Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
06 June 2022
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama, ST. M.Si.., melakukan kunjungan lapangan di Bendungan Pidekso, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat (03/06/2022). Dalam kunjungan lapangan tersebut Kepala BBWS Bengawan Solo didampingi oleh PPK Bendungan III beserta rombongan di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Bendungan Pidekso yang berada di hulu Wilayah Sungai Bengawan Solo ini memiliki manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Bendungan ini sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bendungan dengan tipe urugan random inti tegak ini memiliki saluran pelimpah (spillway) di sandaran kiri bendungan. Bagian spillway dibagi menjadi 4 zone, yakni zone inlet, zona transisi, zona chuteway, dan zona saluran pembawa. Adapun tinggi bendungan utama dari bendungan ini 44 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak total 383 meter. Diketahui, proyek Bendungan Pidekso dilaksanakan mulai tahun 2014 dan diresmikan pada 28 Desember 2021 dengan biaya sebesar 794 M dengan sumber dana APBN. Saat ini, Bendungan tersebut telah mencapai progres keseluruhan yakni 95%. Sementara itu, kunjungan Kepala BBWS Bengawan Solo ini sebagai langkah awal dalam melakukan koordinasi dan ingin mendengar laporan terkait Bendungan Pidekso. “Saya ingin mendengar laporan langsung terkait proyek infrastruktur Bendungan Pidekso. Agar nantinya jika ada kendala di lapangan bisa segera dicarikan solusinya,” paparnya.(BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 November 2021
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021) secara virtual yang terhubung dengan area peresmian Bendungan Tugu di Trenggalek, Jawa Timur. Peresmian Bendungan Gongseng secara virtual ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan merupakan sebuah inovasi dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah, serta tamu undangan yang berada di Bojonegoro. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Bendungan Gongseng merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Bendungan ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. Jokowi mengatakan, dengan tambahan dua bendungan ini, aktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat. Petani semakin sering menanam dan lebih produktif, sehingga pendapatannya akan meningkat. "Alhamdulillah, pagi ini kita mendapat tambahan dua bendungan besar lagi di Provinsi Jawa Timur, yakni Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro. Kedua bendungan telah siap dimanfatkan dalam rangka mendukung ketahanan pangan," kata Presiden Jokowi. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. “Saya berharap Bendungan Gongseng dapat diandalkan saat musim kemarau tiba. Kehadiran Bendung Gongseng tidak hanya sebagai pengendali banjir dan tampungan air baku, tapi juga sebagai objek konservasi pariwisata. Semoga Bendungan Gongseng menjadi tujuan wisata untuk beragam kegiatan seperti bersantai, berolahraga maupun sekadar swafoto,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
23 December 2021
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, ST, MSc, DEA meninjau proyek pembangunan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Kamis, (23/12/2021). Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungannya ke Bendungan Pidekso, dalam rangka mengecek kesiapan untuk peresmian Bendungan Pidekso yang direncanakan pada akhir Desember 2021. Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan jika Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA yang saat ini telah mencapai progres yakni 92.99% melebihi rencana 82.93% pada Desember 2021. Dirjen SDA berharap agar proyek pembangunan Bendungan Pidekso bisa selesai dengan tepat waktu. “Progres Bendungan Pidekso saat ini telah mencapai 92.99%. Diharapkan pembangunan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu pada akhir Desember 2021 dengan tetap berdasarkan manfaatnya sebagai pengendali banjir dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan di sekitar bendungan,” paparnya. Sementara itu, pembangunan Bendungan Pidekso diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% . Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Desember 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 November 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Bupati Klaten, Sri Mulyani melaksanakan kegiatan Revitalisasi Pengurangan Risiko Bencana melalui Gotong Royong Serentak dengan aksi pembersihan Kawasan Bendungan Jombor yang biasa dikenal masyarakat dengan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jumat (19/11/2021). Kegiatan yang dipimpin Bupati Klaten dan turut dihadiri Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Perlu diingat kembali bahwa keberlanjutan Sumber Daya Air (SDA) bergantung pada ekosistem alami. Alamlah yang menyaring polutan, menangkal banjir dan badai, serta mengelola ketersediaan air. Menjaga air dari sisi kualitas dan kuantitas menjadi kunci untuk keberlangsungan kehidupan. Memang aksi yang dilakukan oleh peserta dari OPD, Camat, Kepala Desa, Mahasiswa, dan relawan dengan total peserta 200 orang tersebut belum bisa membersihkan semua sampah di Rowo Jombor yang sangat luas. Namun, setidaknya mereka peduli akan kebersihan lingkungan, dan diharapkan bisa menginspirasi masyarakat. Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika kegiatan ini merupakan Gerakan Masyarakat Pengurangan Risiko Bencana sekaligus Peresmian Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Klaten. Sri Mulyani juga berharap agar kegiatan ini dapat menggugah semangat dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi yang akan terjadi. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran kita semua dalam menghindari bencana dan nantinya semua akan siap siaga. Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya untuk mengindari bencana banjir hingga tanah longsor. Karena BMKG sudah mengingatkan musim penghujan yang harus diwaspadai, oleh karenanya kita harus selalu siap dan berkihtiar agar dihindarkan dari bahaya bencana,” paparnya. Kepala BBWS Bengawan Solo menyampaikan bahwa aksi pembersihan Kawasan Rowo Jombor tersebut sebagai wujud kepedulian dan bertujuan untuk menginspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air. Sebagai informasi, Kawasan Rowo Jombor saat ini sedang direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya