Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah (Jateng), Sinung N. Rachmadi di Kantor Bupati Klaten, Rabu (19/05/2021). Rapat koordinasi (Rakor) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Klaten, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Koordinasi ini membahas mengenai permasalahan di bidang SDA yang ada di Klaten, salah satunya revitalisasi Rowo Jombor, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Selain itu, Klaten juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Proyek revitalisasi Rawa Jombor seluas sekitar 198 hektare itu akan dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerjaan dalam proyek revitalisasi itu meliputi pengerukan sedimentasi, menghilangkan populasi enceng gondok, penataan bangunan fisik, penataan warung apung, dan lain sebagainya,” ujarnya. Agus berharap setelah dilakukan revitalisasi Rawa Jombor akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target. Sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya. Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan Rawa Jombor selain berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan, keberadaan Rawa Jombor juga menunjang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Keberadaan warung-warung apung di kompleks Rawa Jombor menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kawasan Rawa Jombor di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain warung apung, perahu wisata menjadi salah satu daya tarik baru di Rawa Jombor setahun terakhir,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
20 December 2025
<div>#KoncoBengawan, yuk kenalan dengan Bendungan Kembangan<br> <br>Bendungan Kembangan merupakan tampungan air buatan yang berlokasi di Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Bendungan ini dibangun pada periode 1939–1940 dan menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang memilik banyak manfaat bagi masyarakat.<br> <br>Bendungan Kembangan berperan penting dalam mendukung penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian sekaligus membantu menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya air di wilayah sekitarnya.<br> <br>Melalui pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, BBWSBS berkomitmen menjaga Bendungan Kembangan agar tetap berfungsi optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> </div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 386 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 140,200 m²</div><div>Volume Total : 720,000 m³<br><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
26 October 2025
<div>BBWSBS melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Jawa Tengah. Program ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, dan menumbuhkan semangat swakelola di tingkat masyarakat. <br><br>Pada pelaksanaan Tahap I dan II Tahun 2025, kegiatan P3-TGAI BBWSBS mencakup 251 lokasi yang tersebar di 6 kabupaten di Jawa Tengah. Melalui pendekatan padat karya dan pemberdayaan masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur irigasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. <br><br>Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, <br>distribusi air pertanian menjadi lebih efisien, sehingga lahan sawah dapat berproduksi secara optimal. Langkah ini turut mendorong tercapainya tujuan besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, demi kesejahteraan petani dan kemajuan bangsa.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 December 2021
Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (22/12/2021). Kunjungan kerja (kunker) yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja oleh Bupati Blora kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Kepala BBWS Bengawan Solo dan Bupati Blora melakukan koordinasi dengan membahas progres pengembangan infrastruktur SDA di Kabupaten Blora terkait mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko seperti pembebasan lahan, relokasi masyarakat, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan yang menyesuaikan budaya masyarakat yang ada disekitar Kabupaten Blora. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo akan senantiasa bekerjasama dengan berbagai Instansi dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai, nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. “Kami meminta dukungan kepada semua pihak terkait untuk keberlangsungan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Semoga pembangunan ini dapat berjalan lancar sesuai target dan dapat memberikan manfaat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Bupati Kabupaten Blora mengatakan Pemerintah akan terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan di bidang infrastruktur SDA di Kabupaten Blora. Arif Rohman berharap melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan ini dapat memberikan percepatan pembangunan dan berharap pariwisata di Kabupaten Blora akan bertumbuh dengan adanya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya