Berita Balai


Berita Balai,

Inpres Nomer 02 Tahun 2025 - Komitmen dalam Percepatan Swasembada Pangan di Sukoharjo

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji melakukan koordinasi lapangan bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Supardiyanto, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Dhani Gartina, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Bagas Widaryanto dalam rangka penyampaian progres pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 di Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (9/10/2025).<br><br>Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Sukoharjo tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan peningkatan infrastruktur irigasi pertanian, guna mendukung ketahanan pangan nasional.<br><br>Dalam forum tersebut, dibahas berbagai capaian dan tantangan teknis di lapangan, termasuk peran strategis BBWSBS dalam mendukung ketersediaan air irigasi melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan berkelanjutan.<br><br>Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Inpres berjalan tepat sasaran, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan melalui kolaborasi antara sektor pertanian dan sumber daya air.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Danrem 074 Warastratama Tinjau Proyek Revitalisasi Jombor

09 November 2021

Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, Dandim 0723 Klaten Letkol Inf. Joni Eko, didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo melakukan melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan fisik Proyek Revitalisasi di Kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Selasa (09/11/2021). Kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, menjelaskan bahwa alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk program revitalisasi Rawa Jombor senilai Rp22,5 miliar. Alokasi anggaran itu digunakan untuk pekerjaan perbaikan longsoran, pekerjaan pintu dan rumah pintu, rehabilitasi rumah jaga, pedestrian, pembersihan keramba dan warung apung, pemancingan, pekerjaan portal, dan pengerukan (± 10.000 m3). “Rumah Jaga OP tinggal sedikit dan sebentar lagi selesai, Desember 2021 sudah selesai. Ada pembersihan karamba serta warung apung kerja sama dengan TNI. Juga ada pembangunan jalur pedestrian,” kata Naryo. Soal pembangunan jalur pedestrian, Naryo menjelaskan tahun ini proyek pembangunan pedestrian belum bisa dilakukan hingga rampung mengelilingi Rawa Jombor. Dari total keliling waduk sekitar 5,2 km, proyek tahun ini baru bisa membangun jalur pedestrian sepanjang 2,8 km. Proyek jalur pedestrian itu direncanakan dilanjutkan pada 2022. “Tahun depan kami menganggarkan Rp. 4 Miliar dari bidang OP untuk melanjutkan pekerjaan pedestrian melanjutkan kegiatan tahun ini,” kata dia. Kawasan Rawa Jombor bakal ditata dan direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi. “Tahun ini kegiatan difokuskan pada kegiatan pembersihan. Ada kegiatan pengerukan sedimentasi hanya pada daerah yang dialokasikan untuk kegiatan budidaya ikan menggunakan karamba dan pemancingan. Perairan Rawa Jombor yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi warga, 5 persen atau 8,4 ha dari total luasan Rawa Jombor bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan menggunakan karamba dan pemancingan. Rencana lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk dua kegiatan tersebut sudah disiapkan di kawasan yang berdekatan dengan spillway atau bangunan pelimpah,” ujarnya. Komando Resor Militer (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf. Rudy Saladin, M.A, mengatakan bahwa Revitalisasi Rawa Jombor merupakan program kegiatan dari BBWSBS. Dalam pelaksanaannya, ada kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro pada bidang penertiban serta sosialisasi revitalisasi. “Saat ini sudah ada kegiatan pembangunan fisik di sisi timur rawa yakni pembangunan jogging track serta rumah operasi dan pemeliharaan rawa. Untuk pelaksanaan pembersihan atau pengaturan karamba masih dalam proses penataan,” kata Danrem. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Koordinasi Bencana BBWS Bengawan Solo - Kolaborasi Cepat, Tepat, dan Terpadu Menghadapi Bencana

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

12 November 2025

<div>Dalam menghadapi potensi bencana, BBWSBS menerapkan sistem koordinasi terpadu yang mencakup seluruh tahapan penanggulangan mulai dari pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana.<br><br>Upaya ini dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan kerja sama lintas sektor, serta memastikan setiap tindakan di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terukur. Sinergi antar unsur pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketangguhan wilayah terhadap berbagai ancaman bencana.<br><br>Melalui langkah yang terencana dan berkesinambungan, BBWSBS berkomitmen untuk melindungi masyarakat serta menjaga keberlanjutan sumber daya air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tingkatkan Kapasitas Petugas Bendungan Melalui Kegiatan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan

15 December 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan operasi dan pemeliharaan (OP) Bendungan Tukul dan Bendungan Gondang di Kantor SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo, Rabu – Jumat (15-17/12/2021). Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan Pelatihan OP Bendungan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan operasi, dan pemeliharaan bendungan. Selain itu petugas OP yang di lapangan mampu lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OP secara baik dan benar. Dalam kegiatan pelatihan ini disampaikan beberapa materi yaitu tentang Penjelasan secara Umum mengenai Bendungan oleh Ir. Hasan Bisri, M.T. Materi kedua mengenai Peralatan Hidromekanikal/Elektrikal Bendungan Gondang & Tukul yang disampaikan oleh Ir. Fachrudin Leddy, M. Tech. Selanjutnya materi mengenai Pengamatan / Pemantauan dan O & P Instrumentasi di Bendungan Gondang & Tukul disampaikan oleh Dani Sunandar, S.T. Dan untuk materi terakhir yang diberikan Penyiapan Pola Operasi Waduk & Hidrologi Harimukti Rosita, S.T., M.T. Setelah mendapat materi secara general, para peserta mengunjungi bangunan intake dan outlet di Bendungan Gondang Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Bendungan Tukul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan suatu bangunan dapat dimanfaatkan jika dilakukan pemeliharaan secara baik. Sehingga secara keberlanjutan manfaat itu dapat diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. “Ilmu yang disampaikan narasumber dapat diserap semua oleh teman - teman sekalian, supaya nanti kedepannya didalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan berjalan lancar,” pesannya. Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T mengatakan dalam kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 11 orang Petugas O&P Bendungan dan 19 orang dari SNVT Bendungan. “ Semoga dengan acara ini rekan-rekan petugas O&P baik yang berasal dari SNVT Bendungan sendiri maupun dari Bidang O&P dapat bersinergi bersama untuk mencari ilmu dan mencari bekal yang lebih banyak sehingga nanti pada saat pelaksanaan dilapangan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” katanya. Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bengawan Solo Dony Faturochman, ST, MT berharap teman-teman O&P agar kedepannya ada yang bisa menjaga melaksanakan O&P di Bendungan Gondang dan Bendungan Tukul. “Proses operasi dan pemeliharaan prinsipnya sebetulnya kita memelihara fungsi tujuan dari bendungan ini agar tetap berfungsi sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk pengendali banjir, air baku, irigasi, dan listrik, bagaimana menjaga fungsi-fungsi bendungan ini tetap terjaga dengan operasi dan pemeliharaan ini,” jelasnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya