamanati tugas di Dinas Kebudayaan Kota Surakarta, tepatnya Museum Radya Pustaka yang menyampaikan tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Selaku moderator pada webinar adalah Dr. Akhmad Ramdhon, S.Sos, MA yang menjabat sebagai dosen di FISIP UNS, dan saat ini selaku bidang kerjasama forum JOKALIBE. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya mengapresiasi kinerja rekan-rekan dalam forum JOKALIBE atas dedikasi waktu, tenaga, dan ide yang telah dicurahkan dalam terciptanya acara ini. Agus Rudyanto juga berharap agar kegiatan webinar tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap setelah mengikuti webinar ini kita semua menjadi faham akan peradaban, budaya, dan peristiwa sejarah yang terjadi di Sungai Bengawan Solo pada masa lampau hingga sekarang. Sehingga kita bisa mensyukuri, nderek handarbeni dan menjaga warisan luhur yang tak lekang oleh waktu atau zaman, yaitu Sungai Bengawan Solo,” paparnya. Turut memberikan keynote speech, Direktur Bina Operasi & Pemeliharaan, Kementerian PUPR, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga dan melestarikan Sungai Bengawan Solo, sebuah warisan budaya masa lalu untuk masa depan. Lilik Retno Cahyadiningsih juga berharap kegiatan lomba yang diadakan oleh Forum JOKALIBE ini bisa memberikan manfaat dalam memperkenalkan forum tersebut kepada masyarakat yang lebih luas. “Saya harap kedepannya lomba-lomba di bidang SDA seperti ini bisa menjadi agenda atau event rutin. Bagi peserta, menang dan kalah dalam sebuah perlombaan atau kompetisi adalah suatu hal yang wajar, yang penting kita tetap harus produktif dan berkarya di masa pandemi seperti sekarang ini,” paparnya. Acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari beberapa lomba yang diadakan. Kegiatan lomba yang diadakan oleh Forum JOKALIBE bertujuan mengembangkan bakat dan minat dalam bidang seni dan kreativitas dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, jiwa kompetitif sekaligus sebagai sarana pengenalan Forum JOKALIBE kepada masyarakat. Lomba yang diadakan meliputi Lomba Esai, Lomba Story Telling, Lomba Film Pendek, dan Lomba Cipta Lagu, dengan kriteria peserta dari masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, guru/dosen, komunitas, band dan youtuber. Lomba ini diikuti oleh 144 orang, dan diambil tiga teratas dari masing-masing lomba sebagai pemenang. (Safira - MG Alfida)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) pada PPK Sungai dan Pantai III SNVT PJSA Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Ruang Sidang Bengawan Solo, Rabu (24/03/2021). Satu paket pekerjaan Pembangunan Revetment Kali Anyar Hilir Tirtonadi senilai Rp. 29.208.905.264 yang ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai III Yudhi Triana Dewi, S.T., M.Eng. Penandatanganan paket pekerjaan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT., Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST, MT., Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., serta Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM. Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM berharap dalam bekerja tidak hanya mengejar target pekerjaan bisa selesai tepat waktu, tetapi diharapkan ada nilai seni. Serta tentunya dapat bekerja secara profesional dan tepat mutu. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terimakasih untuk semuanya yang telah bekerja keras untuk mempercepat proses penandatanganan kontrak sehingga dapat terlaksana pada hari ini. “Saya berharap semua bisa bekerja keras untuk melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggungjawab, kualitas pekerjaan bagus, dan bila ada masalah sosial langsung disampaikan dan dikoordinasikan kepada kami,” tutupnya(BBWSBS/charis).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penertiban Pelanggaran Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (16/03/2021). Dalam rakor tersebut dibahas beberapa permasalahan terkait akibat dan dampak pelanggaran SDA. Sebagai contoh, pengambilan air tanpa izin, baik secara langsung maupun dengan menggunakan pompa apabila secara terus-menerus tanpa terkendali, tentunya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan juga infrastruktur SDA, seperti longsor (sliding) tebing sungai, sliding bantaran sungai, sliding tanggul, sliding revetment, dan lain sebagainya. Hadir sebagai narasumber diskusi, Subkoordinator Perizinan dan Pemantauan I Direktorat Bina OP, Andi Widyanto, S.T., MPSDA., yang menyampaikan bahwa air merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan dan harus terjaga. “Kami berharap agar SDA senantiasa dimanfaatkan semestinya. Kelak anak cucu kita juga akan merasakan manfaatnya. Mari kita kelola dengan baik SDA yang ada, sehingga tetap lestari,” pesannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian PUPR , pasal 5 disebutkan bahwa salah satu tugas BBWS adalah menyelenggarakan fungsi pelaksanakaan pemantauan dan pengawasan penggunaan SDA dan penyidikan tindak pidana bidang SDA. Oleh karena itu, mulai tahun 2020 lalu, dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Pengelolaan SDA (PSDA). Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa data indikasi pelanggaran PSDA di lingkungan wilayah sungai Bengawan Solo diperoleh dari Tim Satgas maupun unit-unit di BBWSBS, seperti Unit Irigasi, Unit Sungai, dan Unit Pengelola Bendungan, serta laporan atas pelanggaran lainnya di lapangan. “Indikasi pelanggaran pengelolaan SDA yang terjadi dan ditemukan, meliputi pemanfaatan air tanpa izin dari sungai dan mata air, baik dengan pompa maupun pengambilan langsung, penyalahgunaan dalam pemanfataan sempadan sungai dan irigasi, bantaran sungai, tanggul daerah genangan maupun sabuk hijau waduk. Lalu, penutupan saluran irigasi, pengrusakan tanggul, juga penambangan liar di sungai. Untuk itu, dalam penanganan pelanggaran pengelolaan SDA ini, diperlukan kerjasama yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” paparnya. Ambar Puspitosari, S.T., MDM., selaku Subkoordinator Pelaksana Tugas Perencanaan OP SDA Bengawan Solo, juga menggarisbawahi bahwa sesuai tugas dan fungsinya, BBWSBS telah menyampaikan surat teguran kepada para pelanggar, yang ditembuskan kepada Bupati, perangkat desa, dan pihak kepolisian setempat. Namun, surat teguran yang dilayangkan belum memberikan efek jera kepada pelanggar, sehingga diharapakan dapat terjalin koordinasi dan sinergitas antar stakeholders melalui rakor ini, agar dapat dilakukan upaya penertiban. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
10 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Wali Kota (Walkot) Solo, Gibran Rakabuming Raka, serta rombongan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengunjungi area Bendung Karet Tirtonadi (Bendung Tirtonadi), di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/04/2021). Kegiatan kunjungan kerja (kunker) tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bendung Tirtonadi terletak di area Kali Anyar yang kini menjadi wajah ruang publik baru di Kota Solo. Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu pekerjaan dari Proyek Penanganan Banjir Surakarta, yang bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan disela kegiatan, bahwa Bendung Tirtonadi tersebut dibangun menggunakan teknologi gate panel, dengan keunggulan-keunggulan teknologi diantaranya waktu pengoperasian yang relatif singkat, mampu melindungi dari material sungai, hingga tahan terhadap perubahan suhu ekstrim. “Pada saat musim kemarau, pintu bendung akan ditutup, sehingga bisa menjadi long storage berdaya tampung air sekitar 1 juta M3. Dan pada musim hujan akan dibuka dengan kapasitas pengaliran air 1.048 M3/detik, atau lebih besar dari debit awal 390 M3/detik,” jelasnya. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Muhamad Arwani Thomafi, juga menyampaikan bahwa kunker kali ini dalam rangka kunjungan masa reses, dengan meninjau kondisi lapangan di beberapa titik di Kota Solo yang sudah berjalan maupun perencanaan beberapa pembangunan infrastruktur, salah satunya Bendung Tirtonadi. “Kami melihat, selain untuk mempercantik kawasan kali anyar, ada fungsi lain dan pemanfaatan sumber daya air (SDA) yang didapatkan dari Bendung Tirtonadi ini, misalnya potensi pariwisata, pemenuhan air baku, serta pengendalian banjir, semoga kedepannya Bendung Tirtonadi juga dilengkapi dengan regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah, agar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat memiliki andil untuk ikut merawat fasilitas umum,” ujarnya. “Saya melihat kota-kota yang lain sudah mulai untuk mempercantik lokasi untuk menunjang pariwisata, sehingga Kota Solo tidak boleh tertinggal dan harus melampaui kota lainnya. Untuk itu, kami yakin dengan dukungan dari berbagai stakeholder terkait, proses akselerasi pembangunan dan pemulihan ekonomi di Kota Solo bisa lebih baik lagi,” terang Walkot Solo, Gibran Rakabuming Raka. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya