Berita Balai,
21 April 2021
<div>Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Ir. Jarot Widyoko, Sp-1 bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan monitoring infrastruktur di Waduk Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dan Waduk Kedung Uling, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Selasa (20/4). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Monitoring tersebut sekaligus untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi banjir yang merupakan bencana tahunan di musim hujan. Sesuai dengan kebijakan dalam pembangunan infrastruktur ketahanan bencana mencakup pengembangan infrastruktur tangguh bencana dan penguatan infrastruktur vital, pengelolaan terpadu kawasan rawan bencana, serta restorasi dan konservasi daerah aliran sungai. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya. Jarot menambahkan diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. “Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan selalu menjalin komunikasi antar instansi. Hal itu dilakukan untuk bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat segera diselesaikan. ”Tugas kita bersama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara) </div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di lingkungan SNVT OP SDA Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Rabu (15/06/2022). Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., Kepala Bidang OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, Kepala SNVT OP SDA Bengawan Solo, Lalu Ardian Bagus Nugroho, S.T., M.M., M.T., serta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK OP SDA IV menandatangani paket pekerjaan Penataan Kawasan Bendungan Pacal dengan penyedia jasa CV. Pratama Sakti Internusa senilai Rp. 2.400.000.000,00 dan paket pekerjaan Pemeliharaan Berkala Bengawan Solo Hilir di Kota Surakarta dengan penyedia jasa CV. Sumber Tirto Mulyo senilai Rp. 5.800.532.716,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender. Selain itu, ada paket pekerjaan yang ditandatangani PPK OP SDA III yakni Penataan Kawasan Bendungan Pondok dengan penyedia jasa CV. Jati Sampoerna senilai Rp. 1.541.476.613,36 dengan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender. Dalam arahannya, Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanggung jawab yang harus diimplementasikan akan dimulai, sehingga Kepala BBWSBS tersebut meminta penyedia jasa dan PPK untuk terus mengawal pekerjaan tersebut. “Sebagaimana yang sering disampaikan jika ASN PUPR harus menerapkan 4 Big No’s yakni No Bribery, No Kick Back, No Gift, and No Luxurios Lifestyle. Oleh karenanya, kami mohon penyedia jasa dan PPK mengawal pekerjaan ini sampai tuntas pada kontruksi dan manfaatnya,” pesan Maryadi Utama. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 May 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berkunjung ke kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (10/05/2022). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si.. Dalam kunjungan kali ini, BBWS Bengawan Solo melihat langsung kawasan JIIPE untuk keperluan penerbitan izin Rekomendasi Teknis (Rekomtek). Rekomtek merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam pemberian izin, sehingga merupakan komitmen bersama yang harus dimengerti oleh masyarakat, oleh karena itu semua yang berkepentingan dalam menggunakan air dapat mengelola sumber daya air dengan baik dan benar Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan bahwa penyiapan air baku dan drainase bagi kawasan industri harus dijamin. Sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan. “Dengan adanya Rekomtek yang akurat bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, dalam rangka perizinan pengusahaan dan penggunaan SDA tentunya akan menjamin kelangsungan dari sebuah proyek kawasan industri kedepannya,” ujarnya. Sebagai informasi, JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia, dengan total area 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi,dan hunian berkonsep kota mandiri. JIIPE menjadi kawasan percontohan bagi pengembangan industri di Indonesia. Kawasan industri tersebut juga dilengkapi dengan empat dermaga multifungsi dengan area sandar sepanjang 6.200 meter, yang diharapkan bisa melayani kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT. Akses internasional dan domestik diakomodir dengan konektivitas laut, tol dan kereta. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
19 May 2026
<div>BBWSBS menerima kunjungan mahasiswa program studi Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya pada hari Senin, 12 Mei 2026 untuk melakukan kuliah lapangan di Bendungan Karangnongko yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Kuliah lapangan ini salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik lapangan yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pengelolaan infrastruktur sumber daya air. <br><br>Selain memperoleh materi teknis, mahasiswa juga diajak untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur berskala besar, mulai dari aspek geoteknik, hidrologi, struktur, keselamatan konstruksi, hingga pengelolaan lingkungan. Dalam kuliah lapangan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai fungsi strategis Bendungan Karangnongko sebagai salah satu infrastruktur penting dalam pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br><br>Dengan kunjungan ini diharapkan mahasiswa mampu memahami bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta tanggung jawab sosial.<br><br><strong>Data Teknis Bendungan Karangnongko</strong><br>Kapasitas Tampungan: 59,1 juta m3<br>Luas Genangan: 1.026,55 ha<br><br></div><div><br><strong>Manfaat Bendungan Karangnongko</strong><br>Irigasi: 63.774 ha<br>Air baku: 1.150 liter/detik<br>Reduksi Banjir: 760 ha<br>PLTA: 1 MW</div>
Baca Selengkapnya