Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Bagikan 100 Paket Sembako

18 August 2021

Dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyalurkan bantuan dengan total 100 paket sembako. Sebelumnya, BBWS Bengawan Solo dengan Balai Teknik Sungai sudah menyalurkan total 60 paket sembako untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan total 40 paket sembako dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Melanjutkan kegiatan penyaluran paket sembako tersebut, BBWS Bengawan Solo menyalurkan 10 paket bantuan sosial kepada sukarelawan pengemudi ambulans & penggali makam di wilayah Boyolali pada Rabu, (18/08/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tiap-tiap paket sembako yang disalurkan tersebut berisi beras premium 5 kg, 2 liter minyak goreng, 10 bungkus mie instan, 50 buah masker, hand sanitizer 100ml, dan multivitamin. Penerima bantuan dari BBWS Bengawan Solo yang berjumlah total 100 orang memiliki rincian berupa tenaga kesehatan (nakes) 40 paket, pramubakti kantor BBWSBS sejumlah 40 paket, dan sukarelawan pengemudi ambulans dan penggali makam di wilayah Klaten dan Boyolali masing-masing 10 paket. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Audiensi Rencana Revitalisasi Kawasan Waduk Cengklik

07 June 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti kegiatan audiensi bersama Komunitas Peduli Waduk (KPW) Tirta Kartika di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (04/06/2021) malam. Audiensi terkait rencana revitalisasi Waduk Cengklik tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Waduk Cengklik tentunya memiliki banyak manfaat selain untuk obyek wisata. Namun, dilihat dari segi teknis, kondisi Waduk Cengklik cukup membahayakan. Kerena banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendung. Kondisi kawasan waduk tersebut juga terdapat sekitar sekitar 700 keramba, 71 warung di badan tanggul serta aktivitas pertanian pasang surut di genangan waduk. Hal-hal tersebut menjadi faktor penyebab waduk tidak sehat. Seperti yang kita ketahui, Waduk Cengklik merupakan suatu potensi luar biasa, yang bisa mendatangkan manfaat bagi warga disekitarnya. Kendati demikian, bila tidak ada kepedulian dari seluruh warga, maka keberadaan Waduk Cengklik tidak akan berarti. Melalui sinergitas yang dibangun oleh semua stakeholders, baik pemerintah juga masyarakat, tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa dengan kegiatan sosialisasi yang baik tentunya permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran. “Melalui pertemuan ini kami juga berharap terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam memelihara sumber air dan lingkungan. Karena dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat, agar proses dalam proses pelaksanaannya berjalan lancar,” pesannya. Sebagai tambahan informasi, Waduk Cengklik yang berlokasi di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931. Tubuh bendungan tersebut memiliki tipe urugan tanah homogen, dengan volume efektif sebesar 9,87 juta m3. Waduk cengklik juga dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan dua buah pintu tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Jaringan Irigasi Air Tanah di Jawa Tengah - Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

29 October 2025

<div>Dalam rangka mendukung tercapainya swasembada pangan, Kementerian PU melalui Ditjen SDA tidak hanya membangun bendungan dan jaringan irigasi permukaan, tetapi juga mengembangkan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Program ini ditujukan bagi wilayah yang sulit dijangkau sumber air permukaan, sehingga petani tetap memperoleh kepastian pasokan air untuk mengolah lahan.<br><br>Tambahan pasokan air dari JIAT memungkinkan pola tanam meningkat, dari yang sebelumnya hanya sekali padi dalam setahun menjadi hingga tiga kali panen padi. Hal ini memberi peluang besar bagi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani..</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Progres Penanganan Bendung Kedungrejo di Kabupaten Madiun

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

13 April 2026

<div>BBWSBS terus melaksanakan penanganan darurat jebolnya Bendung Kedungrejo di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun secara intensif melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur hingga Pemerintah Desa Wonoayu.<br><br>Kegiatan darurat difokuskan untuk mengalirkan sementara air irigasi melalui pembangunan ambang bronjong guna menjaga keberlangsungan aliran irigasi.<br><br>Lingkup pekerjaan meliputi pengukuran ulang desain ambang bronjong, pengalihan arus, pembersihan puing, pemasangan sandbag pada kaki bendung, serta persiapan pancang bambu. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan ambang bronjong dan pengangkutan material di lokasi untuk mendukung percepatan pemulihan.<br><br>BBWSBS bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur berkomitmen memastikan kelancaran pelaksanaan penanganan darurat, sehingga fungsi bendung dapat segera pulih secara optimal.<br><br><strong>Progres Penanganan</strong></div><div>Telah dilaksanakan:<br>&nbsp;- Pengukuran kembali untuk desain ambang bronjong<br>&nbsp;- Pengalihan arus<br>&nbsp;- Pembersihan puing dengan breaker<br>&nbsp;- Pemasangan sandbag di kaki bendung&nbsp;<br>&nbsp;- Persiapan pancang bambu<br><br></div><div><strong>Dalam proses pengerjaan:</strong><br> - Pembuatan ambang dengan bronjong<br> - Langsir material bronjong<br><br></div><div><strong>Material yang digunakan</strong><br> - Sandbag 100 buah<br> - Pancang bambu 150 buah<br> - Bronjong 100 buah<br> - Batu belah 27 rit<br><br></div><div><strong>Alat berat yang digunakan</strong><br> - 1 unit excavator breaker<br> - 1 unit excavator long arm<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Workhsop Alat Berat BBWS Bengawan Solo Wilayah Hilir - Fondasi Teknis dalam Menjaga Infrastruktur SDA

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

22 November 2025

<div>Workshop Alat Berat BBWSBS Wilayah Hilir terdiri dari satu workshop yang berlokasi di Bojonegoro. Fasilitas ini berperan sebagai pusat pendukung operasional yang memastikan seluruh peralatan selalu dalam kondisi prima. Kesiapan tersebut menjadi pilar penting dalam mendukung berbagai kegiatan pengelolaan sumber daya air di wilayah hilir.<br><br>Dengan ketersediaan alat berat yang memadai serta tenaga teknis berpengalaman, workshop ini mampu mendukung pekerjaan pemeliharaan sungai hingga penanganan darurat saat banjir. Keandalan fasilitas memastikan setiap aktivitas lapangan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi.<br><br>Komitmen terhadap kualitas layanan dan kesiapan operasional menjadi wujud dedikasi BBWSBS dalam menjaga kelancaran serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya air demi memenuhi kebutuhan masyarakat.<br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

BBWSBS Siaga Musim Kemarau - Peralatan Pendukung Penanganan Dampak Musim Kemarau di Wilayah Hulu

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

07 August 2026

<div>Menghadapi musim kemarau, BBWSBS menyiagakan berbagai peralatan pendukung di Wilayah Hulu sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dalam penanganan dampak kekeringan. Ketersediaan peralatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung respons yang cepat dan efektif apabila diperlukan di lapangan.<br><br>Peralatan yang disiagakan meliputi mesin bor, kempu, trailer pump, excavator, dump truck, mobile pump, pompa alkon, dan truck trailer. Seluruh peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan, mulai dari penyediaan air bersih, pengaturan aliran air, hingga penanganan infrastruktur sumber daya air sesuai kondisi di lapangan.<br><br>Melalui kesiapan personel dan peralatan, BBWSBS terus memperkuat langkah antisipasi guna mendukung keberlanjutan layanan sumber daya air selama musim kemarau.<br><br><br></div>

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara