Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
20 March 2021
Hari Air Sedunia yang diperingati tanggal 22 Maret tinggal menghitung hari. Memperingati hari yang special tersebut, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Bengawan Solo berkesempatan berbagi cakrawala dalam Bincang Kita Hari Ini (BINGKAI) bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Surakarta bertajuk Jogo Kali Bengawan Solo, Sabtu (20/03/2021). Dalam kesempatan ini Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si memperkenalkan tentang Forum Jogo Kali Bengawan Solo (Jokalibe) yang merupakan sebuah Forum yang terdiri dari Instansi Pemerintah, Komunitas Peduli Sungai, Akademisi dan Masyarakat yang merupakan wujud sinergi atau bekerjasama dalam pelaksanaan, pemantauan, pengawasan serta pengelolaan Sungai Bengawan Solo. Sungai Bengawan Solo yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Situasi ini mengundang banyak perhatian dari masyarakat yang dibuktikan dengan antuasias masyarakat dalam mengirimkan pertanyaan dan pesan dari masyarakat pada acara Bing Kita Hari In, baik tentang infrastrutkur, kualitas air, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain. Momen ini sangatlah tepat dengan tema hari Air Sedunia di Tahun 2021 ini yakni Mengelola Air Menjaga Kehidupan. “Semua itu kembali pada diri kita sendiri, Untuk melestarikan Sungai Bengawan Solo kita harus bersama-sama. BBWS Bengawan Solo bertugas menyiapkan infrastrukturnya dan tugas masyarakat adalah melestarikannya” Pesan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Semoga dialog ini dapat didengarkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, khususnya masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Besar harapan kami agar dialog ini menjadi pengingat agar dapat melestarikan air dalam menjalani hari di masa depan (bbwsbs/sita).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan eceng gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI, Rabu (30/03/2022) di Makorem 074 Warastratama. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech,., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kasatker O&P SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA dan PPK O&P SDA II, Ika Yulianti, ST., MT. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI. Program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan maksud mewujudkan kepedulian dan sinergitas dalam mempertahankan keberlanjutan Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik agar terjaga fungsi dan kualitasnya sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan program ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor dan Bendungan Cengklik. "Tahapan pelaksanaan program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan pekerjaan swakelola Pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI," ujarnya. Agus mengatakan ruang lingkup yang akan dikerjakan pada pekerjaan swakelola ini meliputi pembersihan eceng gondok pada Bendungan Rowo Jombor seluas ±10,5 Ha dan pada Bendungan Cengklik seluas ±23 Ha dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
25 May 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Songputri, Bendungan Nawangan dan Bendungan Parangjoho jika mengalami kegagalan konstruksi. Meskipun saat ini ketiga bendungan tersebut dalam kondisi normal, tetap harus dilakukan monitoring secara terus menerus. Kegiatan Koordinasi Rencana Tindak Darurat ini dilakukan di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (25/05/2022). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri, Setda Wonogiri, serta sejumlah Camat dan Kepala Desa. Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS menyampaikan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 Pasal 2 bahwa konsepsi keamanan bendungan harus memiliki 3 pilar yang salah satunya adalah kesiapsiagaan tindak darurat. Maka dari itu pengelola bendungan harus menyusun dokumen RTD. “Dokumen RTD merupakan dokumen yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk yang didalamnya memuat Pengamanan Bendungan dan Penyelamatan Masyarakat serta Lingkungan, dimana dokumen ini disiapkan secara baik, cermat, dan lengkap, sehingga pada saat keadaan darurat bendungan, dapat dilakukan tindakan pencegahan secara cepat, tepat, dan efektif yang pada akhirnya dapat dicegah atau setidaknya dikurangi risiko terjadinya kegagalan bendungan,” ujarnya. Sri Wahyu mengatakan bahwa BBWS Bengawan Solo telah menyusun RTD guna menjaga keamanan bendungan dari Bendungan Songputri, Nawangan dan Parangjoho itu sendiri. “Dengan adanya acara ini, kami mengharapkan masukan dari pihak-pihak terkait guna kesempurnaan Dokumen RTD ini sehingga kegagalan bendungan dapat diminimalisir dan bendungan selalu bermanfaat banyak bagi masyarakat sekitar,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T. M.Si., melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Kedung Uling di Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah pada Rabu, (29/06/2022). Monitoring oleh Kepala BBWS Bengawan Solo yang turut didampingi oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo dan PPK OP SDA II tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Letak geografis Bendungan Kedung Uling terletak pada 110o 50’ 25,85’’ BT dan 7o 56’ 19,25’’ LS. Secara administratif pengairan, Bendungan Kedung Uling termasuk dalam wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Bendungan Solo, Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lokasi Bendungan Kedung Uling dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari Kota Surakarta dengan lama perjalanan sekitar 2 jam atau berjarak sekitar 55 km dari Kota Surakarta Pekerjaan yang dilakukan di Bendungan Kedung Uling meliputi Pekerjaan Pintu Suplesi, Pekerjaan Persiapan Lahan Direksi Keet, Pekerjaan Timbunan, dan Pekerjaan Galian Kupasan. Diketahui jika saat ini progres pekerjaan mencapai 23,504% pada 29 Juni 2022. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Maryadi Utama, S.T. M.Si., meminta agar proyek pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Kedung Uling segera dikejar untuk diselesaikan agar dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. “Dimohon agar pekerjaan ini segera dikejar (progresnya) sehingga rencana pembangunan keseluruhan bisa terlaksana dengan tepat waktu,” pesannya. (BBWSBS/Safira)
Baca Selengkapnya