Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sertijab di Lingkungan Ditjen SDA BBWS Bengawan Solo

07 March 2022

Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) di lingkungan Ditjen SDA yang diikuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (07/03/2022). Serah Terima Jabatan kali ini dilaksanakan secara jarak jauh (teleconference) melalui Zoom Meeting dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid – 19. Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan pula kegiatan yang akan berlangsung di tahun 2022 kedepannya antara lain KPP, renovasi dan pengendalian banjir dengan harapan untuk melakukan perbaikan yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, para pejabat yang baru saja dilantik diminta untuk mendukung dan mendampingi kegiatan yang ada di struktural. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik dan berharap kedepannya mampu terus berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menjalankan tugas. Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BBWS Bengawan Solo yang dilantik pada kesempatan ini adalah Heriantono Waluyadi, ST,. MT. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan, Evaluasi, dan Pengadaan Tanah di Direktorat Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Di akhir sambutannya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Ir. Jarot Widyoko Sp-1 turut berpesan kepada seluruh pejabat untuk selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati, “Selamat kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik, saya yakin Bapak dan Ibu dapat bertugas dan memberikan yang terbaik. Selalu berhati – hati dalam menggunakan kata hati, integritas, berani, kuat, dan kreatif dalam menjalankan kewajiban yang baru saja diberikan ini,” paparnya. (BBWSBS/Fira-Remares)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Menteri Basuki Tinjau P3TGAI di Pacitan

15 February 2021

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/02/2021). Kunker tersebut dalam rangka meninjau pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Gayuhan dan Karangrejo di Kecamatan Arjosari. Secara umum P3TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi yang berbasis peran serta masyarakat petani. Untuk pekerjaan P3TGAI di Kecamatan Arjosari tersebut meliputi peningkatan jaringan irigasi pada saluran tersier dengan jenis konstruksi berupa pasangan batu kali sepanjang 780 meter untuk Desa Karangrejo dan sepanjang 752 meter untuk Desa Gayuhan. Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono disela kegiatan mengatakan, program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana dan tidak membutuhkan teknologi. Sehingga diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT ini, juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke pelosok desa sehingga dapat langsung diterima oleh rakyat,” terangnya. Warga Gayuhan, Kayati, mengatakan dirinya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tempat kerja sebelumnya akibat pandemi Covid-19. “Dengan adanya P3TGAI ini kami merasa terbantu, karena proyek ini juga melibatkan perempuan, sehingga dapat membantu menambah penghasilan untuk keluarga,” ujarnya. Adapun untuk program infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) yang dilaksanakan dengan skema PKT dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,23 triliun yang dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS), dibawah Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA, Kementerian PUPR yang tersebar di 34 Provinsi. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

P3-TGAI "Air Terkelola, Petani Mandiri, Pangan Terjaga"

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

25 October 2025

<div>Sebagai langkah nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, BBWSBS melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Timur. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air irigasi yang andal bagi sektor pertanian.<br><br>Program rehabilitasi mencakup 49 Daerah Irigasi di 7 kabupaten, dengan total luas manfaat 5.625,44 hektare dan panjang pekerjaan saluran 49,94 kilometer.<br><br>Melalui rehabilitasi jaringan irigasi ini, BBWSBS terus berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, memperkuat fondasi ketahanan pangan, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.<br><br><a href="https://www.instagram.com/kementerianpu/">@kementerianpu</a><br><a href="https://www.instagram.com/pu_sda/">@pu_sda</a><br><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Bendungan Bendo di Ponorogo - Wujud Komitmen BBWSBS Dorong Swasembada Pangan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

25 October 2025

<div>Mimin mau mengajak <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a> untuk mengintip Bendungan Bendo yang terletak di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.<br><br>Bendungan Bendo merupakan salah satu infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang dibangun oleh BBWSBS untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sekitarnya. Salah satu tujuan utama pembangunan Bendungan Bendo adalah untuk menyediakan air baku sebesar 370 liter per detik. Ketersediaan air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, kegiatan industri, dan fasilitas umum di Ponorogo dan sekitarnya.<br><br>Selain penyediaan air baku, bendungan ini juga memberikan manfaat besar di bidang pertanian. Dengan adanya Bendungan Bendo, sistem irigasi dapat mengairi lahan pertanian seluas 7.800 hektare, air baku 370 liter/detik, dan reduksi banjir seluas 674 hektare sehingga produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat meningkat.<br><br>Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, BBWSBS terus berupaya agar Bendungan Bendo dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan air maupun mendukung ketahanan pangan.</div>

Baca Selengkapnya