Berita Balai


Berita Balai,

Sebaran Inpres 02 Tahap II Jaringan Utama di Jawa Tengah

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

25 October 2025

<div>Sebagai upaya mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWSBS terus berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air (SDA). Salah satunya melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahap II pada jaringan utama yang dilaksankan oleh SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfataan air (PJPA) Bengawan Solo di wilayah Provinsi Jawa Tengah<br><br>Program tersebut menjadi langkah strategis dalam optimalisasi distribusi air irigasi, yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.<br><br>Melalui pengelolaan jaringan utama yang andal dan efisien, kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan. BBWSBS akan terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Serah Terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3

18 June 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan kegiatan serah terima PROM (Preparation of Operation and Maintanance) Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3 serta diskusi pengelolaan aset di Kota Surakarta. Kegiatan serah terima PROM tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWS yang digelar pada Jumat, (18/06/2021). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BBWS Bengawan Solo itu sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Daftar Dokumen serah terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1 berupa Pedoman O&P Pintu Air dan Bendung Kali Pepe Hilir, Pedoman O&P Kali Pepe Hili, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Paket 2 berupa Pedoman O&P Pintu Air Sungai Bengawan Solo, Pedoman O&P Pompa Air Sungai Bengawan Solo, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Sedangkan Penanganaan Banjir Kota Surakarta Paket 3 berupa Pedoman O&P Bendung Tirtonadi, Pedoman O&P Pompa Air/Banjir dan Pintu Air di Kali Pepe Hulu, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Kegiatan serah terima tersebut berlangsung dengan penandatanganan PROM ( Preparation of Operation and Maintanance) oleh Kepala SNVT PJSA BBWS Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM dan Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap jika setelah kegiatan serah terima PROM akan menjadi penyerahan beban tanggung jawab dari Satker PJSA ke Satker OP yang harus dikerjakan semaksimal mungkin. "Perlu untuk dicatat jika sekarang tanggung jawab sudah berpindah. Bagi yang diserahi tugas diharap bisa menjaga sebaik-baiknya dan bekerja semaksimal mungkin,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Sinergitas Percepatan Pembangunan Infrastruktur SDA di Kabupaten Blora

22 December 2021

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (22/12/2021). Kunjungan kerja (kunker) yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja oleh Bupati Blora kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Kepala BBWS Bengawan Solo dan Bupati Blora melakukan koordinasi dengan membahas progres pengembangan infrastruktur SDA di Kabupaten Blora terkait mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitar Kabupaten Blora. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. “Kami meminta dukungan kepada semua pihak terkait untuk keberlangsungan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga pembangunan ini dapat berjalan lancar sesuai target dan dapat memberikan manfaat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Bupati Kabupaten Blora mengatakan Pemerintah akan terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan di bidang infrastruktur SDA di Kabupaten Blora. Arif Rohman berharap melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan ini dapat memberikan percepatan pembangunan dan berharap pariwisata di Kabupaten Blora akan bertumbuh dengan adanya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Pidekso

08 April 2021

Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lucky H. Korah, M.Si., didampingi pejabat dan staf Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BWBSBS) menghadiri rapat koordinasi terkait percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (08/04/2021). Acara tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan pembangunan bendungan, perlu dilakukan inventarisasi, pemantauan dan evaluasi serta kajian terhadap permasalahan yang terjadi. Dan untuk pelaksanaannya juga perlu dilakukan pendekatan secara teknis dan sosial terkait kegiatan pembangunan bendungan. Pembangunan proyek Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri ditargetkan segera tuntas. Lucky Harry Korah yang juga merangkap sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Bendungan, mengatakan bahwa pembangunan Bendungan Pidekso menjadi prioritas. Sebab, infrastruktur tersebut masuk dalam PSN. "Ada 13 bendungan yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 ini, salah satunya Bendungan Pidekso, untuk saat ini, progres pembangunannya sudah sekitar 68%. Oleh karena itu, sejumlah hal terkait pembangunannya terus dibahas. Kami ditugaskan untuk mengecek di lapangan, dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga telah berkomitmen untuk bersinergi agar pembangunannya segera terselesaikan sekaligus diresmikan pada Oktober 2021 mendatang,” terangnya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan berat dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut sudah dikerjakan, sehingga tinggal menangani hal-hal yang sifatnya non teknis. “Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, nantinya berperan sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” paparnya. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjelaskan bahwa pembangunan fisik bendungan tersebut sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan ada beberapa fungsi atau manfaat jika Bendungan Pidekso selesai dibangun. “Dilihat dari aspek pertanian, bendungan tersebut akan mengairi lahan pertanian seluas 1.500 hektare. Lahan pertanian tadah hujan itu akan berubah menjadi lahan teknis atau produktif. Sehingga hasil panen memiliki nilai jual lebih baik. Selanjutnya, juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Wonogiri. Letaknya yang strategis dan representatif di perbukitan menjadi nilai tambah. Dengan adanya aktivitas ekonomi maka juga akan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya