Atasi Banjir Rob Pesisir, Kementerian Pekerjaan Umum Laksanakan Revitalisasi Danau Siombak

Nov 11, 2025 - 10:49
 0
Atasi Banjir Rob Pesisir, Kementerian Pekerjaan Umum Laksanakan Revitalisasi Danau Siombak

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan Revitalisasi Danau Siombak di Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan banjir rob sekaligus memulihkan potensi Danau Siombak sebagai kawasan wisata dan ekosistem perairan yang strategis.

Danau Siombak merupakan danau buatan hasil pengerukan tanah saat pembangunan Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (BELMERA) dengan luas mencapai 41,44 hektare dan kedalaman bervariasi antara 4 hingga 5 meter. Meski terbentuk secara tidak alami, danau ini memiliki peran vital sebagai area resapan air, pengendali banjir, habitat biota perairan, hingga destinasi wisata lokal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini menghadapi permasalahan serius akibat penurunan kualitas lingkungan, tumpukan sampah dari aliran sungai sekitar, serta banjir rob yang kerap menggenangi pemukiman warga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan merancang program revitalisasi menyeluruh, mencakup pembangunan tanggul danau sepanjang 3 kilometer, tiga kolam retensi dengan total kapasitas 278.927 m3. Dari total kebutuhan tanggul, sekitar 1,3 kilometer telah rampung pada tahun 2024, sementara sisa 1,7 kilometer akan dilanjutkan secara bertahap mulai tahun 2026.

“Sebagian pekerjaan sudah berjalan untuk mengurangi bencana rutin seperti banjir dan rob. Dari total tiga kilometer tanggul yang dibutuhkan, 1,3 kilometer sudah masuk tahap pelaksanaan. Masih ada sisa yang perlu dikaji, terutama terkait penggunaan tanggul tanah sepanjang 1,7 kilometer dan lahan oleh pemerintah daerah,” ujar Menteri Dody.

Selain tanggul, pembangunan tiga kolam retensi juga menjadi prioritas utama. Dua kolam direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026, disusul satu kolam tambahan pada tahun 2028. Kolam-kolam ini berfungsi menampung air sementara sebelum dialirkan ke danau, mengingat muka air Danau Siombak yang cukup tinggi.

Menteri Dody juga menegaskan pentingnya dukungan dari Pemerintah Kota Medan, khususnya dalam percepatan proses pembebasan lahan. “Dana untuk pembangunan sudah disiapkan. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kesiapan lahan dan dukungan masyarakat. Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh sinergi dari pemerintah kota dan daerah,” tutupnya.

Melalui revitalisasi ini, diharapkan Danau Siombak dapat kembali menjadi kawasan wisata unggulan yang bersih, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fungsi ekologis dan sosialnya bagi warga Kota Medan.