Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2026 Dorong Transformasi Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Data dan Inovasi
Bandung, 08 Agustus 2026 – Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air Tahun 2026 diselenggarakan pada Sabtu (8/8) di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat perspektif dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di tengah perubahan iklim, perkembangan teknologi, serta meningkatnya kebutuhan air nasional.
Seminar dibuka dengan keynote speech oleh Plt. Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air, Dwi Agus Kuncoro. Dalam paparannya, Dwi Agus Kuncoro menekankan pentingnya penguatan ketahanan air nasional melalui inovasi, standardisasi, pemanfaatan teknologi, kajian terapan, serta optimalisasi data dan informasi. Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang semakin kompleks dan dinamis.
Perspektif mengenai dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air Indonesia turut disampaikan oleh Mamad Tamamadin. Beliau menyoroti fenomena water paradox, yaitu kondisi ketika kejadian banjir semakin ekstrem, kekeringan berlangsung lebih panjang, sementara kualitas air menghadapi tekanan di tengah meningkatnya kebutuhan air.
Menghadapi kondisi tersebut, pengelolaan sumber daya air perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih proaktif. Upaya mitigasi dan adaptasi tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus didukung oleh data yang akurat, teknologi, inovasi, penguatan kapasitas, serta kolaborasi berbagai pihak.
Berbagai topik strategis turut dibahas dalam seminar, salah satunya pemodelan banjir. Pemanfaatan pemodelan hidrologi dan hidraulika dinilai penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai karakteristik banjir, memperkirakan potensi risiko, serta mendukung penyusunan strategi mitigasi dan sistem peringatan dini.
Selain itu, seminar membahas pendekatan WEFE Nexus (Water, Energy, Food and Environment) yang menempatkan air sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung dengan sektor energi, pangan, dan lingkungan. Pendekatan terpadu ini menjadi salah satu strategi untuk merespons persoalan sumber daya secara lebih menyeluruh, khususnya dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Rangkaian pembahasan dalam Seminar Nasional Teknik Sumber Daya Air 2026 memperkuat pentingnya transformasi dalam pengelolaan sumber daya air. Ke depan, pembangunan ketahanan air nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal sekaligus penguatan aspek nonfisik melalui pemanfaatan teknologi, kualitas data, pemodelan, inovasi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Melalui forum ini, sinergi lintas sektor diharapkan semakin kuat sehingga berbagai pengetahuan dan inovasi yang berkembang dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang adaptif, terpadu, dan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.