Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor di Sibolga, Akses Jalan Nasional Tarutung–Batas Taput/Tapteng Tembus 42 Km

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor di Sibolga, Akses Jalan Nasional Tarutung–Batas Taput/Tapteng Tembus 42 Km

Sibolga — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Penanganan tanggap darurat masih difokuskan pada pembukaan akses jalan nasional serta pengendalian aliran sungai untuk mencegah dampak lanjutan dan penyediaan prasarana air bersih dan sanitasi. 

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Sibolga. “Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Menteri Dody.

Pada ruas jalan nasional Tarutung–Sibolga, penanganan longsor dilakukan secara intensif oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara bersama BBWS Sumatera II Medan, sejumlah BUMN Karya dan TNI. Sebanyak 14 unit excavator, 1 unit dozer, 2 unit backhoe loader dan 3 unit wheel loader dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsoran dan perbaikan badan jalan.

Hingga kini, di ruas Tarutung-Sibolga sepanjang 59km, penanganan di 131 titik longsor telah diselesaikan, dan jalur Tarutung–Batas Taput/Tapteng sepanjang 42km sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara sepanjang 17 km lainnya masih dalam proses penanganan 7 titik longsor/jalan amblas secara bertahap dari arah Tarutung maupun dari arah Sibolga.

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan juga melakukan penanganan darurat Sungai Aek Doras di Kota Sibolga untuk mengurangi risiko banjir susulan. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan dukungan alat berat dan bahan banjiran antara lain 1 unit excavator long arm, 1 unit excavator standar, serta beberapa unit dump truck. Dukungan juga diberikan oleh BUMN Karya Nindya Karya, WIKA, dan Dinas PU Kota Sibolga. 

Selanjutnya dari sisi dukungan logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara telah mengirimkan total 13 unit Hidran Umum (HU), 1 unit mobil tangki air, 1 unit biofilter, serta 2 unit toilet portabel untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan petugas di lapangan.

Kementerian PU terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat terdampak bencana dengan memastikan konektivitas jalan nasional segera pulih, pengendalian sungai berjalan optimal, serta dukungan infrastruktur dasar terpenuhi demi mempercepat pemulihan aktivitas warga dan perekonomian daerah. Untuk mempercepat mobilisasi, alat berat dibagi ke beberapa sektor penanganan.  (Tri)

 

Sumber: Portal Resmi Kementerian Pekerjaan Umum 
Link: https://pu.go.id/berita/kementerian-pu-percepat-penanganan-banjir-dan-longsor-di-sibolga-akses-jalan-nasional-tarutungbatas-taputtapteng-tembus-42-km
Tanggal publikasi: 15 Desember 2025

Peringati Hakordia 2025, Menteri Dody Tegaskan Integritas Sebagai Fondasi Pembangunan Infrastruktur

Peringati Hakordia 2025, Menteri Dody Tegaskan Integritas Sebagai Fondasi Pembangunan Infrastruktur

Jakarta – Integritas memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur. Tanpa integritas dan kompetensi, pembangunan tidak akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan berpotensi menimbulkan penyimpangan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Ruang Serbaguna Kementerian PU, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Pada peringatan Hakordia yang mengusung tema “Satukan Aksi, Jaga Integritas dan Infrastruktur Bangsa”, Menteri Dody menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi secara konsisten dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan Generasi Muda (Genmud) PU.

“Peringatan Hakordia bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dalam membangun kesadaran antikorupsi melalui pendekatan yang relevan dengan anak muda,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody juga menegaskan komitmen Kementerian PU dalam upaya pencegahan korupsi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan. Jangan ada yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat. Ini adalah bukti nyata bahwa Bapak Presiden Prabowo tidak mentolerir segala bentuk penyelewengan,” tegas Menteri Dody.

Selama hampir delapan dekade, Kementerian PU telah membangun infrastruktur berkeadilan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Saat ini, Kementerian PU mengusung visi dan misi PU608 yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, sebagai upaya mendorong pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan ideologi bangsa melalui pembangunan infrastruktur yang berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody secara khusus berpesan kepada Genmud PU agar menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam bekerja.

“Kementerian PU sudah menjalankan PU608. Saya berharap Genmud PU juga menjalankannya dengan integritas, baik di setiap meja pengadaan, dalam keputusan kecil sehari-hari, maupun di pekerjaan lapangan meskipun berada di bawah tekanan,”kata Menteri Dody.

Menutup arahannya, Menteri Dody menyampaikan harapan besar kepada Genmud PU sebagai motor perubahan budaya integritas di lingkungan kementerian.

“Saya berharap Genmud PU dapat menjadi agen perubahan agar integritas terus tumbuh dan kepercayaan publik semakin meningkat. Saya optimis Genmud PU adalah generasi yang bersih, tegas, berani, dan selalu menempatkan Tuhan di hati masing-masing,” tandas Menteri Dody. (Nad)

 

Sumber: Portal Resmi Kementerian Pekerjaan Umum 
Link: https://pu.go.id/berita/peringati-hakordia-2025-menteri-dody-tegaskan-integritas-sebagai-fondasi-pembangunan-infrastruktur
Tanggal publikasi: 15 Desember 2025

Perkuat Bantuan Air Bersih dan Sanitasi di Lokasi Bencana Sumatera, Kementerian PU Kirim 11 Unit Mobil Tangki Air dan Vakum Tinja

Perkuat Bantuan Air Bersih dan Sanitasi di Lokasi Bencana Sumatera, Kementerian PU Kirim 11 Unit Mobil Tangki Air dan Vakum Tinja

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan darurat bencana di wilayah Sumatera. Melalui koordinasi lintas unit kerja, Kementerian PU menyalurkan bantuan sarana pendukung penyediaan air bersih dan sanitasi untuk daerah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin pelayanan infrastruktur dasar pada masa tanggap darurat bencana. 

“Kementerian PU bergerak cepat untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang menjadi prioritas utama pada situasi darurat,” ujarnya.

Bantuan logistik tersebut akan diberangkatkan menggunakan Kapal KMP Jatra I dari Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun bantuan yang dikirimkan yakni 8 unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 4.000 liter dan 3 unit MTA berkapasitas 5.000 liter. Untuk mendukung aspek sanitasi lingkungan, Kementerian PU juga mengirimkan 2 unit mobil tinja dengan kapasitas 4.000 liter.

Selain itu dikirimkan juga 11 unit Instalasi Pengelolaan Air (IPA) mobile untuk layanan air bersih, terdiri dari 5 unit dengan kapasitas 5 l/detik, 2 unit dengan kapasitas 0.5 l/dtk, 4 unit  IPA RO kapasitas 5 l/ detik. 4 Unit IPA Mobile dan 4 unit IPA RO dikirim dari IKN dengan menggunakan  Kapal Belik Mas dari Pelabuhan KKT Kariangau Balikpapan. Dan  3 IPA akan dikirimkan menyusul dari Jakarta, meliputi 2 unit dengan kapasitas 2,5 liter/detik dan 1 unit dengan kapasitas 0,5 liter/detik. 

Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk memastikan ketersediaan layanan dasar, khususnya air bersih dan sanitasi, bagi masyarakat terdampak bencana.

Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta tim di lapangan guna memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat serta mendukung penanganan bencana secara terpadu dan berkelanjutan. (Fiq)

 

Sumber: Portal Resmi Kementerian Pekerjaan Umum 
Link: https://pu.go.id/berita/perkuat-bantuan-air-bersih-dan-sanitasi-di-lokasi-bencana-sumatera-kementerian-pu-kirim-11-unit-mobil-tangki-air-dan-vakum-tinja
Tanggal publikasi: 15 Desember 2025

Dampak Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, Kementerian PU Percepat Penanganan 14 Jembatan Rusak di Aceh

Dampak Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, Kementerian PU Percepat Penanganan 14 Jembatan Rusak di Aceh

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum telah menurunkan total 310 personel untuk membantu penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Personel yang terdiri dari Tim Tanggap Darurat unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya ini telah melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung penanganan darurat yang dikomandoi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar seluruh unsur pemerintah bergerak cepat dalam penanganan bencana di Pulau Sumatera.

