Berita Balai,
02 December 2025
<div>BBWS Bengawan Solo terus memperkuat kesiapsiagaan pengendalian banjir dengan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana di seluruh wilayah sungai. Mulai dari bendungan, pos hujan, pintu air, rumah pompa, hingga armada alat berat, seluruhnya dipastikan siap mendukung respond yang cepat dan efektif pada saat terjadi kondisi darurat. Upaya ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.<br><br>Ketersediaan bahan banjiran juga menjadi elemen penting dalam mitigasi bencana. Bronjong, geobag, dan sandbag disiagakan di wilayah hulu, Madiun, dan hilir untuk mempercepat penanganan awal ketika muncul potensi maupun kejadian banjir. Penataan persediaan bahan banjiran yang tepat juga dapat memastikan kelancaran tindakan di lapangan.<br><br>BBWS Bengawan Solo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pengurangan risiko bencana melalui kesiapan sarpras dan logistik yang semakin optimal, sehingga penanganan banjir di wilayah Sungai Bengawan Solo dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.<br><br><strong>Sarana Prasarana Pengendali Banjir BBWS Bengawan Solo<br></strong><br></div><ul><li>Tanggul Banjir Bengawan Solo 224,53 KМ</li><li>37 Bendungan</li><li>63 Pos Curah Hujan, 6 Klimatologi, 38 Tinggi Muka Air</li><li>313 Pintu Banjir</li><li>24 Rumah Pompa, 9 Mobile Pumр ,10 Trailer Pump</li><li>17 Excavator, 4 Amphibi, 9 Dump Truck<br><br></li></ul><div><strong>Bahan Banjiran BBWS Bengawan Solo<br></strong><br></div><div><strong>Wilayah Hulu</strong></div><ul><li>Bronjong Kawat 360</li><li>Bronjong Pasir 30</li><li>Geobag Standar 560</li><li>Geobag Mini 7200</li><li>Sandbag 2020</li></ul><div> </div><div><strong>Wilayah Madiun</strong></div><ul><li>Bronjong Kawat 251</li><li>Geobag Standar 80</li><li>Geobag Mini 1100</li><li>Sandbag 5500</li></ul><div> <br><br></div><div><strong>Wilayah Hilir</strong></div><ul><li>Bronjong Kawat 1022</li><li>Geobag Standar 245</li><li>Geobag Mini 1800</li><li>Sandbag 1174</li><li>Geobox 470<br><br></li></ul>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 June 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui video conference. Halal bihalal dengan tema Menjaga Indahnya Taqwa digelar guna menjalin silaturahmi sesama istri pegawai di lingkungaan DWP Ditjen SDA Kementrian PUPR. Meskipun digelar melalui video conference, kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan pada Selasa, (15/06/2021) sebelumnya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Halal Bihalal yang mengusung tema Menjaga Indahnya Taqwa ini juga berlanjut dengan kegiatan Serah Terima Ketua Paguyuban Tirta Asih. Dalam sambutannya, ketua Paguyuban Tirta Asih, Niena R Jarot mengapresiasi acara Halal Bihalal yang rutin digelar tersebut dan turut mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H serta permohonan maaf lahir dan batin. “Terima kasih atas serah terima jabatannya, inshaAllah kami akan melanjutkan semuanya. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar DWP Ditjen SDA yang telah berupaya sehingga Halal Bihalal ini bisa terwujud. Kami segenap pengurus Paguyuban Tirta Asih menghaturkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir dan batin,” paparnya. Setelah sambutan acara Halal Bihalal DWP Ditjen SDA Kementrian PUPR tersebut, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran dan Saritilawah. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa selepas Idul Fitri. Kegiatan Halal Bihalal pun diakhiri dengan penampilan marawis dan saling bertegur sapa melalui video conference. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah (Jateng), Sinung N. Rachmadi di Kantor Bupati Klaten, Rabu (19/05/2021). Rapat koordinasi (Rakor) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Klaten, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Koordinasi ini membahas mengenai permasalahan di bidang SDA yang ada di Klaten, salah satunya revitalisasi Rowo Jombor, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Selain itu, Klaten juga termasuk lumbung pangan Nasional yang memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Proyek revitalisasi Rawa Jombor seluas sekitar 198 hektare itu akan dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerjaan dalam proyek revitalisasi itu meliputi pengerukan sedimentasi, menghilangkan populasi enceng gondok, penataan bangunan fisik, penataan warung apung, dan lain sebagainya,” ujarnya. Agus berharap setelah dilakukan revitalisasi Rawa Jombor akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target. Sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya. Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan Rawa Jombor selain berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian di tiga kecamatan, keberadaan Rawa Jombor juga menunjang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Keberadaan warung-warung apung di kompleks Rawa Jombor menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Kawasan Rawa Jombor di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu magnet wisatawan saat liburan. Selain warung apung, perahu wisata menjadi salah satu daya tarik baru di Rawa Jombor setahun terakhir,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
20 December 2025
<div>#KoncoBengawan, yuk kenalan dengan Bendungan Kembangan<br> <br>Bendungan Kembangan merupakan tampungan air buatan yang berlokasi di Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Bendungan ini dibangun pada periode 1939–1940 dan menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang memilik banyak manfaat bagi masyarakat.<br> <br>Bendungan Kembangan berperan penting dalam mendukung penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian sekaligus membantu menjaga ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya air di wilayah sekitarnya.<br> <br>Melalui pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan, BBWSBS berkomitmen menjaga Bendungan Kembangan agar tetap berfungsi optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> </div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 386 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 140,200 m²</div><div>Volume Total : 720,000 m³<br><br></div>
Baca Selengkapnya