Berita Balai,
13 April 2026
<div>BBWSBS terus melaksanakan penanganan darurat jebolnya Bendung Kedungrejo di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun secara intensif melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur hingga Pemerintah Desa Wonoayu.<br><br>Kegiatan darurat difokuskan untuk mengalirkan sementara air irigasi melalui pembangunan ambang bronjong guna menjaga keberlangsungan aliran irigasi.<br><br>Lingkup pekerjaan meliputi pengukuran ulang desain ambang bronjong, pengalihan arus, pembersihan puing, pemasangan sandbag pada kaki bendung, serta persiapan pancang bambu. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan ambang bronjong dan pengangkutan material di lokasi untuk mendukung percepatan pemulihan.<br><br>BBWSBS bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur berkomitmen memastikan kelancaran pelaksanaan penanganan darurat, sehingga fungsi bendung dapat segera pulih secara optimal.<br><br><strong>Progres Penanganan</strong></div><div>Telah dilaksanakan:<br> - Pengukuran kembali untuk desain ambang bronjong<br> - Pengalihan arus<br> - Pembersihan puing dengan breaker<br> - Pemasangan sandbag di kaki bendung <br> - Persiapan pancang bambu<br><br></div><div><strong>Dalam proses pengerjaan:</strong><br> - Pembuatan ambang dengan bronjong<br> - Langsir material bronjong<br><br></div><div><strong>Material yang digunakan</strong><br> - Sandbag 100 buah<br> - Pancang bambu 150 buah<br> - Bronjong 100 buah<br> - Batu belah 27 rit<br><br></div><div><strong>Alat berat yang digunakan</strong><br> - 1 unit excavator breaker<br> - 1 unit excavator long arm<br><br></div><div> <br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
14 May 2026
<div>BBWSBS menghadiri kegiatan penebaran 25 ribu ekor bibit ikan yang diselenggarakan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama OPD Kabupaten Sukoharjo di Bendungan Mulur, Kabupaten Sukoharjo pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah bersama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br>Melalui penebaran bibit ikan, diharapkan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang dapat terus terjaga. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi upaya mendukung keberadaan habitat ikan dan kualitas perairan di Bendungan Mulur.<br> <br>Kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang.<br><br>Bendungan Mulur<br><br></div><div>Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo<br><br></div><div>Kapasitas Tampungan : ± 420,114,366 m³</div><div>Luas Genangan : 112,3 ha </div><div>Luas Layanan Irigasi : 51 ha<br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 July 2026
<div>BBWSBS melaksanakan pekerjaan pemasangan bronjong kawat di Sungai Gamping, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada Juli 2026 sebagai upaya melindungi permukiman warga dari potensi gerusan tebing sungai. Kegiatan ini merupakan bagian dari penanganan pengamanan tebing pada lokasi yang berbatasan langsung dengan permukiman.<br><br>Pelaksanaan pekerjaan merupakan hasil kolaborasi BBWSBS bersama Pemerintah Kabupaten Klaten, Kecamatan Bayat, Pemerintah Desa Dukuh, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, BBWSBS menyediakan bronjong kawat dan peralatan pendukung, sedangkan material batu didukung oleh Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Desa Dukuh. Proses pemasangan dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat bersama petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWSBS.<br><br>Pelaksanaan pekerjaan meliputi pengangkutan material bronjong kawat dan batu, pembuatan galian serta persiapan lokasi, hingga pemasangan bronjong yang diisi batu sesuai tahapan pekerjaan di lapangan.<br><br>Melalui penanganan ini, diharapkan tebing sungai menjadi lebih terlindungi sehingga dapat mengurangi potensi kerusakan yang mengancam permukiman warga di sekitarnya.<br><br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
27 July 2021
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo beserta jajarannya melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa, (27/07/2021). Kegiatan tersebut sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Monitoring Infrastruktur tersebut terkait dengan rencana revitalisasi sekaligus untuk mengecek kondisi di Waduk Cengklik. Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., telah melakukan kunjungan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. Sebagai informasi, Waduk Cengklik selain memiliki manfaat sebagai tempat wisata juga memiliki potensi luar biasa yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga di sekitarnya. Waduk Cengklik berlokasi di Kecamatan Ngemplak ini dibangun oleh Pemerintah Hindia belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh Bendungan memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk Cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. Dalam kunjungannya kali ini, M. Basuki Hadimuljono, memerintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi kondisi yang perlu dilakukan perbaikan di Waduk Cengklik untuk ditangani segera termasuk dalam proses revitalisasi. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk segera menangani kondisi yang ada di Waduk Cengklik,” paparnya. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan mengatakan BBWS Bengawan Solo memiliki tugas dan fungsi untuk membangun dan membuat environment di sekeliling waduk. Tujuannya agar tanggul waduk kebanggaan masyarakat Boyolali tersebut tidak longsor. “Kami bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, agar proses pelaksanaannya berjalan lancar. Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,”paparnya. (BBWSBS/Fira-Tamara)
Baca Selengkapnya