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor  Provinsi Aceh hingga 1 Desember 2025,  tercatat sebanyak 14 jembatan roboh atau terputus akibat tingginya debit air dan kerusakan oprit pada sejumlah titik.

Kerusakan ini menyebabkan gangguan serius pada akses masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan darurat di berbagai wilayah Aceh. Hasil inspeksi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mencatat bahwa jembatan  mengalami kerusakan rata - rata berupa runtuh, oprit tergerus, atau struktur terseret arus.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. “Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapanpun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,” kata Menteri Dody.

Adapun jembatan yang mengalami kerusakan adalah Jembatan Weihni Rongka, Oprit Jembatan Krueng Beutong, Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Kuta Blang, Jembatan Jamur Ujung, Jembatan Lawe Penanggalan, Jembatan Timang Gajah, Jembatan Jerata, Jembatan Pelang, Jembatan Titi Merah, dan 3 lokasi lain dalam verifikasi detail tim lapangan.

Kementerian PU terus bergerak cepat untuk memastikan infrastruktur terdampak dapat segera difungsikan kembali. “Konektivitas adalah urat nadi masyarakat. Begitu jembatan terputus, mobilitas bantuan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi ikut terhambat. Karena itu Kementerian PU mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk mempercepat penanganan di Aceh,ˮkata Menteri Dody.

Salah satu jembatan strategis yang terdampak adalah Jembatan Krueng Tingkeum di Lintas Timur Aceh, yang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional dan sangat vital bagi akses antarwilayah. Sementara beberapa ruas jalan terputus yakni, Jalan Batas Sumut–Aceh, Banda Aceh–Lhokseumawe–Langsa–Aceh Tamiang, Gayo Lues, Bireuen–Takengon, Subulussalam–Tapaktuan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU telah mengambil sejumlah langkah darurat, antara lain pemasangan Jembatan Bailey di beberapa lokasi prioritas untuk memulihkan akses sementara, pemadatan dan penguatan oprit jembatan, pemasangan bronjong, serta pekerjaan perlindungan tebing.

Selanjutnya pembersihan sungai, penanganan debris besar, dan normalisasi alur air untuk mencegah kerusakan lanjutan. Pengoperasian alat berat dari balai teknis untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor atau terputus banjir. (Tri)

 

Sumber: Portal Resmi Kementerian Pekerjaan Umum 
Link: https://pu.go.id/berita/dampak-bencana-banjir-dan-longsor-sumatera-kementerian-pu-percepat-penanganan-14-jembatan-rusak-di-aceh
Tanggal publikasi: 2 Desember 2025

Peringatan Hari Bakti PU ke-80

Peringatan Hari Bakti PU ke-80

Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar Upacara Hari Bakti PU ke-80 pada Rabu (03/12/2025) di Gedung Sate sebagai penghormatan kepada pahlawan Sapta Taruna yang gugur pada peristiwa 3 Desember 1945. Acara ini turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beserta jajaran Pemprov Jawa Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengajak seluruh insan PU meneguhkan kembali semangat pengabdian yang diwariskan para pahlawan. Ia menekankan pentingnya Sapta Bakti Insan PU sebagai nilai dasar kerja yang memperkuat integritas, pelayanan, pemerataan infrastruktur, keselamatan, kualitas, serta inovasi menuju strategi PU608.

"Upacara Hari Bakti PU ke-80 di Bandung hari ini terasa sangat spesial sebagai lambang kontinuitas pengabdian lintas generasi, menyambung kembali spirit dan nilai-nilai perjuangan yang saya rangkum sebagai Sapta Bakti Insan PU," kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menegaskan kesinambungan nilai tersebut dengan agenda nasional.
"Sapta Bakti Insan PU itu kini kita lanjutkan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui strategi PU608. Kontribusi Kementerian PU melalui strategi PU608 sangat penting dalam mengawal jalan menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Menjelang potensi cuaca ekstrem akhir tahun (12/2025), Menteri Dody meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur terhadap risiko banjir dan longsor, serta memastikan kesiapan jaringan jalan dan jembatan untuk arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (RED)

 #HarbakPU80 #PU608 #SigapMembangunNegeriUntukRakyat #BHGK

Apel Siaga Bencana: Antisipasi Dampak Perubahan Musim

Apel Siaga Bencana: Antisipasi Dampak Perubahan Musim

Siaga, Tanggap, dan Tangguh!

