Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
27 December 2021
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta jajarannya pada pada Senin (27/12/2021) meninjau proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bendungan Pidekso tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA didampingi Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang rencananya akan diresmikan pada Selasa (28/12). “Sebetulnya pada intinya kunjungan hari ini dalam rangka menyiapkan kunjungan Presiden Joko Widodo besok yang akan meresmikan Bendungan Pidekso,” ujarnya. Ia mengatakan Bendungan Pidekso merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Pidekso masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021,” katanya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 14 September 2021. Pengisian Bendungan Pidekso dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 60 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional,” kata dia. Sebagai informasi, Bendungan Pidekso merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik. Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar (BBWSBS/Tamara).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
13 April 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, beserta pejabat di lingkungan BBWSBS berkoordinasi dengan Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., Selasa (12/04/2022) di Kantor Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kunjungan kali ini, Kepala BBWS Bengawan Solo turut membahas mengenai progress Penanganan Banjir di wilayah Bengawan Jero. Sebagai informasi Bengawan Jero merupakan wilayah yang berbentuk mangkuk dengan dasar yang bergelombang dengan elevasi -0,70 m di sebagian wilayah bahkan sampai -1,20 m. Air dari perbukitan selatan dan area sebelah barat melalui sungai Moropelang, Gondang, Kruwul, Plalangan dan Dapur berkumpul di Bengawan Jero. Bengawan Jero merupakan daerah yang sering tergenang dan banjir pada saat musim penghujan. BBWS Bengawan Solo sudah memiliki upaya jangka pendek dan jangka panjang untuk mengantisipasi banjir di Bengawan Jero. Selain itu, koordinasi BBWS Bengawan Solo dengan Bupati Lamongan membahas mengenai Pemanfaatan Lahan Solo Valley dan dan Rencana Pengelolaan Waduk Gondang di Lamongan. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan melalui koordinasi ini kami sudah membahas beberapa aspek salah satunya pembahasan mengenai penanganan banjir di Kabupaten Lamongan. BBWS Bengawan Solo sudah memiliki upaya penanganan jangka pendek dan jangka panjang. BBWS Bengawan Solo dalam penanganan jangka pendek membantu alat berat untuk normalisasi Kali Dinoyo pada titik kritis yang sudah dilaksanakan pada Bulan Januari lalu. Sedangkan penanganan jangka panjang BBWS Bengawan Solo melakukan Rehabilitasi Sluis Kuro. “Penanganan Bengawan Jero dilakukan dengan Rehabilitasi Sluice Kuro, penambahan pompa dan normalisasi sungai,”ujarnya Bupati Lamongan, Dr. Yuhronur Efendi, M.B.A., mendukung penuh pengembangan SDA oleh BBWS Bengawan Solo. “ Semoga kedepannya percepatan pembangunan yang melibatkan BBWBS di Kabupaten Lamongan ini dapat berjalan lancar dan menjadi komitmen bersama bagi kita dalam menentukan skala prioritas,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 February 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Bersama Paket-paket di Lingkungan BBWSBS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Graha Tirta I, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (05/02/2021). Acara penandatanganan tersebut terhubung secara daring melalui video conference yang disaksikan oleh jajaran Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA)¬¬—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani dua belas paket pekerjaan, yakni empat paket dari Satker BBWSBS, satu paket dari SNVT PJSA Bengawan Solo, empat paket dari SNVT PJPA Bengawan Solo, dua paket SNVT Pembangunan Bendungan BBWSBS, dan satu paket dari Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo. Dengan rincian paket diantaranya DD Pembangunan Tembok Penahan Gelombang Laut di Wilayah Tuban, Jawa Timur, Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Pelangwot-Sedayu Lawas) di Lamongan, Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Gondang di Karanganyar dan Sragen (Lanjutan), LARAP Pembangunan D.I. Bengawan Jero, Supervisi Pembangunan Bendungan Bendo Tahap II di Ponorogo, Rehabilitasi Bendung Plesungan D.I. Pondok di Ngawi, Review DD Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Gondang di Lamongan, Supervisi Pembangunan Bendungan Gongseng Tahap II di Bojonegoro, Supervisi Pengeboran Ulang (Redrilling) Sumur Produksi Air Tanah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, DD Penanganan Kali Anyar di Kota Solo, Supervisi Rehabilitasi Bendung Plesungan D.I. Pondok di Ngawi, dan Pemeliharaan Berkala Tanggul/ Tebing Bengawan Solo Hulu. “Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Tengah yang telah bekerja keras dan sudah menyelesaikan paket-paket, semoga target yang akan diharapkan dapat terpenuhi bersama,” kata Kepala Bidang (Kabid) PJSA Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T. Kepala BP2JK Jawa Tengah, V. Untoro Kurniawan, S.T., M.M., M.T., juga berpesan agar kedua belah pihak dalam sebuah kontrak pekerjaan dapat saling bahu membahu dan bersinergi menyelesaikan tugas masing-masing. “Penandatanganan kontrak ini bukanlah akhir dari suatu kemenangan untuk penyedia jasa, namun sebagai titik tolak awal dimulainya perjuangan yang lebih berat dan penuh tanggung jawab. Untuk itu bagi semua pihak terkait agar memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak tersebut,” pesannya. Direktur Sungai dan Pantai (Supan) Ditjen SDA, Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si., secara daring menyampaikan bahwa akan selalu mendukung sekaligus berperan sebagai pembina. “Kami ingin agar para pihak yang terkait agar segera action di lapangan sehingga jangan bersantai setelah penandatanganan kontrak. Dan bagi Kasatker maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) segera membuat action plan yang lebih aktual dan realistis dengan kondisi di lapangan untuk kontraktornya, karena nantinya saat di lapangan akan berhadapan dengan permasalahan-permasalahan baru,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 September 2021
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (22/09/2021). Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Pekerjaan Bendungan Gongseng dilaksanakan mulai tahun 2013 dan direncanakan selesai pada tahun 2021 sementara progres fisik pembangunan Bendungan Gongseng saat ini sebesar 93,85%. Proses impounding dilakukan secara simbolis dengan menekan sirine oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan didampingi Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah beserta jajarannya. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan pembangunan Bendungan Gongseng telah melewati perjalanan panjang untuk mencapai momen ini antara lain sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian waduk. Proses ini perlu dilalui untuk menjamin keamanan terhadap konstruksi bendungan yang dilaksanakan. “Bendungan Gongseng telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan,” ujarnya. Agus menambahkan bahwa masyarakat Kabupaten Bojonegoro sendiri hidup dari pertanian dan industri yang sangat membutuhkan air untuk keperluan pertanian maupun air baku untuk air minum. Dengan adanya bendungan Gongseng ini juga diharapkan dapat mengurangi bencana banjir wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Gongseng dapat diandalkan saat musim kemarau tiba. “Di musim hujan, Bendungan Gongseng difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali banjir. Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Gongseng juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata. Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Gongseng, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kabupaten Bojonegoro,” pesan Agus. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat mengungkapkan terima kasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Gongseng. Kehadiran Bendung Gongseng tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata. Semoga Bendungan Gongseng menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, berolahraga maupun sekadar swafoto. “Kami akan pelihara pembangunan infrastuktur bendungan ini, karena manfaat yang dihasilkan akan membawa kemakmuran bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya