Berita Balai,
01 December 2025
<div>Yuk, kenali 3 istilah penting dalam Pengelolaan Risiko Banjirđ<br><br>Banjir bukan hanya soal air meluap, tapi juga bagaimana kita memprediksi, mengantisipasi, dan memberi peringatan dini agar dampaknya bisa diminimalisir. Semua ini adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup di wilayah sungai.<br><br>Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWSBS terus berkomitmen meningkatkan sistem pengelolaan risiko banjir dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.<br><br>Dengan teknologi, pemantauan, dan koordinasi yang lebih baik, kami berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari ancaman banjir.<br><br><strong>Flood Forecasting (Prakiraan Banjir)</strong></div><div><br></div><div>Adalah kegiatan untuk mengetahui besaran banjir (how much) dan waktu terjadinya (when). Ini diperlukan dalam tahap operasi dan untuk peringatan dini. <br><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div><div><br></div><div><strong>Flood Prediction (Prediksi Banjir)<br></strong><br></div><div>Adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui besaran (how much) dan frekuensi (how often) kejadian banjir. Prediksi banjir diperlukan dalam tahap perencanaan. </div><div><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div><div><br></div><div><strong>Flood Warning (Pemberitaan Banjir)</strong></div><div><br></div><div>Adalah sistem peringatan dini banjir yang memberikan informasi atau pemberitahuan kepada masyarakat dan pihak berwenang mengenai kemungkinan terjadinya banjir, besarnya potensi bahaya, serta waktu dan lokasi kejadian, sehingga langkah penyelamatan dan mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.</div><div><br></div><div>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 April 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. bersama Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA., beserta pejabat dan staf BBWSBS lainnya, melakukan memonitoring pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Klumprit di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, dan Bendungan Lalung Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/04/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan ini dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan pembangunan infrastruktur yang perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi. Pelaksanaannya pembangunan juga perlu dilakukan pendekatan secara teknis dan sosial. Direktur Bina Operasi dan pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA mengatakan kunjungan lapangan ini dalam rangka monitoring kegiatan fisik konstruksi yang sedang berlangsung. Pembangunan fisik harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. âProgramâŻPadat Karya Tunai [PKT] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil. Sehingga diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN],â ujarnya disela â sela kegiatan. Diharapkan dengan adanya bangunan infrastruktur di bidang SDA yang memadai, serta penanganan yang tepat, masyarakat akan merasa aman. âBanyak masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja [PHK] di tempat kerja akibat pandemi Covid-19. Dengan adanya P3TGAI banyak masyarakat yang terbantu, karena proyek ini juga melibatkan warga setempat. Warga bisa menambah penghasilan untuk keluarga,â katanya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. mengatakan untuk penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur jangan sampai terlambat atau tidak sesuai dengan kontrak. âGunakan waktu seefektif mungkin,â ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
08 September 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengadakan Sosialisasi Pengadaan Tanah Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I) Pidekso di Kantor Bupati Wonogiri pada Selasa, (07/09/2021). Perwakilan dari BBWS Bengawan Solo yang hadir pada kegiatan ini adalah Subkoordinator Perencanaan Umum BBWS Bengawan Solo, Adiel Putra Wijaya, ST., M.Eng, PPK Pengadaan Tanah BBWS Bengawan Solo Anisa Hayu Widwiasih, SE, dan Tim PPK IRWA I BBWS Bengawan Solo. Kegiatan yang diadakan di Kantor Bupati Wonogiri ini sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.Kegiatan Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh 15 perwakilan Kepala Desa/Lurah yang terdampak pembangunan Daerah Irigasi Pidekso Jaringan irigasi D.I Pidekso diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Sebagai wilayah konservasi, adanya Jaringan Irigasi D. I. Pidekso yang mengairi area irigasi seluas 1.500 Ha akan meningkatkan intensitas tanam dari 133% ke 240%, dengan kebutuhan tanah untuk jaringan irigasi seluas 412.061 m2. Pengadaan tanah yang direncanakan di tahun 2021-2022 ini nantinya akan berlanjut pada pembangunan fisik jaringan irigasi di tahun 2023 sampai tahun 2024. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang diwakili oleh PPK Pengadaan Tanah BBWS Bengawan Solo berharap agar masyarakat mau mendukung salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, "Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat khususnya Pemkab Wonogiri untuk pengadaan tanah ini, karena nantinya ini akan menjadi salah satu infrastuktur untuk mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat khususnya di Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Giriwoyo," paparnya. Menanggapi pernyataan BBWS Bengawan Solo, Bupati Wonogiri menyatakan jika Pemkab Wonogiri memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Bupati Wonogiri juga mengungkap jika nantinya kegiatan sosialisasi akan digelar pada level kecamatan. "Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Nantinya kegiatan sosialisasi akan digelar di tiap kecamatan atau di level kecamatan dengan menghadirkan seluruh kepala desa dengan tujuan memberikan ruang yang seluas luasnya untuk masyarakat," paparnya. (BBWSBS/ Safira Dita)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Balai Teknik Bendungan melaksanakan Diskusi Teknis Pembahasan Uji Model Fisik Hidraulik Bendung Gerak Karangnongko secara virtual, Selasa (09/03/2020. âModel Test Saluran Pengelak Bendung Gerak Karangnongko telah melalui berbagai tahapan pengujian yaitu Running Test, Original Design dan Development Testâ Jelas Ali Rahmat ST, MT selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA). Pada kesempatan kali ini Ir. Suwanto Marsudi, MS selaku Kepala Laboraturium Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya berkesempatan melakukan presentasi Uji Model Test Pola Operasi Pintu Bendung Gerak Karangnongko secara virtual yang terdiri dari Operasi Pintu dengan Q20, Q50, Q1000 dan QPMF. Dari hasil pengujian laboraturium pada Q20 tidak direkomendasikan pintu dioperasikan secara seri bersama untuk 3 buah pintu, sebagai contoh untuk pintu 4,5,6. Karena secara hidrolik dari hasil pengujian model test terjadi sirkulasi aliran melingkar di peredam energi ke arah kiri dan kanan membentur dinding sayap peredam energi. Rencananya, Bendung Gerak Karangnongko akan dibangun di Sungai Bengawan Solo yang juga menjadi perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Bendung Gerak Karangnongko diharapkan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 5.203 Ha dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha (bbwsbs/sita).
Baca Selengkapnya