Jakarta - Kementerian PU melakukan Apel Siaga Bencana 2025/2026 untuk memastikan seluruh jajaran siap menghadapi potensi banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya saat musim hujan.

Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan turut ambil bagian dalam apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menjaga infrastruktur dan keselamatan masyarakat di seluruh Indonesia. 

Pelatihan Pemodelan Banjir Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia

Pelatihan Pemodelan Banjir Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia

Bandung - Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan (BHGK) telah melaksanakan Pelatihan Pemodelan Banjir sebagai inisiatif penting untuk meningkatkan kompetensi internal pegawai dalam analisis risiko bencana air. Pelatihan ini difokuskan pada penguasaan dasar-dasar Hidrologi dan Model Hidrolika, dilengkapi praktik menggunakan HEC-HMS untuk simulasi hidrologi dan HEC-RAS untuk pemodelan aliran sungai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan teknis pegawai BHGK dalam mendukung perancangan, pembangunan, dan evaluasi kinerja infrastruktur keairan yang lebih tangguh. Output dari pemodelan ini akan menjadi dasar bagi BHGK untuk mengidentifikasi area terdampak dan merumuskan strategi penanggulangan banjir yang efektif.
Melalui peningkatan kemampuan pemodelan, BHGK berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata pada upaya ketahanan nasional dalam bidang Sumber Daya Air.
Penguasaan ilmu pemodelan adalah langkah konkret BHGK menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih terencana dan berkelanjutan. (CAT)

Uji Model Fisik Hidraulik 3D Bangunan Pelengkap D.I. Rentang untuk Venue Slalom Canoe Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Uji Model Fisik Hidraulik 3D Bangunan Pelengkap D.I. Rentang untuk Venue Slalom Canoe Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Bandung Sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan sumber daya air, Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan (BHGK) melaksanakan kegiatan pembuatan dan pengujian model fisik Slalom Canoe di Bendung Rentang, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi Bendung Rentang tidak hanya sebagai bangunan pengairan, tetapi juga sebagai sarana dan prasarana olahraga air berskala internasional. Melalui pengujian hidraulik model fisik, dilakukan analisis terhadap pola aliran, kecepatan, dan stabilitas aliran guna menghasilkan desain lintasan Slalom Canoe yang aman, efisien, dan sesuai standar kompetisi internasional. 

Inovasi ini menjadi langkah nyata BHGK dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pemanfaatan infrastruktur air untuk kegiatan multidimensi — dari ketahanan pangan hingga pengembangan olahraga air di Indonesia. (CAT)

Pembuatan Model Fisik 3D Bendungan Cibeet

Pembuatan Model Fisik 3D Bendungan Cibeet

Dari setetes air, lahir harapan.

Bandung Simulasi nyata yang dilaksanakan Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan (BHGK) melalui pembuatan model fisik 3D Bendungan Cibeet menjadi langkah strategis dalam merancang sistem irigasi yang efisien dan berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi Bendungan Cibeet yang terdiri dari peningkatan luas area irigasi tadah hujan di Kabupaten Bogor seluas luas 1.175 Ha, menambah supply irigasi teknis Daerah Irigasi Jatiluhur sebesar 6.400 ha, pemenuhan kebutuhan total air baku sebesar 3,74 m3/detik untuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi serta untuk penanggulangan banjir yang terjadi di daerah hilir Sungai Citarum.

