Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 March 2021
Dalam rangka melaksanakan peningkatan kualitas SDM pada pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, maka Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengamat Irigasi (Permukaan) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di The Sunan Hotel, Surakarta, Senin – Kamis (29/03 – 01/04/2021). Adapun materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis ini meliputi Peraturan-perundangan Bidang Irigasi, Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Perencanaan, Pelaksanaan, Monev), Pengelolaan Aset Irigasi, Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Irigasi, Tata Cara Pelaporan O&P menggunakan Aplikasi SMOPI, serta Tata Cara Kalibrasi Alat ukur dan Pengukuran debit. Kasubdit Wilayah II Eka Nugraha Abdi, ST. M.P.P.M mewakili Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan menyampaikan bahwa didalam kegiatan operasi dan pemeliharaan irigasi permukaan, petugas OP sebagai SDM irigasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan menentukan keberlangsungan OP irigasi dilapangan. Dalam hal ini pengamat merupakan salah satu garda terdepan dalam kegiatan OP yang bertugas mempersiapkan kegiatan tanam dalam wujud RTTG dab RTTD, mengatur pembagian air jika ketersediaan debit sungai berkurang, berkoordinasi dengan petugas OP lainya, aparat kecamatan, serta Dinas PSDA Kabupaten dalam rangka pelaksanaan kegiatan OP. Selanjutnya Eka Nugraha Abdi mengatakan petugas OP harus berkomunikasi, membina, dan membantu petani P3A, IP3A, GP3A agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan OP. Dan tentunya melaporkan pelaksanaan serta permasalahan yang terjadi dilapangan, serta membantu implementasi tindaklanjut penyelesaiannya. “Sebagai garda terdepan pengamat harus mampu memahami tata cara perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi kegiatan OP. Karena layanan air irigasi dilapangan bergantung pada perencanaan yang dilakukan oleh petugas OP dilapangan. Oleh karena itu melalui bimbingan teknis pengamat irigasi ini diharapkan peserta dapat memahami materi yang disampaikan untuk meningkatkan kapasitasnya di wilayah tugas masing-masing,” jelasnya. Senada dengan Eka Nugraha Abdi, Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo berharap dengan adanya bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas perserta, dalam hal ini melaksanakan pengelolaan irigasi permukaan. “Bidang irigasi ini adalah bidang yang sangat menunjang ketahanan pangan nasional, dalam hal ini kita selaku water manager di masing-masing wilayah harus mampu menjaga keandalan air irigasi kita, sehingga dapat memenuhi kebutuhan irigasi di masing-masing wilayah,” tutupnya(BBWSBS/charis).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 February 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan pada PPK Perencanaan dan Program yang terdiri dari empat Paket Pekerjaan senilai 10,2 Milyar yang ditandatangani oleh PPK Perencanaan dan Program Ni Nyoman Indah Pramadewi, ST, M.Eng, serta satu Paket Pekerjaan pada PPK Perencanaan Bendungan senilai 1,2 Milyar yang ditandatangani PPK Perencanaan Bendungan Arif Gunawan, ST, MT di Ruang Sidang Bengawan Solo, Jumat (19/02/2021) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Paket Pekerjaan tersebut yaitu DD Pengembangan Solo Vallei Werken oleh PT. Indra Karya (Persero) Divisi Engineering I senilai 2,7 Milyar, DD Pengendalian Banjir Sungai Bengawan Solo Hilir di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik oleh PT. Sarana Bagja Bumi (KSO) dan PT. Segoro Kidul senilai 1,7 Milyar, DED Pemanfaatan Sumber Air di Kecamatan Dander untuk Air Baku di Kabupaten Bojonegoro oleh PT. Satyakarsa Mudatama dan CV. Intishar Karya (KSO) senilai 1,2 Milyar, Review DD Pembangunan DI Bengawan Jero oleh PT. INAKKO Internasional Konsulindo senilai 4,5 Milyar, dan Persiapan OP Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar oleh PT. Satyakarsa Mudatama 1,2 Milyar. Penandatanganan ini disaksikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech (secara daring), Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Bambang, SE, ST, MT, Kepala Bidang PJSA Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur SDA Ali Rahmat, ST, MT. Ir. Isgiyanto, MT mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo mengucapkan selamat kepada Penyedia Jasa yang telah lolos dalam kompetisi yang sehat, dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada BP2JK Jawa Tengah yang telah mendapatkan empat Penyedia Jasa yang nanti akan menjadi mitra kami di BBWS Bengawan Solo. “Saya mengharapkan pekerjaan ini dapat terselesaikan satu tahun anggaran, sehingga kita harus bekerja tepat waktu dan tepat mutu pekerjaanya, serta desain perencanaan ini bisa diaplikasikan dilapangan,” tutupnya(BBWSBS/charis).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
07 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Pembangunan Embung Kandang Menjangan di kompleks Mako Grup 2 Kopassus, di Kartasura, Sukoharjo, pada Jumat (07/05/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan sosialisasi memegang peranan cukup penting dalam kelancaran pekerjaan, untuk itu sosialisasi perlu dilaksanakan secara menerus mengikuti tahapan, mulai dari tahap pra konstruksi yang dilaksanakan oleh pimpinan proyek dibantu konsultan dengan kegiatan antara lain berupa penjelasan dan diskusi dengan instansi-instansi yang terkait, tokoh-tokoh maupun masyarakat langsung. Sampai dengan sosialisasi pada tahap konstruksi, yakni kegiatan yang dilaksanakan bersama oleh konsultan kontraktor dan tim proyek. Pada tahapan ini lebih terfokus pada kelancaran, meliputi pelaksanaan di lapangan, serta koordinasi dengan instansi yang terkait langsung di lapangan, koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat sehubungan dengan jadwal dan juga metode pelaksanaan. Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo, Dony Faturichman S., S.T., M.T., menyampaikan bahwa kawasan Embung Kandang Menjangan nantinya dapat juga digunakan untuk latihan prajurit Kopassus maupun kegiatan rekreasional dan wisata. “Kami juga menerima masukan-masukan sepanjang masih masuk dengan kuantitas yang ada, agar selaras nantinya. Selain itu fasilitas-fasilitas penunjang yang ada dapat disesuaikan. Kami juga berpesan kepada pihak penyedia jasa konstruksi agar dalam pengerjaan nantinya dapat berjalan dengan baik, dan tetap menjaga kondusifitas, keamanan, maupun kenyamanan lingkungan sekitar, utamanya wilayah Kandang Menjangan ini,” pesannya. Kegiatan sosialisasi tersebut juga akan dilakukan pada setiap tahapan-tahapan pekerjaan, baik tahapan pengukuran ke lokasi, pengadaan stock yard yang memungkinkan akan memakai lahan warga sebagai tempat penampungan material sementara selama berlangsungnya pekerjaan konstruksi, serta akses mobilitas sekaligus penggunaan alat-alat berat ke lokasi pekerjaan. Sebagai informasi, proyek Pembangunan Embung Kandang Menjangan di Sukoharjo dilaksanakan oleh BBWSBS dengan penyedia jasa PT. Dwi Ponggo Seto dan konsultan supervisi PT. Retracindo Konsultan Indonesia KSO CV Monumental, dengan nilai kontrak Rp12.452.042.002. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 July 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Tanah Warga Terdampak Proyek Pembangunan Bendungan Bendo, di Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (30/07/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Ponorogo beserta jajarannya, dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebanyak 54 sertifikat yang diserahkan, yakni 53 sertifikat hak milik dan satu sertifikat hak pakai, tanah garapan. Penyerahan sertifikat tersebut merupakan rangkaian kegiatan rencana pengisian awal (impounding) Bendungan Bendo. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. “Pengisian awal sebuah waduk yang baru selesai dibangun merupakan suatu fase yang sangat penting dan perlu diketahui oleh seluruh pihak yang berkepentingan didalamnya, khususnya Pemerintah Daerah. Dalam implementasinya, diperlukan dukungan dan kerjasama banyak pihak, yakni para pemangku kepentingan; instansi terkait lainnya ditingkat pusat/daerah, pihak swasta, dan petani. Sebagai informasi, Pekerjaan Bendungan Bendo saat ini telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi dengan progress sebesar 97,13% sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan. Bendungan Bendo dibangun dengan kapasitas total tampungan sebesar 43,11 juta m3 dengan tinggi bendungan 71 m. Adapn Bendungan Bendo direncanakan memiliki manfaat untuk dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 7.800 Ha, penyediaan air baku sebesar 370 liter/detik, dan mampu mereduksi banjir sebesar 420 m3/detik menjadi 290 m3/detik. (BBWSBS/Ferri-Tamara)
Baca Selengkapnya