Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan yang diselenggarakan secara daring pada Senin (13/04), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026, khususnya untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Rapat koordinasi tersebut diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, yang menegaskan pentingnya penguatan mitigasi terpadu melalui perencanaan yang komprehensif dan kolaboratif. Ia juga menekankan perlunya pemantauan intensif terhadap ketersediaan air, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif, kesiapsiagaan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons yang cepat, tepat, dan efektif dalam menghadapi dinamika kondisi di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, BWS Kalimantan I mengikuti seluruh rangkaian pembahasan secara aktif bersama para peserta dari berbagai instansi, meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring. Forum ini menjadi wadah strategis untuk berbagi informasi, menyelaraskan langkah, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan efektivitas upaya mitigasi dan penanggulangan dampak musim kemarau.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan bersama serta memperkuat ketahanan sektor sumber daya air dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang tahun 2026.