Pembangunan D.I. Lhok Guci Dukung Ketahanan Pangan di Aceh Barat

Berita Balai

Bendung Lhok Guci yang berada di Aceh Barat
Bendung Lhok Guci yang berada di Aceh Barat

Pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat terus menunjukkan progres signifikan sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Proyek ini bertujuan menyediakan sarana irigasi yang memadai untuk meningkatkan intensitas tanam serta membuka lahan baru bagi petani. Dengan adanya irigasi yang terkelola baik, lahan pertanian dapat berproduksi lebih optimal dan menopang kesejahteraan masyarakat sekitar.

Secara teknis, pembangunan D.I. Lhok Guci mencakup berbagai komponen utama seperti bendung, saluran primer dan sekunder, bangunan bagi sadap, serta bangunan pelengkap dan talang. Hingga Desember 2024, saluran primer telah tuntas sepanjang 24,942 meter. Sementara itu, saluran sekunder telah mencapai 19,701 meter dari total desain 128,547 meter. Selain itu, telah dibangun 39 unit bangunan bagi sadap dan 144 unit bangunan pelengkap.

Sejak dimulai pada tahun 2004, pembangunan D.I. Lhok Guci dilakukan secara bertahap. Tahapan awal mencakup pembangunan bendung, diikuti jaringan primer kanan dan kiri, serta jaringan sekunder. Proses berlanjut pada 2015 hingga 2025 dengan pembangunan jaringan primer dan sekunder di berbagai ruas jaringan irigasi, termasuk BLG.5 hingga BLG.18. Peningkatan saluran irigasi juga dilakukan untuk memastikan aliran air yang optimal ke lahan pertanian.

Hingga tahun 2024, proyek ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan luas lahan potensial dan fungsional. Dari total target desain 12.700 hektare, saat ini telah tercapai sekitar 2.330 hektare potensial dan 1.766 hektare fungsional. Capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan meskipun masih terdapat kebutuhan penyelesaian pada beberapa segmen saluran sekunder dan tersier.

Dengan berjalannya pembangunan hingga 2030, D.I. Lhok Guci diharapkan mampu mengairi seluruh areal irigasi seluas 12.700 hektare yang mencakup areal kanan 11.700 hektare dan areal kiri 1.000 hektare. Penyelesaian proyek ini akan menjadi langkah strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Aceh Barat. (rh)

Berita

berita/acacc28a-a90f-4715-9257-0cca98e17246/1764396732.jpg

BWS Sumatera I Lakukan Normalisasi Sungai di Kutacane Lama

berita/f336cfa6-3218-4263-b736-e339258148cb/1764392694.jpg

Tim OP SDA IV Turun Langsung Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

berita/75c910b9-6e0b-4e83-a0f5-3f0b54f3e06f/1764394038.jpg

Akses Terputus Total: Jembatan dan Jalan Utama Rusak Berat di Bener Meriah

berita/dbb68d69-6047-4450-9ea5-6e902d4e79c2/1764396292.jpg

Bendung Karet Aceh Besar Meluap, Tim Lakukan Pemantauan Intensif di Bantaran Sungai

berita/5dc28c9a-8ed8-45b5-9da7-a23c195334af/1764390147.jpg

Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi Melumpuhkan Sejumlah Wilayah di Aceh Barat

berita/c2ef9bf2-8cd2-42d4-8ba0-6d656a5702e2/1764389521.jpg

BWS Sumatera I Lakukan Pemantauan Bendung Krueng Aceh di Seulimum untuk Antisipasi Banjir