Melalui inovasi model fisik pengelolaan sumber daya air, BHGK mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Langkah kecil hari ini, untuk masa depan pangan yang mandiri dan berkelanjutan. (CAT)

Kementerian Pekerjaan Umum Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penguatan Infrastruktur di Kab. Banyuasin

Kementerian Pekerjaan Umum Dukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Penguatan Infrastruktur di Kab. Banyuasin

Banyuasin – Pemerintah terus memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian di berbagai daerah sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya kemandirian pangan nasional pada tahun 2027. Salah satu fokusnya adalah memperlancar rantai pasok dari sentra produksi menuju pasar agar harga pangan stabil dan petani memperoleh nilai jual yang layak.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berperan aktif dalam upaya ini melalui peningkatan jaringan irigasi dan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan lumbung pangan, termasuk di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korinbang) Saan Mustopa ke Kabupaten Banyuasin, Rabu (15/10/2025), Saan menegaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu lumbung pangan nasional selain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Ketahanan pangan menjadi sangat penting karena merupakan salah satu amanat dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Kita menargetkan pada 2027 Indonesia tidak lagi melakukan impor pangan, sehingga infrastruktur dari hulu ke hilir harus diperkuat,” ujar Saan.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa provinsinya memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Program ketahanan pangan nasional masih bisa dikembangkan melalui ekstensifikasi dan intensifikasi. Kami berhasil meningkatkan produksi gabah dari 2,7 juta ton tahun lalu menjadi 3,5 juta ton hingga September ini,” jelas Herman.

Menurut Herman, upaya ekstensifikasi harus diimbangi dengan intensifikasi, terutama melalui perbaikan jaringan irigasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan bahwa kabupatennya memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya produksi gabah. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Banyuasin menempati peringkat kedua nasional dengan produksi gabah giling sebesar 1,163 juta ton.

“Capaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk balai-balai kementerian terkait. Kami berharap perhatian lebih terhadap aspek hilir, seperti perbaikan jalan rusak dan optimalisasi jaringan irigasi agar hasil pertanian semakin maksimal,” ujar Nella.

Pada kesempatan yang sama, para petani menyampaikan apresiasi atas kegiatan Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air yang telah melakukan pengerukan jaringan irigasi di kawasan Tanjung Lago, Banyuasin.

“Setelah lebih dari 14 tahun menunggu, akhirnya dilakukan pengerukan yang sangat membantu kami. Namun masih banyak jaringan irigasi yang perlu dikerjakan, dan kami juga berharap jalan-jalan diperbaiki agar biaya angkut tidak membebani,” kata Tukijo, perwakilan kelompok tani Desa Sri Menanti.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Dwi Purwantoro menjelaskan bahwa di Jaringan Irigasi Rawa Telang II, Kecamatan Tanjung Lago, telah dilakukan normalisasi saluran sekunder sepanjang 142 km dan saluran tersier sepanjang 189 km dari total 688 km.

“Tahun depan pekerjaan ini akan dituntaskan dengan alokasi anggaran Rp48 miliar. Diharapkan dapat meningkatkan fungsi irigasi untuk areal sawah seluas 9.660 hektare,” jelasnya.

Menanggapi aspirasi daerah terkait perbaikan jalan, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian PU Triono Junoasmono menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka peluang kolaborasi melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

“Kami memiliki program IJD untuk meningkatkan kualitas jalan di daerah. Kami harap Pemkab Banyuasin dapat melengkapi readiness criteria sebelum mengusulkan kepada kami. Mudah-mudahan dapat diakomodasi,”ujar Triono.

Triono juga menambahkan bahwa dukungan dari Komisi V DPR RI sangat diperlukan agar usulan perbaikan jalan melalui IJD dapat terealisasi. “Kami berharap dukungan Komisi V DPR RI agar usulan Banyuasin dapat diakomodasi untuk mendukung ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Triono. (HAL/Mar/Eci)

 

Sumber: Portal Resmi Kementerian Pekerjaan Umum 
Link: https://pu.go.id/berita/kementerian-pekerjaan-umum-dukung-ketahanan-pangan-nasional-melalui-penguatan-infrastruktur-di-kab-banyuasin
Tanggal publikasi: 20 Oktober 2025