Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi Melumpuhkan Sejumlah Wilayah di Aceh Barat
Berita Balai •
Banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai kini melanda luas Kabupaten Aceh Barat. Genangan air merendam pemukiman warga, akses jalan terganggu, dan beberapa titik berpotensi longsor. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan. Warga beberapa kecamatan terdampak harus mengungsi dan menghadapi ketidakpastian aksesibilitas. Kondisi cuaca dan alam membuat risiko banjir susulan tetap mengancam.
Sejumlah kecamatan dan desa menjadi pusat dampak banjir. Daerah terdampak antara lain kecamatan di sepanjang aliran sungai — terutama di wilayah dengan topografi rawan genangan — serta desa-desa di dataran rendah yang lebih rentan terhadap luapan sungai dan banjir. Banyak rumah terendam, jalan dan jembatan sempat putus, sehingga logistik dan evakuasi warga terhambat. Situasi ini menyebabkan kebutuhan mendesak untuk bantuan darurat, termasuk perahu penyelamat, makanan, air bersih dan bantuan medis. Warga di beberapa lokasi mengungsi ke titik aman sambil menunggu pemulihan akses dan layanan dasar.
Dalam kondisi darurat ini, upaya darurat dilakukan untuk membuka jalur transportasi, memulihkan akses vital, dan mendirikan posko pusat evakuasi serta layanan darurat. Tim gabungan bertugas melakukan pendataan korban, mendistribusikan bantuan, serta memantau titik rawan longsor dan banjir susulan. Sanitasi dan pembersihan lingkungan juga menjadi prioritas — guna mencegah munculnya penyakit akibat genangan air dan lumpur. Koordinasi dengan instansi lokal dan masyarakat terus diintensifkan agar respon dapat cepat dan tepat sasaran. Semua langkah ini diambil untuk melindungi warga dan meminimalkan dampak sosial.
Sejalan dengan upaya pemulihan dan mitigasi, BWS Sumatera I telah menyatakan bahwa mereka “siap tempur” untuk menghadapi bencana, dan siap menerjunkan sumber daya teknis saat situasi darurat. Bersama dengan unit kerja lain di bawah Kementerian Pekerjaan Umum telah dimobilisasi 31 unit alat berat — termasuk excavator, loader, dump truck dan grader — untuk membantu pembersihan material banjir, pembukaan akses jalan, serta normalisasi saluran air.
Dengan kesiapan personel dan alat berat di lapangan, diharapkan proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan infrastruktur dapat dipercepat. BWS Sumatera I bersama instansi terkait terus memantau situasi dan akan bergerak segera jika dibutuhkan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat penting agar respon bisa efektif dan tepat sasaran. Semoga upaya cepat ini mampu mengurangi dampak banjir dan membawa kondisi Aceh Barat kembali stabil.
Berita
Kementerian PU Gelar Rapat Virtual Bahas Penanganan Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh
BWS Sumatera I Lakukan Normalisasi Sungai di Kutacane Lama
Tim OP SDA IV Turun Langsung Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara
Akses Terputus Total: Jembatan dan Jalan Utama Rusak Berat di Bener Meriah
Bendung Karet Aceh Besar Meluap, Tim Lakukan Pemantauan Intensif di Bantaran Sungai
Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi Melumpuhkan Sejumlah Wilayah di Aceh Barat